Top

Pemerintah dan Waskita Karya bahas perkembangan pembangunan Bandara Internasional

Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, dan Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Perusahaan Waskita Karya untuk membahas perkembangan pembangunan Bandara Internasional President Nicolau Lobato di Comoro, Dili. Foto Media Wakil PM

DILI, 12 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah melalui Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, dan  Menteri Transportasi dan Komunikasi (MTK), Miguel Marques Gonçalves Manetelu, melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Perusahaan Waskita Karya untuk membahas perkembangan pembangunan Bandara Internasional President Nicolau Lobato di Comoro, Dili.

Pertemuan tersebut diselenggarakan di Kantor Wakil Perdana Menteri di Farol, Dili, pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan fokus membahas perkembangan terkini terkait konstruksi dan pelaksanaan proyek pengembangan serta perluasan bandara. Dimana, Waskita Karya bertanggung jawab atas pembangunan bagian-bagian penting infrastruktur bandara, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan landasan pacu.

Pertemuan ini juga berdasarkan laman Wakil PM dan Kementerian Koordinator Ekonomi yang diakses, disebutkan bahwa pertemuan itu menyoroti pentingnya proyek Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato sebagai infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas angkutan udara, memperbaiki konektivitas internasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sektor pariwisata.

Dimana, pertemuan tersebut, para pihak juga membahas perlunya memastikan koordinasi yang baik antara lembaga terkait dan perusahaan pelaksana, guna menjamin pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan perencanaan, standar teknis, dan tenggat waktu.

Berita terkait : PM Xanana : Proyek Bandara harus sesuai anggaran

Proyek pengembangan bandara ini juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur penting, termasuk landasan pacu, menara pengawas, sistem pencahayaan, dan terminal penumpang.

Pemerintah terus memprioritaskan proyek ini mengingat perannya yang penting dalam penyiapan infrastruktur nasional, termasuk terkait komitmen Timor-Leste untuk menjadi tuan rumah KTT ASEAN pada tahun 2029.

Untuk diketahui, dalam siaran pers dari Pemerintah tertanggal 16 agustus 2024, menyebutkan keputusan menunjuk perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Indonesia diambil setelah melakukan analisis yang cermat terhadap pengaturan kontrak untuk proyek tersebut dan sejalan dengan tujuan mengembangkan Rencana Induk untuk AIPNL di Dili dan menyelesaikan perluasannya, termasuk landasan pacu, dan memastikan kondisi yang diperlukan agar bandara ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar satu juta penumpang per tahun dengan standar keamanan tertinggi, yang ditetapkan dalam Program Pemerintah Konstitusional IX.

Sehingga, pada 21 agustus 2024, Pemerintah Timor-Leste melalui MTK sepakat melanjutkan kontrak dengan perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Indonesia untuk membangun landasan pacu AIPNL Comoro.

Dengan perluasan landasan pacu yang akan dilakukan dalam tiga tahap, bandara ini akan dapat menerima pesawat yang lebih besar, secara signifikan meningkatkan infrastruktur yang ada. Tahap pertama adalah memperpanjang landasan pacu yang ada saat ini dari 1.850 meter menjadi 2.100 meter.

Berita terkait : Menteri Manetelu pastikan proyek perluasan Bandara AIPL akan rampung pada tahun 2028

Pada tahap kedua, landasan pacu akan diperpanjang 400 meter ke arah laut, sehingga total panjangnya mencapai 2.500 meter. Terakhir, pada tahap ketiga, landasan pacu akan diperpanjang 500 meter lagi ke arah yang berlawanan, sehingga total panjangnya mencapai 3.000 meter.

Dalam Laman resmi Wikipedia yang diakses Tatoli, menyebutkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan ini memiliki lima divisi, yakni Gedung, Infrastruktur I, Infrastruktur II, EPC, dan Luar Negeri. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki sebelas kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!