Top

Hari Pangan Sedunia, TL dorong diversifikasi produk lokal untuk tingkatkan gizi masyarakat

Pemerintah memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MAPPF) bersama Dewan Nasional Kedaulatan, Ketahanan Pangan dan Gizi Timor-Leste (KONSSANTIL) serta mitra pembangunan. Foto TATOLI/Arminda Fonseca

DILI, 16 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi dan diversifikasi produk pangan lokal yang bergizi guna memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan fenomena El Niño yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.

Hal tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri, Mariano Assanami Sabino, dalam peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MAPPF) bersama Dewan Nasional Kedaulatan, Ketahanan Pangan dan Gizi Timor-Leste (KONSSANTIL) serta mitra pembangunan di Aula Três de Março Maubai, Comoro, Dili, Jumat ini.

Peringatan tahun ini mengangkat tema nasional “Investe iha Inovasaun Garante Seguransa Ai-han no Nutrisaun” atau “Berinvestasi dalam Inovasi untuk Menjamin Ketahanan Pangan dan Gizi”, serta tema internasional “Innovate Today, Nourish Tomorrow”.

Dalam sambutannya, Assanami menegaskan bahwa ketahanan pangan dan gizi merupakan persoalan penting yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama dalam menghadapi fenomena El Niño yang dapat menyebabkan kemarau panjang, kekurangan air, dan menurunnya produksi pertanian.

“Kita perlu mencari cara untuk beradaptasi dengan situasi ini, termasuk mengubah pola pikir mengenai makanan yang kita konsumsi,” kata Assanami.

Menurutnya, meskipun musim kemarau panjang dapat memengaruhi produksi padi, masyarakat masih memiliki berbagai sumber pangan lokal seperti ubi, singkong, pisang, dan hasil pertanian lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif makanan pokok.

“Kita harus memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendiversifikasi makanan dan memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.

Wakil Perdana Menteri, Mariano Assanami Sabino. Foto TATOLI/Arminda Fonseca

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak seharusnya hanya bergantung pada beras, melainkan perlu mengombinasikan berbagai sumber karbohidrat dengan makanan lain yang memiliki kandungan nutrisi beragam untuk menjaga kesehatan.

Assanami juga meminta MAPPF memperkuat sistem pangan nasional, mulai dari persiapan lahan, penanaman, panen, transportasi, penyimpanan hingga distribusi produk ke pasar, agar makanan bergizi dapat tersedia dan diakses masyarakat secara aman.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan, Marcos da Cruz, mengatakan peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemajuan dan tantangan dalam mengatasi kelaparan, kerawanan pangan, serta malnutrisi.

Menurutnya, inovasi pertanian tidak selalu membutuhkan teknologi modern atau peralatan mahal, tetapi juga mencakup perbaikan teknik budidaya, pengelolaan air, pengolahan hasil pertanian, dan pengurangan kehilangan hasil pascapanen.

“Inovasi juga berarti memperbaiki cara kita menanam padi, jagung, sayuran dan buah-buahan, beternak, menangkap ikan, mengelola air dan tanah, serta menghubungkan produsen dengan pasar,” jelas Marcos.

Ia mengungkapkan bahwa produktivitas padi nasional meningkat dari 1,7 ton per hektare pada 2005 menjadi 3,7 ton per hektare pada 2026. Sementara itu, produktivitas jagung naik dari 1,3 ton menjadi 2,8 ton per hektare pada periode yang sama.

Pada 2026, luas lahan budidaya padi mencapai 40.210 hektare dan jagung 43.876 hektare. Sedangkan pada 2025, produksi sayuran mencapai 26.304 ton dan buah-buahan lokal sebanyak 15.700 ton.

Meskipun menunjukkan peningkatan, Marcos mengakui bahwa produksi pangan domestik belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nasional sehingga Timor-Leste masih bergantung pada impor.

Foto TATOLI/Arminda Fonseca

Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan irigasi, penyuluhan, penggunaan teknologi, dan penguatan akses pasar bagi petani.

Di sektor peternakan dan perikanan, produksi daging sapi dan kambing dari rumah pemotongan hewan pada 2025 mencapai 156 ton, daging babi lokal 120 ton, dan ayam pedaging 366 ton. Sementara itu, hasil tangkapan ikan laut mencapai 7.718 ton dan produksi akuakultur sebanyak 3.360 ton.

Menurut Marcos, sektor-sektor tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan ketersediaan protein dan memperluas pilihan makanan bergizi bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya investasi dalam pengolahan, penyimpanan, pengemasan, serta pengembangan hubungan antara produsen lokal dengan supermarket, hotel, restoran, dan program makanan sekolah.

Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 turut dimeriahkan dengan pameran produk pertanian yang melibatkan berbagai kelompok petani lokal.

Dalam pameran tersebut, para peserta memperkenalkan beragam produk hasil pertanian yang telah diolah menjadi makanan, produk herbal, dan hasil olahan lainnya.

Ketua KONSSANTIL, Comar Mendonça, mengatakan pameran tersebut menjadi kesempatan untuk mempromosikan produksi lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan dan konsumsi pangan dalam negeri.

Ia menilai kegiatan tersebut juga mencerminkan kerja sama antara lembaga pemerintah, kelompok petani, dan mitra pembangunan untuk mencapai tujuan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan gizi nasional.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!