Bertolak ke AS, Presiden Ramos-Horta akan berpidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB

DILI, 18 September 2026 (TATOLI) – Presiden Republik Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, dijadwalkan akan berpidato dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).
Presiden Republik sekaligus penerima Penghargaan Nobel Perdamaian, yang memimpin kunjungan resmi ke Amerika Serikat pada tanggal 19 hingga 25 September 2026 bersama delegasi Timor-Leste pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB (UNGA – United Nations General Assembly).
Presiden Republik akan menyampaikan pernyataan nasional Timor-Leste di hadapan Majelis Umum, seraya menegaskan kembali komitmen teguh negara terhadap multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan supremasi hukum.
Melansir Laman Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa, pada Senin, 21 September, Presiden Ramos-Horta akan menganugerahkan penghargaan “Ordem de Timor-Leste “ kepada Profesor Babafemi A. Badejo—seorang mediator, akademisi, dan mantan pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Prof. Badejo menjabat sebagai Kepala Staf bagi Presiden Ramos-Horta di Guinea-Bissau saat beliau bertugas selama 18 bulan sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon (Januari 2013 – Juni 2014). Presiden Ramos-Horta memegang pangkat Wakil Sekretaris Jenderal dalam sistem PBB, satu-satunya orang Timor yang pernah menjabat posisi senior tersebut di PBB.
Perlu dicatat bahwa setelah misi ini, Presiden Ramos-Horta kemudian ditunjuk sebagai Ketua Panel Tingkat Tinggi untuk Operasi Perdamaian PBB (2014–2016), dan pada tahun 2017–2019 beliau bertugas dalam Dewan Tingkat Tinggi untuk Mediasi di bawah Sekretaris Jenderal António Guterres.
Kemudian pada hari yang sama, Presiden Republik akan bertemu dengan aktivis Pakistan sekaligus penerima Hadiah Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, seorang tokoh yang memperjuangkan pendidikan bagi anak perempuan di tingkat global.
Pertemuan tersebut akan berfokus pada prioritas bersama dan peluang kerja sama di masa depan dalam memajukan hak-hak perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Dimana, Presiden Republik kemudian akan menghadiri Jamuan Makan Malam “Rising Nations” yang bertajuk “Celebrating the UN Declaration on Sea Level Rise: From Ambition to Implementation,” serta menghadiri peluncuran resmi “Peace Cookbook” dari Foundation for Post Conflict Development, dan dilanjutkan dengan jamuan makan malam antara Presiden Republik dan Perdana Menteri Bhutan.
Selanjutnya, pada Selasa, 22 September 2026, Presiden Ramos-Horta akan menghadiri pembukaan Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengusung tema “Restoring trust, managing transformation: a United Nations that delivers for all.” Dalam pembukaan Sidang itu Presiden Timor-Leste akan bergabung dengan para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari seluruh dunia di Markas Besar PBB.
Acara ini akan diawali dengan upacara penyambutan bagi para Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan, Wakil Presiden, serta Putra atau Putri Mahkota, yang akan disambut oleh Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB.
Sementara itu, Presiden Ramos-Horta juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Petr Pavel, Presiden Republik Ceko. Presiden Republik juga akan menyampaikan pidato khusus dalam Pertemuan Tingkat Tinggi bertajuk ““Beyond 2030: Renewing the Global Commitment to End Poverty in All Its Dimensions.”
Pada hari yang sama, Presiden Ramos-Horta akan mengadakan pertemuan bilateral lainnya dengan Mirjana Spoljaric, Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), untuk bertukar pandangan dan membahas berbagai hal yang menjadi kepentingan bersama, termasuk Inisiatif Global untuk Mendorong Komitmen Politik terhadap Hukum Humaniter Internasional serta Konferensi Tingkat Tinggi tentang Kemanusiaan dalam Perang yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 Desember.
Presiden Republik juga akan menghadiri resepsi yang diselenggarakan oleh Presiden Amerika Serikat dalam rangka Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-81.
Pada hari Rabu, 23 September 2026, Presiden Jose Ramos-Horta akan menyampaikan pidato pada Sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana beliau akan memaparkan posisi Timor-Leste mengenai isu-isu global utama serta menegaskan kembali komitmen negara tersebut terhadap multilateralisme, hukum internasional, dan prinsip-prinsip Piagam PBB.
Presiden Republik juga akan bertindak sebagai panelis dalam diskusi panel tingkat tinggi bertajuk “Reaffirming the UN’s Promise of Peace – Using the Power We Have”.
Selain itu, Presiden Republik akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Portugal, Luís Montenegro, yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Cooper Wale.
Pada hari yang sama, Presiden Ramos-Horta akan berpartisipasi dalam diskusi meja bundar Utara-Selatan bertema ” Rethinking Cooperation: Advancing Regionalism and Multilateralism in the Next New Order,” yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Sementara pada Kamis, 24 September 2026, Presiden Republik akan melakukan perjalanan ke Washington, D.C. untuk bertemu dengan Senator Coons, Ketua Komite Alokasi Anggaran (Appropriations Committee); Penjabat Direktur Peace Corps; Christopher Landau; serta mitra-mitra lainnya guna memperkuat sektor keamanan dan pertahanan.
Selain itu, pada Jumat, 25 September 2026, Presiden Ramos-Horta akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres. Presiden Republik juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Asisten Sekretaris Michel George. Selain itu, Presiden Ramos-Horta akan bertemu dengan Wakil Senior dari Imam Besar Al-Azhar—yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Tetua Muslim (Muslim Council of Elders) dan Ketua Bersama Religions for Peace—Hakim Mohamed Abdel-Salam.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan atas janji perdamaian, martabat, dan kesetaraan bagi semua bangsa. Saat Timor-Leste mengambil tempat dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami menegaskan kembali keyakinan teguh kami pada multilateralisme serta komitmen kami untuk menjadi suara bagi negara-negara kecil, bagi anak-anak, kaum muda, perempuan dan anak perempuan, serta bagi dunia yang berlandaskan keadilan dan hukum internasional. Timor-Leste mungkin merupakan negara kecil, namun aspirasi kami—seperti halnya aspirasi semua bangsa—tidaklah terbatas,” demikian pernyataan Presiden Republik Ramos-Horta dalam laman Kepresidenan yang diakses.
Presiden Republik juga akan mengakhiri kunjungan resmi dan bertolak dari New York setelah menjalani rangkaian agenda tingkat tinggi selama sepekan dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Presiden Republik dan delegasi akan tiba kembali di tanah air Timor-Leste pada tanggal 27 September 2026.
Tim TATOLI

