Top

Pemerintah negosiasikan pinjaman US$30 juta untuk proyek air bersih di Baucau

Perdana Menteri, Xanana Gusmão memimpin rapat Dewan Menteri yang diadakan di Kantor Pemerintah, Dili, Rabu (12/08). Foto Portal Pemerintah

DILI, 12 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste memberikan kewenangan kepada Menteri Keuangan, Santina José Rodrigues F. Viegas Cardoso, untuk melakukan negosiasi dengan Bank Dunia terkait pinjaman senilai US$30 juta guna membiayai Proyek Penyediaan Air di  Kotamadya Baucau (Baucau Municipal Capital Water Supply).

Keputusan tersebut disetujui Dewan Menteri berdasarkan proposal yang diajukan Wakil Menteri Keuangan, Regina de Jesus, dalam rapat Dewan Menteri.

Pinjaman tersebut akan dinegosiasikan dengan Bank Dunia melalui Asosiasi Pembangunan Internasional atau International Development Association (IDA) untuk membiayai peningkatan sistem penyediaan air bersih di Baucau.

Proyek itu merupakan bagian dari fase kedua inisiatif regional Bank Dunia mengenai Keamanan dan Ketahanan Air yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penyediaan air yang dikelola secara aman di sejumlah wilayah terpilih di Baucau.

Melalui proyek tersebut, Pemerintah akan membangun dan mengoperasikan sistem penyediaan air terpusat yang dirancang agar memiliki ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Sistem tersebut ditargetkan dapat memberikan manfaat kepada sekitar 37.000 penduduk hingga 2031.

Dengan nilai pembiayaan yang direncanakan sebesar US$30 juta, proyek mencakup rehabilitasi dan perluasan sumber air serta sistem pemompaan yang telah tersedia, pembangunan sumber pengambilan air baru, stasiun pemompaan, jaringan pipa, fasilitas pengolahan dan tempat penyimpanan air.

Proyek tersebut juga mencakup pemasangan sekitar 7.000 sambungan air ke rumah tangga yang dilengkapi dengan meteran untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih.

Selain pembangunan infrastruktur, pembiayaan akan digunakan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan operasional Bee Timor-Leste (BTL), melalui bantuan teknis, pengembangan kapasitas serta dukungan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur.

Pinjaman akan diberikan dengan persyaratan konsesional, yakni masa tenggang selama 10 tahun dengan jangka waktu pembayaran hingga 40 tahun. Skema pembiayaan tersebut juga mencakup opsi penangguhan pembayaran apabila Timor-Leste menghadapi keadaan darurat nasional yang berkaitan dengan peristiwa iklim.

Pelaksanaan proyek akan menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum melalui Unit Pengelolaan Proyek. Setelah pembangunan selesai, BTL akan bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur penyediaan air tersebut.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!