DILI, 21 Juli 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta, Selasa, menerima surat kepercayaan dari Fairuz Adli bin Mohd Rozali sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Malaysia untuk Timor-Leste. Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya masa tugas diplomat karier Malaysia itu untuk semakin memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral antara kedua negara.
Dalam upacara yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Bairro Pité, Dili, Selasa ini, Presiden Ramos-Horta menyampaikan sambutan hangat kepada Fairuz Rozali dan menegaskan bahwa Malaysia merupakan salah satu mitra strategis Timor-Leste sejak masa perjuangan hingga proses aksesi negara itu menjadi anggota ASEAN.
“Malaysia telah menjadi mitra sejati dalam perjalanan pembangunan Timor-Leste, mulai dari masa awal kemerdekaan hingga proses keanggotaan ASEAN. Saya yakin di bawah kepemimpinan Duta Besar Fairuz Rozali, hubungan bilateral kedua negara akan semakin erat, membuka peluang baru di bidang perdagangan, pengembangan kapasitas, dan kerja sama regional demi kepentingan kedua bangsa,” ujar Presiden Ramos-Horta.
Presiden Republik juga menyatakan keyakinannya bahwa mandat Fairuz Rozali akan semakin memperkokoh hubungan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun antara Timor-Leste dan Malaysia.
Usai penyerahan surat kepercayaan, Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEK), Jesuína Maria Ferreira Gomes, menjelaskan bahwa Fairuz Rozali menggantikan Duta Besar Dato’ Amarjit Sarjit Singh, yang telah menyelesaikan masa tugas diplomatiknya di Timor-Leste pada April 2026.
Menurut Jesuína, setelah upacara tersebut Presiden Ramos-Horta mengadakan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Fairuz Rozali untuk membahas penguatan hubungan kedua negara.

Ia mengatakan hubungan diplomatik Timor-Leste dan Malaysia yang telah terjalin sejak 2002 terus berkembang melalui berbagai sektor, seperti keamanan, kesehatan, ekonomi, pendidikan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Ke depan, kedua negara akan terus memperkuat kerja sama yang selama ini telah berjalan dengan baik agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua bangsa,” katanya.
Diplomat ASEAN berpengalaman
Fairuz Adli bin Mohd Rozali merupakan diplomat karier Malaysia yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang hubungan internasional dan diplomasi regional. Ia bergabung dengan Layanan Administratif dan Diplomatik Malaysia pada 2002, kemudian memulai karier di Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) pada 2003.
Sebelum ditugaskan ke Timor-Leste, Fairuz menjabat sebagai Deputy Director-General of the ASEAN External Relations Division pada Sekretariat Nasional ASEAN-Malaysia. Jabatan tersebut membuatnya terlibat langsung dalam berbagai isu strategis ASEAN, termasuk hubungan eksternal organisasi kawasan tersebut.
Sepanjang kariernya, Fairuz juga pernah bertugas di berbagai divisi penting Kementerian Luar Negeri Malaysia, antara lain Divisi Asia Barat, Divisi Politik Multilateral, Divisi Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), Divisi Kerja Sama Regional, Divisi Konsuler, Departemen Koordinasi dan Implementasi, serta Divisi Manajemen Parlemen dan Kualitas.
Pengalaman diplomatiknya di luar negeri mencakup penugasan di Kedutaan Besar Malaysia di Kuwait, Republik Korea, dan Amerika Serikat, yang memperkuat kompetensinya dalam diplomasi bilateral maupun multilateral.
Di bidang akademik, Fairuz meraih gelar Sarjana (Honours) Hubungan Bisnis Internasional dari Universiti Utara Malaysia (UUM) dan gelar Magister Hubungan Internasional dari University of Nottingham Malaysia.
Kemitraan strategis
Timor-Leste dan Malaysia memiliki hubungan bilateral yang telah terjalin bahkan sebelum restorasi kemerdekaan Timor-Leste. Malaysia menjadi negara pertama yang membuka Kantor Penghubung di Dili pada 13 April 2001 dan sejak itu terus menjadi salah satu mitra utama Timor-Leste dalam pembangunan nasional.
Kerja sama kedua negara terus berkembang melalui berbagai program, seperti Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) dan Malaysian Defence Cooperation Programme (MDCP), serta diperkuat melalui perjanjian di bidang transportasi udara, pendidikan tinggi, telekomunikasi, informasi dan media, pembangunan pedesaan, serta pertahanan.
Salah satu tonggak penting hubungan kedua negara adalah keberhasilan Timor-Leste menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 26 Oktober 2025, ketika Malaysia menjabat sebagai Ketua ASEAN, yang semakin mempererat kemitraan strategis kedua negara di kawasan Asia Tenggara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




