Perusahaan Singapura dipercaya survei jalur pipa ekspor Gas Greater Sunrise Timor-Leste

DILI, 17 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM) menunjuk perusahaan asal Singapura, Fugro Singapore Marine Pte Ltd, untuk melaksanakan survei geofisika dan survei seismik resolusi tinggi dua dimensi (2D High Resolution Seismic/2D-HRS) pada jalur pipa ekspor gas Greater Sunrise sebagai bagian penting dari pengembangan proyek Timor-Leste Liquefied Natural Gas (TLNG).
Penandatanganan kontrak yang berlangsung di kantor MPRM Dili, Jumat ini, menandai tonggak baru dalam upaya pemerintah membawa gas dari ladang Greater Sunrise ke Timor-Leste melalui pembangunan jalur pipa bawah laut yang akan memasok gas ke fasilitas LNG nasional.
Dijelaskan jalur pipa tersebut akan menghubungkan Ladang Greater Sunrise dengan Timor-Leste, menyediakan pasokan energi bagi proyek TLNG sekaligus menciptakan peluang ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Timor-Leste.
Survei yang akan dilakukan Fugro menjadi salah satu program teknis terpenting dalam pengembangan jalur pipa tersebut. Hasil survei akan menyediakan data rinci mengenai kondisi dasar laut dan lapisan bawah permukaan laut untuk menentukan rute pipa yang paling optimal, mendukung desain rekayasa, serta memastikan pembangunan pipa memenuhi standar keselamatan dan praktik internasional.
Selain itu, survei juga akan mengidentifikasi kondisi dasar laut dan potensi bahaya geologi (geohazard) di sepanjang koridor pipa yang diusulkan sebagai dasar teknis bagi tahap pengembangan berikutnya.
Regional Business Line Director Marine Site Characterization Asia Pasifik Fugro, Safri Drahman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Timor-Leste kepada perusahaan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Timor-Leste dan Menteri Perminyakan atas kepercayaan yang diberikan kepada Fugro. Setelah penandatanganan kontrak hari ini, kami akan mempersiapkan mobilisasi kapal survei andalan kami, Fugro Equator, yang dijadwalkan tiba di Timor-Leste sekitar Oktober atau November tahun ini,” kata Safri usai pertemuan.
Safri menjelaskan pekerjaan survei diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
“Kami berharap proyek ini dapat dilaksanakan dengan aman dan efisien serta menghasilkan data berkualitas tinggi untuk membantu MPRM menyelesaikan perencanaan rekayasa proyek,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, mengatakan setelah seluruh survei dan investigasi selesai, data yang diperoleh akan dianalisis oleh tim ahli Timor-Leste sebagai dasar penyusunan desain rekayasa proyek.
“Kami telah menyiapkan tim ahli yang akan memanfaatkan seluruh data hasil survei untuk pekerjaan rekayasa dan desain. Selama proses tersebut, kami juga akan terus berkoordinasi dengan Woodside melalui Timor LNG Corporation Agreement (TLCA),” katanya.
Ia menambahkan setelah survei selesai dalam waktu sekitar tiga bulan, seluruh hasil akan diserahkan kepada MPRM sebelum dibagikan kepada Woodside untuk memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) atau desain rekayasa rinci.
Ia juga mengungkapkan pemerintah masih mempertahankan target agar proyek Greater Sunrise mulai menghasilkan LNG pada 2032.
“Target tersebut masih dalam tahap negosiasi dan pembahasan bersama Woodside serta Pemerintah Australia. Karena itu, survei ini harus diselesaikan sesuai jadwal agar tahapan pengembangan berikutnya dapat berjalan tepat waktu,” katanya.
MPRM menegaskan pemerintah tetap berkomitmen merealisasikan proyek TLNG, termasuk pembangunan jalur pipa ekspor Greater Sunrise beserta fasilitas hilirnya yang diharapkan mampu menjadikan Timor-Leste sebagai salah satu produsen LNG di kawasan.
Kementerian menilai investasi berkelanjutan dalam studi teknik, survei teknis, dan penerapan praktik terbaik internasional akan menjadi fondasi penting untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat perekonomian nasional, serta memaksimalkan nilai jangka panjang sumber daya minyak dan gas Timor-Leste.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

