Setahun jadi anggota ASEAN, Timor-Leste evaluasi proses integrasi

DILI, 26 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste mengevaluasi perkembangan proses integrasi negara ke dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), bertepatan dengan peringatan satu tahun keanggotaan penuh Timor-Leste dalam organisasi regional tersebut pada 26 Oktober 2026.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui Pertemuan Koordinasi Antar-Kementerian ke-5 mengenai keanggotaan Timor-Leste di ASEAN, yang diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan ke-4 Dewan Nasional Penyelenggaraan Keketuaan ASEAN (ACNOC), pada Senin (26/10).
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Timor-Leste, kedua pertemuan tersebut bertujuan meninjau kemajuan pelaksanaan komitmen keanggotaan ASEAN, memperkuat koordinasi antarlembaga nasional, sekaligus mempersiapkan Timor-Leste untuk menjalankan keketuaan ASEAN pada 2029.
Pertemuan tersebut berlangsung tepat satu tahun setelah Timor-Leste secara resmi diterima sebagai negara anggota ke-11 ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025.
Selama satu tahun menjadi anggota penuh, Timor-Leste telah berpartisipasi dalam berbagai struktur dan mekanisme ASEAN serta melanjutkan proses integrasi kelembagaan dan pelaksanaan komitmen yang berkaitan dengan statusnya sebagai negara anggota.
Melalui Pertemuan Koordinasi Antar-Kementerian ke-5, pemerintah meninjau perkembangan proses tersebut, termasuk berbagai prioritas yang membutuhkan koordinasi antara kementerian dan lembaga nasional dalam memenuhi kewajiban keanggotaan ASEAN.
Koordinasi lintas kementerian menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan itu, mengingat proses integrasi ASEAN melibatkan berbagai sektor pemerintahan yang memerlukan penyesuaian kebijakan dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Selain mengevaluasi proses integrasi, pemerintah juga membahas langkah-langkah persiapan menuju keketuaan ASEAN pada 2029 melalui Pertemuan ke-4 ACNOC.
Pembahasan tersebut mencakup aspek organisasi dan kelembagaan, termasuk proses penyusunan secara bertahap sejumlah prioritas yang akan diusung Timor-Leste ketika memimpin organisasi regional tersebut.
Dalam pertemuan itu, pemerintah turut membahas agenda ekonomi yang berkaitan dengan penyusunan Priority Economic Deliverables (PED), yaitu capaian-capaian prioritas di bidang ekonomi yang akan menjadi bagian dari agenda keketuaan ASEAN.
Persiapan PED tersebut juga dibahas dalam kaitannya dengan mekanisme koordinasi nasional untuk memastikan berbagai agenda ekonomi dapat dipersiapkan sejalan dengan tanggung jawab Timor-Leste sebagai calon pemegang keketuaan ASEAN pada 2029.
Melalui kedua pertemuan ini, pemerintah melanjutkan upaya memperkuat koordinasi nasional dalam menjalankan komitmen keanggotaan dan mempersiapkan tanggung jawab yang lebih besar di tingkat regional.
Setelah resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 2025, Timor-Leste kini memasuki tahun kedua keanggotaannya dengan agenda melanjutkan proses integrasi kelembagaan, melaksanakan berbagai komitmen regional, serta mematangkan persiapan untuk memimpin ASEAN pada 2029.
Pemerintah menegaskan kelanjutan proses koordinasi nasional tersebut sebagai bagian dari persiapan Timor-Leste dalam menjalankan tanggung jawab keanggotaan dan keketuaan ASEAN pada masa mendatang.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

