Empat hari jelajahi Guangxi, Jurnalis ASEAN lanjutkan perjalanan ke Fujian

NANNING, 19 September 2026 (TATOLI) – Setelah empat hari menjelajahi budaya, lingkungan, pembangunan infrastruktur, perdagangan hingga perkembangan teknologi di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China, delegasi jurnalis ASEAN pada Sabtu ini melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Fujian untuk mengikuti rangkaian berikutnya ASEAN Media Workshop.
Rangkaian kegiatan di Guangxi ditutup dengan jamuan makan malam yang diselenggarakan Foreign Affairs Office of Guangxi Zhuang Autonomous Region di Sky Bar, lantai 52, Ming Du Lakeside Hotel, Nanning, Jumat (18/09) malam.
Jamuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban hingga sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Setelah beberapa hari melakukan perjalanan bersama, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, mempererat persahabatan dan membangun jejaring dengan sesama jurnalis dari negara-negara ASEAN serta mitra di China.
Deputy Director General of Guangxi Foreign Affairs Office, Liang Ying, menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang telah datang dari berbagai negara untuk melihat langsung perkembangan Guangxi dan hubungan kerja sama China–ASEAN.

Jamuan makan malam yang untuk Delegasi jurnalis ASEAN yang diselenggarakan Foreign Affairs Office of Guangxi Zhuang Autonomous Region di Sky Bar, Ming Du Lakeside Hotel, Nanning. Foto spesial
Menurutnya, perjalanan para jurnalis bertepatan dengan perkembangan penting di Guangxi, termasuk Pinglu Canal serta penyelenggaraan China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23.
“Perairan Pinglu Canal mengalir dari pegunungan Guangxi menuju Beibu Gulf, kemudian ke Laut China Selatan dan terus menuju kampung halaman Anda masing-masing. Ini adalah perairan konektivitas, peluang dan persahabatan,” kata Liang Ying.
Ia mengatakan CAEXPO juga menjadi platform penting yang menghubungkan Guangxi dengan negara-negara ASEAN dan dunia yang lebih luas.
“Platform China-ASEAN Expo dimulai dari Nanning di Guangxi, menghubungkan negara-negara ASEAN, terhubung dengan dunia yang lebih luas dan membawa kita menuju masa depan bersama. Ini merupakan jembatan kerja sama, manfaat bersama dan hubungan antarmasyarakat,” ujarnya.

