Top

Pemerintah Indonesia jamin perusahaan Waskita Karya percepat proyek perluasan Bandara AIPNL

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay didampingi Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu dan Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Augusto Junior melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan BKPM serta CEO Badan BPI Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani. Foto Media MTK

DILI, 19 Oktober 2026 (TATOLI) —   Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta  CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mendukung dan menjamin perusahaan Waskita Karya untuk mempercepat pengerjaan proyek perluasan Bandara Internasional Nicolau Lobato, Dili (AIPNL – Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato.

Dukungan Menteri Rosan Perkasa Roeslani dinyatakan dalam pertemuan yang dilakukan dengan  Pemerintah Timor-Leste, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay didampingi oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, serta Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Augusto Junior. Pertemuan tersebut  digelar di Jakarta – Indonesia pada 15 Oktober 2026.

Melansir Laman Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) disebutkan bahwa  bahwa  Pemerintah Timor-Leste mengadakan pertemuan dengan mitra investasi, seperti Danantara Indonesia, untuk berfokus pada percepatan proyek pengembangan dan perluasan Bandara Internasional Nicolau Lobato, yang ditargetkan rampung pada tahun 2028.

Dalam pertemuan tersebut membahas perkembangan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan Waskita Karya terkait pengembangan dan penataan Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Komoro, Dili.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuady Lay, mengatakan bahwa dalam pertemuan Menteri Investasi Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, telah memberikan jaminan bahwa perusahaan Waskita Karya akan mempercepat pengerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, dengan dukungan dari pemerintah Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Miguel Manetelu menyampaikan bahwa melalui hubungan yang semakin erat antara pemerintah Timor-Leste dan Indonesia, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan akan mendukung Waskita Karya untuk mempercepat pengerjaan proyek tersebut, mengingat pada tahun 2029 Timor-Leste akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN.

“Yang Terhormat Wakil Perdana Menteri, Francisco Kalbuady Lay, memberikan arahan untuk berkomunikasi dengan Menteri Investasi Indonesia serta CEO Danantara. Dan Danantara memimpin badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia, termasuk Waskita. Karena kami melihat perkembangan pekerjaan di lapangan tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan, kami tidak yakin proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pihak Waskita sendiri. Oleh karena itu, kami melakukan pendekatan antar-pemerintah (G-to-G), di mana pemerintah Indonesia—melalui Menteri Investasi serta CEO Danantara—memberikan jaminan bahwa pemerintah Indonesia akan mendukung Waskita sebagai perusahaan negara hingga tahun 2028,” ujar Menteri Manetelu.

Sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan Timor-Leste dengan dunia, pengembangan dan perluasan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato yang ditargetkan rampung pada tahun 2028 merupakan prioritas strategis untuk memperkuat konektivitas antara Timor-Leste dan dunia.

Untuk diketahui, dalam siaran pers dari Pemerintah tertanggal 16 agustus 2024, menyebutkan keputusan menunjuk perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Indonesia diambil setelah melakukan analisis yang cermat terhadap pengaturan kontrak untuk proyek tersebut dan sejalan dengan tujuan mengembangkan Rencana Induk untuk AIPNL di Dili dan menyelesaikan perluasannya, termasuk landasan pacu, dan memastikan kondisi yang diperlukan agar bandara ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar satu juta penumpang per tahun dengan standar keamanan tertinggi, yang ditetapkan dalam Program Pemerintah Konstitusional IX.

Sehingga, pada 21 agustus 2024, Pemerintah Timor-Leste melalui MTK sepakat melanjutkan kontrak dengan perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Indonesia untuk membangun landasan pacu AIPNL Comoro.

Dengan perluasan landasan pacu yang akan dilakukan dalam tiga tahap, bandara ini akan dapat menerima pesawat yang lebih besar, secara signifikan meningkatkan infrastruktur yang ada. Tahap pertama adalah memperpanjang landasan pacu yang ada saat ini dari 1.850 meter menjadi 2.100 meter.

Pada tahap kedua, landasan pacu akan diperpanjang 400 meter ke arah laut, sehingga total panjangnya mencapai 2.500 meter. Terakhir, pada tahap ketiga, landasan pacu akan diperpanjang 500 meter lagi ke arah yang berlawanan, sehingga total panjangnya mencapai 3.000 meter.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!