Top

Uni Eropa kirim tim ahli dukung evaluasi persiapan penyelenggaraan Pilpres Timor-Leste

Foto google

DILI, 28 Oktober 2026 (TATOLI) – Uni Eropa (UE) mengirimkan tim ahli ke Timor-Leste untuk mengevaluasi kondisi dan kesiapan penyelenggaraan pemilihan presiden (Pilpres) yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang, sebelum memutuskan pengiriman misi pemantau pemilu internasional.

Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Thorsten Bargfrede, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas undangan Presiden Republik, José Ramos-Horta, kepada Uni Eropa untuk melakukan pemantauan terhadap proses pemilihan presiden mendatang.

Hal tersebut disampaikan Thorsten Bargfrede kepada wartawan usai pertemuan delegasi Uni Eropa dengan Menteri Administrasi Negara (MAE), Tomás do Rosário Cabral, di kantor Kementerian Administrasi Negara, Dili (27/10).

“Uni Eropa memiliki tim ahli yang berada di Timor-Leste selama pekan lalu dan pekan ini. Kehadiran mereka merupakan tindak lanjut atas undangan Presiden Republik untuk mengamati pemilihan presiden yang akan berlangsung pada Maret mendatang,” kata Thorsten Bargfrede.

Ia menjelaskan bahwa tim tersebut terdiri atas para ahli di bidang politik, demokrasi, dan logistik yang bertugas menilai berbagai kondisi yang diperlukan sebelum Uni Eropa memutuskan pengiriman misi pemantau pemilu.

Selama berada di Timor-Leste, tim ahli tersebut telah melakukan konsultasi dengan sejumlah pihak, termasuk perwakilan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan media massa.

Menurutnya, konsultasi tersebut bertujuan menilai apakah pengiriman misi pemantau pemilu sesuai dengan kepentingan Uni Eropa dan Timor-Leste, serta apakah kondisi yang diperlukan telah terpenuhi.

“Tim ini terdiri atas para ahli politik, demokrasi, dan logistik. Mereka telah berdiskusi dengan anggota pemerintah, masyarakat sipil, dan media untuk menilai apakah kondisi yang ada memungkinkan pengiriman misi pemantau pemilu,” jelasnya.

Thorsten Bargfrede menyampaikan optimismenya terhadap kemungkinan pengiriman misi pemantau Uni Eropa ke Timor-Leste.

Ia mengatakan apabila disetujui, misi tersebut akan menjadi misi pemantauan pemilu Uni Eropa yang keenam di Timor-Leste.

“Ini akan menjadi misi pemilu Uni Eropa yang keenam. Karena itu, saya pikir kita dapat yakin bahwa kondisi yang diperlukan tersedia untuk mengirimkan misi tersebut,” ujarnya.


Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Thorsten Bargfrede. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

MAE dorong pemantauan pemilu hingga daerah terpencil

Sementara itu, Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral, menekankan pentingnya keterlibatan pemantau internasional dalam mengikuti seluruh proses pemilihan presiden, tidak hanya di ibu kota Dili, tetapi juga hingga wilayah terpencil.

Menurutnya, Uni Eropa merupakan mitra tetap Timor-Leste yang memiliki peran penting dalam mendukung proses demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.

“Uni Eropa merupakan mitra permanen. Pemantauan tidak hanya dilakukan di Dili, tetapi juga harus menjangkau pusat-pusat yang paling terpencil untuk mengikuti seluruh proses pemilu,” kata Menteri Tomás Cabral.

Ia menjelaskan bahwa tim pemantau juga perlu melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi Pemilihan Nasional (CNE), Sekretariat Teknis Administrasi Pemilihan (STAE), serta media massa.

Menurutnya, konsultasi dengan lembaga penyelenggara pemilu dan media diperlukan agar para pemantau memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai persiapan dan pelaksanaan pemilihan presiden.

Selain Uni Eropa, Menteri Tomás juga menyampaikan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Australia diperkirakan akan mengirimkan misi pemantau pemilu ke Timor-Leste.

“Australia juga akan mengirimkan misi pemantaunya. Semakin banyak yang datang, semakin baik, agar pemantauan pemilu dapat dilakukan secara berkualitas,” ujarnya.

Terkait jumlah pemantau Uni Eropa yang akan hadir, Menteri Tomás mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian karena keputusan tersebut masih bergantung pada hasil penilaian dan kemampuan pendanaan pihak Uni Eropa.

“Belum ada jumlah yang ditentukan karena mereka harus melakukan penilaian terlebih dahulu. Duta Besar juga perlu menyampaikan hasilnya kepada pihak Uni Eropa untuk memutuskan berapa banyak personel yang dapat dikirim sesuai kemampuan pendanaan,” jelasnya.

Pemerintah harapkan dukungan pelatihan pemantau nasional

Selain membahas pengiriman pemantau internasional, Menteri Tomás Cabral juga meminta Uni Eropa mempertimbangkan pemberian dukungan terhadap persiapan penyelenggaraan pemilu, terutama melalui kerja sama dengan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut dapat diarahkan pada pelatihan bagi pemantau nasional, saksi pemilu, serta penguatan kapasitas lembaga penyelenggara pemilu.

“Saya meminta kepada mereka, apabila memiliki pendanaan, agar dapat membantu badan PBB yang sedang melakukan studi penilaian, karena mereka akan menyelenggarakan pelatihan bagi para pemantau nasional dan mendukung pelatihan bagi para pengawas pemilu,” kata Menteri Tomás.

Menurutnya, bantuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan CNE dan STAE dalam menyelenggarakan pemilihan presiden.

“Saya meminta agar Uni Eropa dapat memberikan dukungan, khususnya kepada badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, karena akan ada tim yang membantu kita, terutama STAE dan CNE, dalam persiapan pemilu,” tambahnya.

Kehadiran tim ahli Uni Eropa merupakan bagian dari proses penilaian awal untuk menentukan kemungkinan pengiriman misi pemantau pemilu ke Timor-Leste.

Hasil penilaian tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan Uni Eropa dalam mengambil keputusan mengenai pengiriman misi pemantau, termasuk jumlah personel dan kebutuhan pelaksanaannya. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!