Hari Pangan Sedunia, PBB soroti sistem produksi pangan dan rantai pasok global

DILI, 16 Oktober 2026 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres dalam pesannya pada Hari Pangan Sedunia 2026 menyoroti sistem produksi pangan di tingkat lokal maupun global yang lebih produktif dan tangguh, karena pangan adalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang mendasar bagi semua orang.
Sekjen PBB dalam pesan resminya pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang diakses dari Laman PBB, disebutkan bahwa pangan adalah Hak Asasi Manusia yang mendasar, namun, tercatat sekitar 645 juta orang masih menghadapi kelaparan pada tahun lalu. Selain itu, hampir 2,7 miliar orang tidak mampu memenuhi kebutuhan pola makan yang sehat.
Dikatakan, berbagai krisis dan guncangan yang datang bergantian semakin memperparah tekanan ini dan mengganggu sistem produksi dan rantai pasok global, serta meningkatnya harga pangan dan pupuk, yang berakibat pada semakin sulitnya makanan bergizi untuk dijangkau oleh jutaan orang.
“Padahal kita memiliki pengetahuan, teknologi, dan kemampuan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Inilah saatnya kita memanfaatkannya,” kata Sekjen PBB.
Tema Hari Pangan Sedunia tahun ini adalah “Inovasi Masa Kini, Ketahanan Pangan Nanti.”. Jadi, katanya dengan memanfaatkan data, inovasi, dan teknologi — termasuk kecerdasan buatan (AI) — untuk bisa memastikan setiap orang dapat mengakses makanan bergizi.
Ia melanjutkan bahwa dengan menyatukan para ilmuwan, peneliti, inovator, petani, Masyarakat Adat, hingga generasi muda untuk merumuskan solusi bersama dan memobilisasi pendanaan untuk memastikan makanan bergizi lebih tersedia dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat di negara-negara berkembang.
“Dengan mendukung kelestarian ekosistem serta masyarakat yang menjadi tulang punggung sistem pangan kita — sejalan dengan peringatan Tahun Internasional Padang Penggembala serta peringatan Tahun internasional Petani Perempuan. Jadi, dengan membangun sistem pangan di tingkat lokal maupun global yang lebih produktif dan Tangguh untuk mengakses makanan bergizi,” katanya.
Jadi, ia mengatakan untuk bersama-sama, pastikan bahwa setiap orang, di mana pun mereka berada, memiliki akses terhadap makanan yang aman, bergizi, dan terjangkau.
Untuk diketahui bahwa, Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati setiap 16 Oktober. Hari Pangan Sedunia menjadi salah satu momentum penting untuk mengingatkan masyarakat tentang kebutuhan pangan yang layak bagi seluruh manusia.
Ketersediaan makanan yang aman dan bergizi masih menjadi tantangan di berbagai negara, terutama ketika krisis dan kenaikan harga memengaruhi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, momentum peringatan ini tidak hanya menyoroti persoalan kelaparan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mendukung sistem pangan yang berkelanjutan.
TATOLI

