Negosiasi berlanjut : Greater Sunrise tunggu hasil studi Wood PLC

DILI, 18 juli 2024 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste dan Australia serta Joint Venture (JV) Greater Sunrise sepakat untuk melanjutkan negosiasi dengan menunggu hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh perusahaan Wood PLC.
Hal ini disampaikkan langsung oleh Ketua Otoritas Perminyakan Nasional (ANP -tetun) dan Kepala Negosiator Timor-Leste untuk Proyek Greater Sunrise, Gualdino da Silva yang membacakan siaran pers bersama di gedung City8, kamis ini.
Ia mengatakan Pemerintah Timor-Leste dan JV – Greater Sunrise terdiri dari Timor GAP (56,56%), Woodside (33,44% sebagai Operator) dan Osaka Gas (10%) sepakat untuk melanjutkan negosiasi bersama.
“ANP, didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama, telah bertemu dengan perwakilan dari Departemen Industri, Ilmu Pengetahuan dan Sumber Daya Pemerintah Australia, Departemen Keuangan, dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan di Dili, Timor-Leste minggu ini, bersama dengan perwakilan dari JV – Greater Sunrise untuk melanjutkan negosiasi mengenai Kode Pertambangan Minyak Bumi, Kontrak Bagi Hasil, dan pengaturan fiskal (pajak),” jelas Gualdino da Silva.
Berita terkait : Studi konsep ekonomi untuk proyek Greater Sunrise telah dimulai
Dikatakan, putaran negosiasi ini merupakan yang terbaru dari serangkaian pertemuan untuk menyepakati dokumen-dokumen tata kelola utama yang akan menetapkan kerangka kerja peraturan dan hukum untuk mendukung pengembangan ladang gas dan kondensat Greater Sunrise.
Sejak dimulainya kembali negosiasi pada bulan Oktober 2023, kemajuan yang berarti telah dicapai ketika para pihak bekerja untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Lampiran B Perjanjian Batas Maritim (MBT) 2018. Semua pihak berkomitmen untuk bekerja secepat mungkin untuk menyelesaikan kerangka kerja yang mendukung pengembangan Greater Sunrise.
“Semua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengembangkan proyek Greater Sunrise yang saling menguntungkan dan layak secara komersial sesegera mungkin, sesuai dengan MBT. Tingginya tempo negosiasi dan keterlibatan semua pihak menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan pengembangan Greater Sunrise dan dukungan kami untuk pembangunan Timor-Leste,” ungkapnya.
Ditegaskan, selama putaran negosiasi ini, JV – Greater Sunrise memberikan informasi terbaru mengenai Studi Konsep yang sedang dilakukan oleh Wood PLC dan atas nama JV – Greater Sunrise. Semua pihak menantikan hasil studi tersebut selambat-lambatnya pada kuartal keempat tahun ini.
Berita terkait : Woodside tunjukan komitmen kembangkan Proyek Greater Sunrise
Hadir dalam pembacaaan siaran pers bersama terdiri dari Kepala Negosiator Australia untuk Proyek Greater Sunrise, David Lawrence, Perwakilan Woodside, David Reid dan Caleb Jongeling, Wakil Ketua Timor GAP, Domingos Lequisiga serta Direktur Jenderal Hubungan Bilateral Eropa, Afrika dan Amerika di Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK -tetun), Francisco Dionisio Fernandes (Maukura).
Sesuai laporan Timor GAP pengembangan Greater Sunrise, yang terletak sekitar 140 km sebelah selatan Timor-Leste. Ditemukan pada tahun 1974, kompleks Greater Sunrise memiliki sumber daya sebesar 5,1 triliun kaki kubik gas dan 226 juta barel kondensat. Proyek ini diharapkan akan mulai memproduksi gas alam pada tahun 2028-2030.
Pengembangan Greater Sunrise beserta jaringan pipa yang menyertainya ke pantai selatan Timor-Leste merupakan prioritas utama bagi kepemimpinan Timor GAP dan sangat penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Timor-Leste di masa depan.
Proyek ini akan menyediakan energi yang terjangkau, dan dapat diandalkan, dan lebih bersih bagi Timor-Leste untuk keperluan domestik dan ekspor, serta menyediakan lapangan kerja dan infrastruktur baru bagi rakyatnya.
Berita terkait : Steve Bracks temui PM Xanana bahas kelanjutan proyek Greater Sunrise
Para mitra proyek Greater Sunrise berkomitmen untuk mengembangkan proyek ini dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Timor-Leste sekaligus memperkuat ketahanan energi dan iklim negara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

