iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, DILI

Pemerintah tetapkan Call-sign dan MMSI pertama untuk Kapal Berlin Nakroma

Pemerintah tetapkan Call-sign dan MMSI pertama untuk Kapal Berlin Nakroma

Menteri Transportasi dan Komunikasi, José Agostinho da Silva memberikan sertifikat tanda panggilan (Call-sign) dan Maritime Mobile Service Identity (MMSI) yang pertama kepada Kapal Berlin Nakroma sebagai kapal nasional pertama di Timor-Leste (TL). Foto Media MAPKOMS

DILI, 25 november 2021 (TATOLI)—Pemerintah melalui Otoritas Nasional Komunikasi (ANC) melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) telah menetapkan tanda panggilan (Call-sign) dan Maritime Mobile Service Identity (MMSI) yang pertama untuk Kapal Berlin Nakroma sebagai kapal nasional pertama di Timor-Leste (TL).

Pemerintah telah menetapkan Call-sign   4WBN2  dan MMSI atau Identitas Layanan Seluler Maritim 55011111 untuk Kapal Berlin Nakroma sebagai kapal komersil yang berlayar Pulang Pergi (PP) Dili, Atauro dan Oe—Cusse.

Sementara itu, Menteri MTK, José Agostinho da Silva mengatakan, selama ini  Call-sign dan MMSI kapal Berlin Nakroma terdaftar di negara Indonesia, tetapi dengan kerjasama pemerintah TL dan ITU (International Telecomunication Union), maka pada 2019, TL mendapatkan alokasi Maritime Identification Digits (MDI) 550 yang memberi jalan agar TL bisa mendaftarkan kapal dan pesawatnya sendiri.

“Kapal Berlin Nakroma menerima Call-sign dan MMSI yang telah diakui oleh dunia melalui ITU. Dulu secara fisik kapal milik TL dan administratif milik Indonesia, tetapi sekarang administratif pun milik kita, ini adalah pencapaian kita untuk mengakui sebagai negara berdaulat,” jelas José di Kantor MTK, Caicoli, kamis ini.

Ia berterimakasih khususnya pada semua yang telah bekerja keras atas kemajuan yang sudah dicapai bersama untuk memastikan identitas TL di dunia.

Di lain pihak, Ketua ANC, João Olivio Freitas mengatakan penetapan ini adalah sejarah baru di TL sebagai negara berdaulat untuk memiliki Call-sign dan MMSI untuk kapalnya sendiri agar menjamin keamanan dalam pelayaran di dunia.

“Selama ini kita berjalan dengan Call-sign dari bendera negara Indonesia karena nomor MMSI yang terdaftar untuk Berlin Nakroma sampai 12 oktober 2021, Call-sign untuk TL adalah  4W, itu untuk kapal dan pesawat, jika orang melihat 4W maka ini dari TL,” ungkapnya.

Ia menginformasikan, resiko dari kapal yang tidak memiliki Call-sign atas negaranya maka akan menjadi sebuah kekurangan besar, ANC berusaha  mendapatkan Call-sign dan MMSI demi memfasilitasi pemerintah TL dan sistem komunikasi dunia untuk mengidentifikasi kapal tersebut.

“Jika ada insiden atau kecelakan pada kapal dan mereka (nahkoda) menekan nomor transmisi maka dunia internasional akan mengetahui kapal tersebut dari mana dan posisisnya dimana, jadi ini sangat   dibutuhkan,” kata Ketua ANC.

Proses pendaftaran untuk Kapal Berlin Nakroma dilakukan dengan melakukan identifikasi dan pemeriksaan k komunikasi radio dan perlengkapan di Berlin Nakroma benar-benar memenuhi persyaratan yang ditetapkan ITU.

Setelah ITU menyetujui semua data yang diajukan, maka secara administratif Kapal Berlin Nakroma terdaftar di Sistem Basis Data Dunia di ITU sebagai milik negara TL.

Sementara itu, Direktur Nasional Transportasi Maritim, Lino Barreto menegaskan, sejak 2015 Indonesia memiliki aturannya sendiri untuk tidak mendaftarkan kapal dari negara lain, untuk itu melalui undang-undang kementerian no.15/2015, menentukan pendaftaran sementara dari kapal pengangkut Berlin Nakroma.

“ Sejak saat itu perlahan-lahan TL telah menetapkan dokumen dan beberapa sertifikasi untuk Berlin Nakroma yang mana hari ini kita memiliki MMSInya sendiri,” ucapnya.

Maritime Mobile Service Identity (MMSI) adalah rangkaian sembilan digit yang dikirim dalam bentuk digital melalui saluran frekuensi radio untuk mengidentifikasi stasiun radio kapal, stasiun bumi kapal, stasiun radio pantai, stasiun bumi pantai, dan panggilan grup secara uniik.

Kode ini dibentuk sedemikian rupa sehingga seluruh atau sebagian nomornya dapat dihubungi melalui telepon dan teleks yang terhubung ke jaringan telekomunikasi umum untuk memanggil kapal secara otomatis.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!