Transportasi online berkembang di Timor-Leste, Pemerintah siapkan regulasi

DILI, 13 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) tengah menyiapkan regulasi khusus untuk mengatur operasional transportasi berbasis aplikasi atau transportasi online, menyusul berkembangnya layanan ojek dan taksi online yang dikelola sejumlah perusahaan swasta di Timor-Leste.
Direktur Nasional Transportasi Darat (DNTT), Nelson Sequeira, mengatakan rancangan dekrit undang-undang mengenai transportasi online saat ini sedang disusun oleh Kantor Hukum Kementerian Transportasi dan Komunikasi guna memberikan dasar hukum bagi perusahaan penyedia layanan, sekaligus menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat.
“Seperti yang diketahui kita sudah jadi bagian dari ASEAN dan menyiapkan untuk nantinya banyak dari luar akan ke Timor-Leste jadi Transportasi Online menjadi salahs atu fasilitas yang harus disiapkan,” kata Nelson Sequeira kepada TATOLI.
Menurutnya, sejumlah perusahaan transportasi online telah mengajukan surat permohonan kepada DNTT dan Kantor Menteri Transportasi dan Komunikasi terkait kegiatan operasional mereka di Timor-Leste.
“Memang sudah ada beberapa perusahaan seperti TRON Timor dan perusahaan lainnya yang mengajukan surat permohonan kepada DNTT. Saat ini, Kantor Hukum kementerian sedang menyusun rancangan dekretu-lei mengenai transportasi online,” jelasnya.
Ia menjelaskan, setelah penyusunan rancangan tersebut selesai, dokumen itu akan diajukan kepada Dewan Menteri untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya diteruskan kepada Presiden Republik untuk promulgasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Nelson mengungkapkan bahwa sebelum adanya regulasi khusus, sejumlah perusahaan telah berkomunikasi dengan DNTT untuk membahas pelaksanaan uji coba atau pilot project layanan transportasi online.
Namun, perkembangan layanan tersebut juga menimbulkan sejumlah persoalan yang perlu diatur pemerintah, terutama persaingan tarif antarpengelola transportasi online, serta aspek keselamatan penumpang.
Menurutnya, regulasi yang tengah disusun akan mengatur kewajiban perusahaan untuk mendaftarkan seluruh pengemudi atau mitra, termasuk identitas dan nomor pelat kendaraan yang digunakan dalam kegiatan operasional kepada DNTT.
“Dalam regulasi ini, kami akan mewajibkan semua perusahaan untuk mendaftarkan anggota, pengemudi, dan nomor pelat kendaraan mereka kepada DNTT. Jika terjadi tindak kriminal, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi pemilik kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor,” jelasnya.
Ia menegaskan, pendataan tersebut penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan transportasi online serta memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.
Sejumlah platform transportasi online berkembang di Dili
Seiring perkembangan teknologi digital, sejumlah perusahaan swasta di Timor-Leste mulai mengembangkan layanan transportasi penumpang dan pengiriman barang berbasis internet, baik melalui aplikasi khusus maupun media sosial dan layanan pesan instan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TATOLI, sedikitnya lima nama platform telah teridentifikasi dalam perkembangan transportasi online di Timor-Leste, yakni TRON Timor, GoTimor, OjeTimor, Tula Ha’u Transporte, dan MyTimor. Namun, tidak semua platform tersebut telah beroperasi secara penuh atau masih aktif hingga saat ini.
TRON Timor merupakan salah satu perusahaan transportasi online yang telah beroperasi di Kota Dili dengan menyediakan layanan ojek, taksi, pengiriman barang, serta pemesanan makanan dan kebutuhan sehari-hari.
Melalui aplikasi TRON TIMOR, perusahaan menawarkan tujuh kategori layanan, yakni RIDE untuk transportasi sepeda motor, CAR untuk taksi online, SEND untuk pengiriman paket, FOOD untuk pengantaran makanan, MART untuk belanja kebutuhan sehari-hari, SERVICE untuk pemesanan jasa, serta CARGO untuk angkutan barang.
Perusahaan tersebut juga menyediakan aplikasi TRON TIMOR DRIVER bagi para pengemudi yang menjadi mitra layanan. Meskipun telah beroperasi di Dili, jangkauan layanan TRON Timor masih terbatas di sejumlah kotamadya lainnya.
Sementara itu, GoTimor melalui aplikasi GOTIMOR RIDE juga menyediakan layanan pemesanan kendaraan secara digital dengan fitur pelacakan lokasi menggunakan GPS, informasi tarif perjalanan, komunikasi antara pengemudi dan penumpang, serta riwayat perjalanan.
Aplikasi yang dikelola tersebut menawarkan beberapa pilihan kategori perjalanan, seperti economy, standard, dan premium. GoTimor juga mengembangkan aplikasi GOTIMOR DRIVER untuk mendukung pengelolaan pesanan dan aktivitas pengemudi.
Selain kedua platform tersebut, perusahaan lokal Tula Ha’u Unipessoal Lda melalui layanan Tula Ha’u Transporte turut menawarkan layanan transportasi penumpang dan pengiriman barang di Dili.
Berbeda dengan TRON Timor dan GoTimor yang telah menggunakan aplikasi khusus, pemesanan layanan Tula Ha’u saat ini masih dilakukan melalui Facebook dan WhatsApp.
Perusahaan tersebut juga tengah mengembangkan aplikasi sendiri yang direncanakan akan diluncurkan dalam waktu dekat guna mempermudah masyarakat mengakses layanan transportasi secara digital.
Di sisi lain, OjeTimor merupakan platform transportasi online lainnya yang masih berada dalam tahap pengembangan dan menunggu peluncuran resmi sebelum memulai kegiatan operasional.
Platform tersebut dirancang untuk menyediakan empat kategori layanan, yakni OjeMotor untuk transportasi sepeda motor, OjeKareta untuk kendaraan roda empat, OjeHahan untuk pengantaran makanan, serta OjeSasan untuk pengiriman barang.
MyTimor Pernah Jadi Pelopor Transportasi Online
Sebelum munculnya sejumlah platform tersebut, Timor-Leste telah memiliki layanan transportasi berbasis aplikasi bernama MyTimor yang diluncurkan oleh perusahaan telekomunikasi Telkomcel pada 04 Desember 2020 melalui kerja sama dengan perusahaan transportasi lokal Corrotrans.
MyTimor diperkenalkan sebagai salah satu layanan transportasi online pertama di Timor-Leste yang memungkinkan masyarakat memesan ojek, taksi, serta layanan pengiriman barang dan paket melalui telepon pintar.
Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung pada masa pandemi COVID-19 sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat, memperluas pemanfaatan teknologi digital, dan membantu aktivitas ekonomi lokal.
Pada Juni 2021, Telkomcel kembali mengembangkan layanan tersebut dengan memperkenalkan MyFood untuk memfasilitasi pemesanan serta pengantaran makanan dari sejumlah restoran di Dili.
Berdasarkan pemberitaan TATOLI pada 21 Juni 2021, MyTimor saat itu mencatat pertumbuhan pengguna sebesar 80,3 persen, sementara jumlah pengemudi mengalami pertumbuhan rata-rata 17 persen.
Selain itu, layanan MyFood telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 80 restoran di Dili untuk mendukung usaha kuliner dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemesanan makanan secara digital.
Namun, layanan MyTimor tidak lagi tercatat aktif beroperasi seperti pada masa awal peluncurannya. Hingga kini, belum diperoleh keterangan resmi dari Telkomcel mengenai alasan penghentian layanan ataupun kemungkinan pengoperasiannya kembali.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

