BCTL dorong integrasi sistem pembayaran digital lintas negara di kawasan pasifik

DILI, 09 Oktober 2026 (TATOLI) – Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) mendorong penguatan integrasi sistem pembayaran digital lintas negara di kawasan Pasifik guna mempercepat transaksi keuangan, menurunkan biaya pengiriman uang, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Gubernur BCTL, Hélder Lopes, menyampaikan bahwa konektivitas pembayaran antarnegara menjadi salah satu peluang kerja sama yang perlu dikembangkan oleh bank sentral di kawasan, seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam sektor keuangan.
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pembukaan Pertemuan ke-41 Gubernur Bank Sentral Pasifik Selatan di Palm Spring Hotel, Dili, Jumat.
“Ambisi kita berikutnya adalah membangun konektivitas pembayaran melampaui batas negara,” kata Hélder.
Ia menjelaskan bahwa Timor-Leste telah menempatkan transformasi digital sebagai bagian utama dari strategi pengembangan sektor keuangan nasional.
Langkah tersebut antara lain diwujudkan melalui peluncuran sistem pembayaran cepat nasional T-FAST dan standar pembayaran menggunakan kode QR nasional yan disebut TUQR.
Menurutnya, pengembangan sistem pembayaran digital menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan geografis dan tingginya biaya transaksi yang selama ini menjadi tantangan bagi negara-negara dengan perekonomian kecil.
Melalui pemanfaatan teknologi, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat melakukan transaksi secara lebih cepat, efisien, dan terjangkau.
Hélder mengatakan digitalisasi juga dapat membantu memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi pembayaran pemerintah, serta mempermudah akses usaha kecil terhadap layanan keuangan formal.
Dalam wawancara dengan wartawan, ia menyebutkan bahwa BCTL telah memimpin pengembangan sistem pembayaran digital nasional, termasuk melalui penerapan TUQR dan T-FAST.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu kontribusi yang dapat dibagikan Timor-Leste kepada negara-negara Pasifik lainnya.
“Untuk saat ini, dalam hal adopsi teknologi layanan keuangan, kita termasuk yang memanfaatkan teknologi dengan sangat baik di kawasan, sehingga kita dapat membagikan pengalaman kepada rekan-rekan di Pasifik,” jelasnya.
Selain mengembangkan sistem nasional, BCTL juga melihat peluang untuk memperkuat interoperabilitas atau kemampuan sistem pembayaran dari berbagai negara agar dapat saling terhubung.
Hélder mencontohkan Fiji sebagai salah satu negara Pasifik yang telah menunjukkan kemajuan dalam penggunaan teknologi keuangan digital.
Ia mengatakan peluang kerja sama dengan Fiji dapat dijajaki untuk menghubungkan sistem pembayaran dan mempermudah transaksi masyarakat maupun kegiatan bisnis.
Pengembangan konektivitas tersebut juga dinilai penting bagi Timor-Leste karena remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
“Di Timor-Leste, remitansi menyumbang lebih dari 10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ungkapnya.
Menurut Hélder, peningkatan efisiensi sistem pembayaran lintas negara dapat membantu masyarakat yang bergantung pada remitansi melalui proses pengiriman uang yang lebih cepat, aman, dan berbiaya lebih rendah.
Namun, ia mengingatkan bahwa perkembangan layanan keuangan digital juga harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber, perlindungan konsumen, tata kelola, dan pengawasan sektor keuangan.
Karena itu, BCTL mendorong bank sentral negara-negara Pasifik untuk meningkatkan kerja sama dalam pengembangan identitas digital, pertukaran informasi, standar layanan pembayaran, dan pengelolaan risiko teknologi.
Hélder menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh dilakukan hanya untuk mengikuti perkembangan teknologi, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Transformasi digital tidak boleh dilakukan hanya karena teknologi tersedia atau sekadar mengikuti tren. Teknologi harus membantu mengurangi biaya, memperluas inklusi keuangan, dan membuat sistem keuangan bekerja lebih baik bagi rumah tangga serta dunia usaha,” tegasnya.
Ia berharap pertemuan para gubernur bank sentral tersebut dapat menghasilkan langkah praktis menuju sistem pembayaran regional yang lebih terhubung, aman, dan inklusif.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

