DILI, 10 Oktober 2025 (TATOLI) – Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, mengingatkan para penerima Beasiswa Indonesian Aid (TIAS) 2025 agar menempuh studi di Indonesia dengan tekad bulat, disiplin, dan menjunjung tinggi moral.
Pesan itu disampaikannya saat Acara Pelepasan Keberangkatan Penerima Beasiswa TIAS 2025 untuk 49 Pelajar Timor-Leste yang digelar di Aula Serbaguna Lantai 2, Gedung Pusat Budaya Indonesia, Dili, Jumat ini..
Dubes Okto menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang telah melewati proses seleksi ketat. Ia mengingatkan bahwa perjuangan meraih kesempatan ini tidaklah ringan, menekankan pengalamannya sendiri saat kuliah di Universitas Padjadjaran.
“Dulu saya juga kuliah di Universitas Padjadjaran. Untuk mendapatkan satu kursi saja harus bersaing dengan banyak orang dari seluruh Indonesia. Jadi saya tahu perjuangan adik-adik tidaklah ringan,” kata Dubes Okto.
Dubes Okto juga menekankan bahwa para mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan yang memikul harapan keluarga dan bangsa Timor-Leste.
Ia mendorong para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan belajar tekun, lulus tepat waktu, dan kembali berkontribusi bagi pembangunan negara.
“Kegagalan itu bukan karena tidak pintar, tetapi karena malas dan tidak disiplin. Tidak ada orang yang bodoh, hanya orang yang tidak serius dan tidak berkomitmen,” tegasnya.
Dubes Okto juga menekankan pentingnya karakter dan integritas. Ia berpesan agar mahasiswa memilih lingkungan pergaulan yang positif, aktif dalam kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing, dan menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas.
“Orang pintar kalau tidak punya moral, juga tidak akan berguna. Maka jadilah orang yang pintar sekaligus berkarakter,” ujarnya.
Selain itu, Dubes menyampaikan penghargaan kepada Indonesian Aid, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, serta universitas-universitas penerima mahasiswa dari Timor-Leste. Ia menegaskan bahwa dukungan semua pihak adalah investasi penting bagi pengembangan sumber daya manusia Timor-Leste.
Dubes Okto juga menitipkan mahasiswa kepada universitas-universitas di Indonesia, agar dibimbing tidak hanya secara akademis tetapi juga agar menjadi pribadi berkarakter dan tangguh. Menurutnya, para mahasiswa akan menjadi jembatan persahabatan masa depan antara Indonesia dan Timor-Leste.
“Gunakan waktu untuk belajar, berolahraga, membaca, dan mengerjakan tugas. Jangan biarkan satu hari berlalu tanpa membaca buku. Orang yang berhasil adalah orang yang disiplin dan bisa mengatur waktunya dengan baik,” pesannya.
Dubes Okto menutup sambutannya dengan harapan para mahasiswa dapat menamatkan studi dengan hasil terbaik, bahkan Cum Laude, dan membawa kebanggaan bagi keluarga, Timor-Leste, serta hubungan baik kedua negara.
Dari total 49 penerima beasiswa Beasiswa Indonesian Aid (The Indonesian Aid Scholarship/TIAS) 2025, 25 mahasiswa akan menempuh pendidikan jenjang Magister (S2) di universitas seperti ITB, UI, UGM, UNPAD, dan UNDIKNAS.
Sebanyak 15 mahasiswa akan melanjutkan studi Sarjana (S1) di antara lain Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Telkom.
Selain itu, terdapat tujuh (7) mahasiswa Diploma (D3) di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, serta dua (2) mahasiswa Sarjana Terapan (Applied Bachelor) di Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Secara keseluruhan, para penerima Beasiswa Indonesian AID 2025 akan menempuh pendidikan di 18 universitas dan politeknik di Indonesia, mencakup berbagai bidang ilmu seperti teknik sipil, teknologi informasi, kesehatan, ekonomi, hingga pertanian.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




