Delegasi Menteri Kehakiman CPLP temui Presiden Ramos-Horta, Bahas penguatan kerja sama hukum

DILI, 26 Oktober 2026 (TATOLI) – Delegasi Menteri Kehakiman dari negara-negara anggota Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) melakukan kunjungan kehormatan dan bertemu Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, untuk menyampaikan agenda Konferensi Menteri Kehakiman CPLP yang berlangsung pada 26–27 Oktober 2026 di Dili.
Delegasi tersebut dipimpin Menteri Kehakiman Timor-Leste, Sérgio Hornai, bersama Menteri Kehakiman Portugal, Rita Alarcão Júdice, dan Menteri Kehakiman São Tomé dan Príncipe, Vera Maria Assunção Gomes Cravid.
Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Kementerian Kehakiman Brasil, Ricardo José; Angola, José Andrade; Cabo Verde, Filomena Amador; serta Mozambik, Stella da Graça.
Menteri Kehakiman Timor-Leste, Sérgio Hornai, mengatakan kunjungan tersebut merupakan kesempatan penting bagi para delegasi untuk menyampaikan secara langsung kepada Presiden Ramos-Horta mengenai kehadiran mereka dalam konferensi sekaligus memperkuat komitmen kerja sama di bidang hukum dan peradilan.
Menurutnya, konferensi tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari pelaksanaan komitmen negara-negara anggota CPLP untuk membahas berbagai isu strategis, khususnya penguatan institusi hukum, penegakan keadilan, dan konsolidasi negara hukum yang demokratis.
“Tujuan utama konferensi ini adalah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam kerangka keanggotaan CPLP, dengan mempertemukan negara-negara anggota untuk membahas berbagai isu strategis yang penting bagi komunitas kita,” kata Sérgio Hornai.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk membahas rencana strategis bersama dalam memperkuat supremasi hukum dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi negara-negara anggota.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam konferensi hari pertama adalah meningkatnya ancaman penipuan daring (online fraud), perjudian ilegal, serta kejahatan terorganisasi yang semakin kompleks dan melintasi batas negara.
“Topik utama konferensi hari pertama adalah bagaimana memerangi penipuan daring, perjudian ilegal, dan kejahatan terorganisasi, termasuk berbagai persoalan kompleks yang berkaitan dengan aktivitas tersebut,” jelasnya.
Hornai menegaskan bahwa kejahatan lintas negara membutuhkan koordinasi yang lebih erat antara institusi penegak hukum, termasuk melalui pertukaran pengalaman, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pengembangan mekanisme kerja sama hukum internasional.
Ia juga menyampaikan kebanggaan Timor-Leste karena dapat menjadi tuan rumah konferensi yang menghadirkan para menteri dan kepala delegasi dari berbagai negara anggota CPLP.
Menurutnya, kehadiran Menteri Kehakiman Portugal dan São Tomé dan Príncipe, bersama perwakilan Brasil, Angola, Mozambik, dan Cabo Verde, memberikan kesempatan bagi setiap negara untuk berbagi perspektif mengenai upaya pencegahan, pemberantasan, dan penyelesaian berbagai bentuk kejahatan.
“Timor-Leste merasa bangga dapat menerima para menteri dan kepala delegasi dari negara-negara anggota CPLP untuk bersama-sama membahas bagaimana memperkuat institusi, meningkatkan langkah pencegahan, memberantas kejahatan, serta mencari solusi melalui kerja sama internasional,” ujarnya.
Hornai menambahkan bahwa kerja sama tersebut sangat penting mengingat negara-negara anggota CPLP tersebar di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika.
Karena itu, konferensi di Dili diharapkan dapat menghasilkan pendekatan bersama dalam menghadapi tantangan hukum dan peradilan yang semakin kompleks.
“Ini merupakan upaya untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di negara-negara kita, baik di Eropa, Afrika, maupun Amerika. Kita perlu bekerja secara paralel untuk menemukan penyelesaian hukum dan peradilan terhadap persoalan yang dihadapi bersama,” tegasnya.
Konferensi Menteri Kehakiman CPLP yang berlangsung selama dua hari di Dili menjadi momentum bagi Timor-Leste dan negara-negara anggota lainnya untuk memperkuat koordinasi serta mengembangkan kerja sama hukum dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

