Top

15 – 18 November 2026, Dili International Trade Expo kedua digelar  

Direktur Jenderal Perdagangan MKI, Elias de Jesus. Foto Tatoli/Arminda Fonseca

DILI, 12 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Perdagangan dan Industri (MKI) akan menggelar Dili International Trade Expo (DITE) untuk kedua kalinya pada 15 hingga 18 November 2026 di Dili Convention Centre (CCD), dengan melibatkan pelaku usaha nasional dan internasional, khususnya dari negara-negara anggota ASEAN.

Direktur Jenderal Perdagangan MKI, Elias de Jesus, mengatakan pameran perdagangan internasional tersebut akan mengusung tema “ Thinking Globally, Building Locally And Trade Internationally”, (Berpikir secara global, membangun secara lokal, dan berdagang secara internasional).

Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk mendorong sektor swasta, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu mengembangkan produk lokal dan memperluas akses ke pasar internasional, sejalan dengan integrasi Timor-Leste dalam perekonomian regional dan global.

“Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar $300 ribu untuk kegiatan ini. Kami berharap melalui anggaran tersebut dapat menyelenggarakan kegiatan yang komprehensif guna mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah ke pasar yang lebih luas,” kata Elias de Jesus kepada TATOLI di kantornya, Senin ini.

Ia menjelaskan, persiapan kegiatan tersebut terus dilakukan setelah Menteri Perdagangan dan Industri secara resmi mengeluarkan surat keputusan pada 06 Oktober 2026 mengenai pembentukan tim persiapan dan pelaksana DITE.

Tim tersebut bertanggung jawab untuk mengorganisasi, mengoordinasikan, serta memfasilitasi keterlibatan sektor swasta nasional dan pelaku usaha dari negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Elias mengungkapkan, hingga saat ini lebih dari 100 pelaku usaha dari negara-negara anggota ASEAN telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam pameran internasional tersebut.

“Tujuan kami adalah memfasilitasi sektor swasta nasional dan pelaku usaha dari negara-negara ASEAN. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara kegiatan yang melakukan komunikasi langsung dengan sektor swasta di negara-negara ASEAN. Hingga sekarang, lebih dari 100 pelaku usaha telah mengonfirmasi partisipasi mereka,” jelasnya.

Selain pameran produk, DITE tahun ini juga akan menghadirkan ASEAN Trade Forum sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan perdagangan, serta menjajaki peluang investasi di Timor-Leste.

Menurut Elias, kehadiran lebih dari 100 pengusaha ASEAN menjadi kesempatan bagi sektor swasta nasional untuk membangun kemitraan bisnis, meningkatkan daya saing produk lokal, dan mendorong diversifikasi ekonomi nasional.

“Ini merupakan kesempatan bagi sektor swasta nasional untuk menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 pelaku usaha dari negara-negara ASEAN. Kami ingin mendorong diversifikasi produk sekaligus menarik mereka untuk berinvestasi di Timor-Leste. Itulah tujuan utama dari kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, MKI juga menargetkan partisipasi sebanyak 250 pelaku usaha lokal, terutama dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk memamerkan berbagai produk unggulan nasional.

Hingga saat ini, lebih dari 150 kelompok usaha lokal telah terdaftar dan menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Untuk mendukung keterlibatan UMKM, MKI akan bekerja sama dengan Sekretariat Negara Urusan Koperasi serta Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF) dalam mengidentifikasi dan memfasilitasi kelompok usaha yang selama ini mendapat dukungan dari instansi terkait.

Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah berharap produk-produk lokal dari berbagai sektor dapat diperkenalkan secara langsung kepada pengunjung internasional sekaligus membuka peluang kemitraan bisnis dengan perusahaan asing.

Terkait biaya partisipasi, Elias menjelaskan bahwa para pelaku usaha internasional yang mengikuti DITE tahun ini akan menanggung sendiri biaya perjalanan dan akomodasi mereka melalui skema self-funding.

Menurutnya, sebagian besar peserta internasional merupakan perusahaan yang tertarik untuk melihat secara langsung peluang investasi di Timor-Leste serta menjajaki kemungkinan kerja sama dengan sektor swasta nasional.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha lokal dalam menampilkan produk yang memiliki kualitas baik meskipun kapasitas produksinya masih terbatas.

“Kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa meskipun kapasitas produksi kami masih kecil, produk-produk Timor-Leste memiliki kualitas yang baik. Kami tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi lebih mengutamakan kualitas agar produk nasional memiliki nilai jual yang tinggi,” tegasnya.

Elias berharap penyelenggaraan DITE kedua ini dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi Timor-Leste, memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara ASEAN, serta membuka peluang investasi dan kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan sektor swasta nasional.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!