Deputy Director General of Guangxi Foreign Affairs Office, Liang Ying. Foto spesial
Liang Ying menilai empat hari perjalanan memberikan kesempatan kepada delegasi media untuk melihat berbagai wajah Guangxi, mulai dari keindahan lingkungan dan kekayaan budaya hingga perkembangan industri serta inovasi teknologi.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat mendorong media dari China dan ASEAN untuk terus menjadi jembatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat kedua kawasan.
“Kami berharap dapat terus menggunakan media sebagai jembatan dan ketulusan sebagai pengikat untuk bersama-sama menulis lebih banyak kisah indah tentang saling pengertian, kebersamaan dan kemakmuran bersama antara China dan ASEAN,” katanya.
Dalam jamuan tersebut, jurnalis Timor-Leste Domingos Tilman mendapat kesempatan menyampaikan sambutan mewakili delegasi media ASEAN.
Domingos menyampaikan apresiasi kepada China International Press Communication Center (CIPCC) dan Foreign Affairs Office of Guangxi atas penyelenggaraan kegiatan serta sambutan yang diberikan kepada para peserta selama berada di Guangxi.
“Sebagai jurnalis dari Timor-Leste, dan Timor-Leste sebagai anggota terbaru keluarga ASEAN, merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk mengalami kawasan ini bersama rekan-rekan ASEAN,” katanya.
Ia mengatakan perjalanan di Guangxi memperlihatkan perpaduan antara warisan budaya dan perkembangan modern, mulai dari tradisi Nixing Pottery dan musik etnik hingga pembangunan Pinglu Canal, Beibu Gulf Smart Port serta pengembangan kecerdasan buatan.
Domingos menyoroti Pinglu Canal sebagai salah satu pengalaman penting dalam kunjungan tersebut karena proyek itu memperlihatkan upaya memperkuat konektivitas antara wilayah pedalaman China dengan laut dan jalur perdagangan regional.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam membawa berbagai isu pembangunan, perdagangan dan diplomasi agar lebih mudah dipahami masyarakat.
“Sebagai profesional media, peran kita lebih dari sekadar melaporkan fakta, kita membangun jembatan. Kita menerjemahkan infrastruktur, perdagangan dan diplomasi menjadi cerita yang menghubungkan masyarakat nyata melintasi batas negara,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal bagi pertukaran media, liputan bersama dan kerja sama kelembagaan yang lebih erat antara media ASEAN dan China.
Empat hari mengenal Guangxi
Kegiatan lapangan delegasi dimulai pada 15 September di Nanning dengan mengunjungi Guangxi Arts University dan Guangxi Ethnic Music Museum, dilanjutkan ke Museum of Guangxi Zhuang Autonomous Region untuk mengenal musik, budaya dan sejarah masyarakat setempat.
Dari Nanning, rombongan bergerak menuju Kota Qinzhou dan mengunjungi Blue Bay Mangrove Nature Reserve, kawasan Qinzhou Port yang berkaitan dengan Western Land-Sea New Corridor, serta Qinzhou Nixing Pottery Museum/Experience Center.
Pada 16 September, perjalanan dilanjutkan dengan melihat Beibu Gulf Smart Port Innovation Center, Guangxi CNGR New Energy Technology dan China-Malaysia Qinzhou Industrial Park.
Delegasi juga mengunjungi Madao Water Control Project di Pinglu Canal untuk melihat pembangunan infrastruktur yang dirancang memperkuat jalur transportasi air dan konektivitas Guangxi dengan laut.
Setelah menyelesaikan kegiatan di Qinzhou, para peserta kembali ke Nanning untuk mengikuti rangkaian kegiatan terkait CAEXPO.
Pada 17 September, delegasi menghadiri dan meliput pembukaan China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) ke-23 di Nanning International Convention & Exhibition Center.
Para jurnalis mengunjungi berbagai paviliun dan stan negara-negara ASEAN, termasuk Timor-Leste yang menampilkan sejumlah produk lokal. Pada malam hari, peserta juga mengikuti China-ASEAN Journalists’ Roundtable bersama jurnalis Guangxi untuk bertukar pandangan mengenai hubungan dan masa depan kerja sama media China–ASEAN.
Sementara pada 18 September, delegasi melanjutkan kunjungan ke sejumlah pusat kerja sama China–ASEAN di Nanning, termasuk China-ASEAN Mercantile Exchange (CAMEX) dan China-ASEAN Artificial Intelligence Application Cooperation Center.
Di pusat kerja sama AI tersebut, para jurnalis melihat secara langsung berbagai penerapan kecerdasan buatan, mulai dari robot, teknologi penerjemahan bahasa dan perangkat elektronik hingga transportasi pintar, layanan kesehatan dan teknologi yang membantu diagnosis penyakit.
Delegasi juga melihat penggunaan platform AI NOVA untuk membantu proses pembuatan short drama, memperlihatkan bagaimana teknologi tersebut mulai digunakan tidak hanya untuk industri dan layanan publik, tetapi juga sektor kreatif.
Rangkaian perjalanan tersebut membawa para jurnalis dari Nanning menuju Qinzhou dan kembali lagi ke Nanning, dengan pengalaman yang mencakup budaya dan sejarah, konservasi lingkungan, pelabuhan dan logistik, industri energi baru, pembangunan kanal, perdagangan China–ASEAN hingga perkembangan teknologi.
Jamuan pada Jumat malam kemudian menjadi penutup kebersamaan delegasi selama berada di Guangxi. Liang Ying menutup sambutannya dengan mengajak para peserta mengangkat gelas untuk persahabatan yang berkelanjutan antara China dan ASEAN.
Usai jamuan sekitar pukul 21.00, para peserta kembali ke Wo Sheng Hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan perjalanan berikutnya.
Pada Sabtu, 19 September 2026, delegasi kembali menuju bandara untuk terbang ke Provinsi Fujian, melanjutkan rangkaian ASEAN Media Workshop setelah membawa pengalaman baru, cerita serta persahabatan yang terbangun selama empat hari perjalanan di Guangxi.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

