iklan

POLITIK, DILI, PENDIDIKAN

Soal vaksin Pfizer, Menteri Armindo larang pihak sekolah buat keputusan sendiri

Soal vaksin Pfizer, Menteri Armindo larang pihak sekolah buat keputusan sendiri

Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (MEJD), Armindo Maia. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 16 november 2021 (TATOLI)—Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (MEJD), Armindo Maia, meminta dan melarang setiap sekolah untuk mengambil keputusan sendiri terkait pemberian vaksin Pfizer kepada anak-anak sekolah.

“Kita harus konsisten, tidak boleh ada yang menerapkan peraturan sesuai dengan keinginannya. Pemerintah ada untuk mengaturnya, jadi tidak boleh  memaksa. Semua wewenang ada pada pemerintah untuk mengatur. Karena, semua persyaratan yang diberikan pemerintah untuk mencegah semua orang termasuk para siswa agar tidak terkena virus Covid-19,” kata Menteri MEJD, Armindo Maia pada wartawan di Aula Delta Nova, senin ini.

Menurutnya, semua syarat yang diterapkan dan diberikan oleh pemerintah untuk melindungi semua orang dari penyebaran virus Covid-19, sehingga pemerintah tidak memaksa para siswa sekolah untuk menerima vaksin Pfizer.

“Jika ada guru yang masih saja nakal, bisa diberikan informasinya kepada kami.  Maka Kementerian  akan mengambil Tindakan. Perlu diketahui   kami telah memberi persyaratan khususnya bagi guru pegawai negeri, tetap, guru  kontrak yang dibayar  MEJD dan sukarelawan yang di rekomendasi MEJD,” kata Menteri, Armindo.

Dijelaskan,  dalam waktu dekat MEJD akan membuka lowongan pekerjaan pada sekitar 876 guru. Namun, persyaratannya  harus mempunyai kartu vaksinasi Covid-19 lengkap. Itu dilakukan untuk melindungi semua orang.

“Selama dilaksakanakan vaksin Pfizer untuk siswa sekolah, MEJD sering lakukan konsultasi dengan pihak sekolah dan petugas Kesehatan. Selama ini tidak ada masalah, mulai dari sosialisasi yang dilakukan untuk orangtua agar anak mereka  menerima vaksin Pfizer,” tegasnya.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!