Top

Pertemuan ke-41 Gubernur Bank Sentral Pasifik Selatan soroti empat poin utama  

Pertemuan ke-41 Gubernur Bank Sentral Pasifik Selatan (41st South Pacific Central Bank Governors' Meeting) yang berlangsung di Palm Spring Hotel, Dili, Jumat (09/10). Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 09 Oktober 2026 (TATOLI) – Pertemuan ke-41 Gubernur Bank Sentral Pasifik Selatan (41st South Pacific Central Bank Governors’ Meeting) yang berlangsung di Palm Spring Hotel, Dili, Jumat ini, menyoroti empat isu utama, yakni pertumbuhan ekonomi, ketahanan menghadapi krisis, inovasi teknologi keuangan, serta penguatan kerja sama antarbank sentral di kawasan Pasifik.

Gubernur Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), Hélder Lopes, mengatakan pertemuan tahunan tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin bank sentral untuk membahas berbagai tantangan ekonomi dan keuangan sekaligus memperkuat koordinasi kebijakan di kawasan.

“Selain menjadi anggota ASEAN, kita juga tergabung dalam komunitas bank sentral Pasifik. Setiap tahun, kita mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai isu yang berkaitan langsung dengan mandat bank sentral,” kata Hélder Lopes kepada wartawan di sela-sela pertemuan.

Menurutnya, pembahasan mengenai pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu prioritas karena bank sentral memiliki peranan penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung kegiatan ekonomi, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah dan sektor swasta.

Khusus bagi Timor-Leste, kerja sama tersebut diperlukan untuk memperkuat stabilitas makroekonomi, mendukung investasi, dan meningkatkan kontribusi sektor produktif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, isu ketahanan ekonomi menjadi perhatian mengingat negara-negara Pasifik menghadapi berbagai risiko eksternal, mulai dari inflasi global, gangguan rantai pasokan, ketegangan geopolitik hingga dampak perubahan iklim.

“Ketahanan berkaitan dengan bagaimana kita mempersiapkan diri sehingga ketika terjadi gejolak yang memengaruhi perekonomian, kita sudah siap menghadapinya,” jelasnya.

Hélder menegaskan, bagi Timor-Leste, pengelolaan Dana Perminyakan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga cadangan keuangan nasional untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Ia mengatakan BCTL bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait guna memastikan ketersediaan cadangan yang memadai ketika negara menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan keuangan.

Dalam pidato pembukaannya, Hélder juga mengingatkan bahwa ketahanan ekonomi tidak cukup dibangun melalui respons ketika krisis terjadi, melainkan harus dipersiapkan jauh sebelumnya melalui kebijakan yang kredibel, sistem keuangan yang kuat, dan pengelolaan fiskal yang berhati-hati.

Ia turut menyoroti tantangan struktural perekonomian Timor-Leste yang masih bergantung pada belanja pemerintah dan pendapatan minyak.

Menurutnya, transformasi menuju perekonomian yang lebih terdiversifikasi, produktif, dan digerakkan oleh sektor swasta menjadi kebutuhan jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Selain pertumbuhan dan ketahanan, pertemuan tersebut juga membahas inovasi teknologi dalam layanan keuangan, termasuk bagaimana bank sentral dapat memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Hélder mengatakan perkembangan teknologi menuntut bank sentral untuk terus beradaptasi, sekaligus memastikan inovasi yang diterapkan tidak menimbulkan risiko baru terhadap stabilitas sistem keuangan.

Adapun penguatan kerja sama regional menjadi perhatian lainnya, khususnya dalam pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengawasan keuangan, dan koordinasi menghadapi guncangan ekonomi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan bank sentral negara-negara Pasifik, termasuk Australia dan Selandia Baru, serta mitra pembangunan internasional.

Agenda pertemuan mencakup pembahasan prospek ekonomi global dan regional, diskusi antargubernur mengenai prioritas kebijakan, inovasi sektor keuangan, serta dialog dengan mitra pembangunan mengenai kebutuhan bantuan teknis dan peningkatan kapasitas.

Hélder berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan pertukaran pandangan, tetapi juga mendorong langkah kerja sama konkret yang dapat diterapkan untuk memperkuat sistem keuangan dan perekonomian negara-negara Pasifik.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!