Top

CAMEX siapkan Paviliun Timor-Leste, produk lokal dinantikan masuk pasar China

Delegasi media ASEAN berkunjung ke China–ASEAN Mercantile Exchange (CAMEX). Foto TATOLI/Cidalia Fatima

NANNING, 18 September 2026 (TATOLI) – China–ASEAN Mercantile Exchange (CAMEX) membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Timor-Leste untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar China, menyusul telah tersedianya paviliun khusus Timor-Leste di pusat distribusi produk unggulan ASEAN di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China.

Peluang tersebut terlihat dalam kunjungan delegasi media ASEAN ke China–ASEAN Mercantile Exchange (CAMEX), Jumat (18/09), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pada hari terakhir delegasi selama berada di Guangxi.

Di pusat tersebut, ribuan produk dari negara-negara ASEAN dipamerkan dan dipasarkan, mulai dari makanan dan minuman, parfum, produk kesehatan hingga berbagai produk olahan lainnya. Sejumlah produk bahkan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar China dan tidak banyak ditemukan atau dipasarkan secara langsung di negara asalnya.

Paviliun Timor-Leste di China–ASEAN Mercantile Exchange (CAMEX). Foto TATOLI/Cidalia Fatima

Namun, di tengah beragam produk ASEAN yang memenuhi pusat perdagangan tersebut, paviliun Timor-Leste masih belum diisi produk lokal meskipun ruang khusus bagi negara itu telah tersedia.

Direktur Pemasaran Internasional CAMEX, Philip Chong, mengatakan pihaknya kini menantikan produk dan keterlibatan UMKM Timor-Leste untuk memanfaatkan ruang tersebut.

“Kami membutuhkan produk. Kami membutuhkan produk sekarang. Saat ini saya sedang berbicara dengan asosiasi kopi. Kopi adalah salah satu bagiannya,” kata Philip Chong kepada delegasi media ASEAN saat memperkenalkan paviliun Timor-Leste.

Menurutnya, kopi dapat menjadi salah satu produk Timor-Leste yang diperkenalkan melalui CAMEX. Namun, peluang tersebut tidak terbatas pada komoditas itu karena masih terdapat ruang bagi berbagai produk UMKM Timor-Leste lainnya.

Ia menggambarkan paviliun yang telah tersedia sebagai sebuah panggung yang kini membutuhkan kehadiran para pelaku usaha Timor-Leste untuk mengisinya dengan produk mereka.

“Panggungnya sudah tersedia. Sekarang kami membutuhkan para pemain untuk datang dan tampil,” ujarnya.

Philip mengatakan sejumlah pengunjung dari Timor-Leste telah mendatangi lokasi tersebut dalam beberapa hari terakhir dan memberikan tanggapan positif terhadap paviliun yang telah dipersiapkan.

“Dalam beberapa hari terakhir sudah ada beberapa orang dari Timor-Leste yang datang. Mereka menyukai tempat ini dan mengatakan bahwa lokasi yang dipilih sudah tepat,” katanya.

Produk-produk dari negara-negara ASEAN yang dipamerkan di China–ASEAN Mercantile Exchange (CAMEX). Foto TATOLI/Cidalia Fatima

CAMEX juga membuka kemungkinan untuk menyesuaikan tampilan visual maupun konsep paviliun agar lebih mencerminkan identitas dan karakter Timor-Leste.

“Beri tahu saya apabila visual atau storyboard di sini tidak sesuai dengan negara Anda. Kami bisa melakukan penyesuaian,” jelasnya.

Ia berharap kunjungan perwakilan maupun pejabat Timor-Leste dapat membantu memperkenalkan peluang tersebut kepada pelaku UMKM di dalam negeri sehingga lebih banyak produk nasional dapat disiapkan untuk dipromosikan melalui CAMEX.

“Kami juga berharap ketika mereka kembali, mereka dapat membantu kami mempromosikan hal ini agar para pelaku UMKM dapat menghasilkan produk,” katanya.

CAMEX sendiri didirikan bersama oleh China–Singapore Nanning International Logistics Center dan Sekretariat China–ASEAN Expo (CAEXPO), serta resmi diluncurkan pada September 2022.

Platform tersebut menggabungkan sistem digital daring dengan pengalaman perdagangan secara langsung atau offline untuk membangun wadah terpadu bagi pertukaran ekonomi dan perdagangan antara China, negara-negara ASEAN, negara lain dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), serta negara-negara penting di sepanjang jalur Belt and Road.

CAMEX juga memanfaatkan paviliun tematik yang dirancang dengan unsur budaya khas dari berbagai negara dan kawasan ASEAN. Melalui konsep tersebut, produk dan identitas budaya digunakan sebagai bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha sekaligus memperluas hubungan perdagangan.


Delegasi media ASEAN melakukan kunjungan ke China–Singapore Nanning International Logistics Park. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

CAMEX dikembangkan dengan konsep “China–ASEAN Expo yang berlangsung 365 hari tanpa henti”, sehingga kegiatan promosi dan perdagangan produk tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan tahunan CAEXPO.

Melalui platform tersebut, pelaku usaha dari China maupun luar negeri diharapkan dapat menjangkau pasar China, ASEAN dan negara-negara anggota RCEP lainnya dengan biaya lebih rendah, proses yang lebih efisien dan saluran perdagangan yang lebih luas.

Bagi Timor-Leste, keberadaan paviliun khusus di CAMEX membuka peluang untuk memperkenalkan lebih banyak produk nasional ke pasar tersebut. Saat ini, kopi menjadi salah satu produk yang mulai dijajaki, sementara berbagai produk lokal dan hasil olahan UMKM lainnya juga berpotensi memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Selain kopi, CAMEX menampilkan berbagai komoditas dan produk olahan dari negara-negara ASEAN. Salah satu produk yang diperkenalkan kepada delegasi adalah kunyit.

Philip menjelaskan bahwa di China, kunyit antara lain dikenal sebagai bahan tambahan pewarna, sementara di sejumlah negara lain produk tersebut juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk produk kesehatan dan suplemen.

Sebelumnya, delegasi media ASEAN telah melakukan perjalanan ke China–Singapore Nanning International Logistics Park untuk melihat pengembangan infrastruktur logistik internasional dan konektivitas perdagangan yang mendukung pergerakan barang antara China dan negara-negara ASEAN.

Setelah makan siang, delegasi mengunjungi China–ASEAN AI Application Cooperation Center untuk mengenal penerapan kecerdasan buatan (AI) serta perkembangan kerja sama teknologi antara China dan ASEAN.

Agenda hari itu kemudian dilanjutkan ke China–ASEAN Healthcare Cooperation Center, tempat delegasi memperoleh informasi mengenai berbagai bentuk kerja sama China–ASEAN di sektor kesehatan.

Rangkaian kunjungan pada 18 September tersebut menjadi agenda hari terakhir delegasi media ASEAN selama berada di Guangxi, setelah sebelumnya mengikuti berbagai kegiatan lapangan dan rangkaian China–ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning.

Kunjungan hari terakhir menyoroti sejumlah bidang kerja sama China–ASEAN, mulai dari perdagangan dan logistik hingga kecerdasan buatan dan kesehatan. Bagi Timor-Leste, keberadaan paviliun di CAMEX sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas promosi produk lokal serta menjajaki akses ke pasar China dan negara-negara RCEP lainnya.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!