Timor – Leste jadi tuan rumah pertemuan Dewan Menteri ke – 31 CPLP

DILI, 11 Agustus 2026 (TATOLI) – Timor-Leste akan menjadi tuan rumah Pertemuan Dewan Menteri ke-31 Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) yang berlangsung di Dili pada 12 hingga 19 Agustus 2026, didahului serangkaian pertemuan teknis, kerja sama serta konsultasi politik dan diplomatik.
Koordinator Jenderal Komisi Kepresidenan Pro Tempore CPLP pada Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Joaquim Fernandes, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Ruang VIP MNEC, Praia dos Coqueiros, Dili, Selasa ini.
Joaquim mengatakan pertemuan tingkat menteri tersebut akan membahas dua rancangan deklarasi dan sekitar 20 rancangan resolusi yang mencakup berbagai isu, di antaranya Negara Hukum Demokratis, peringatan 30 tahun CPLP, mobilitas, kepemudaan, kerja sama ekonomi dan bisnis, jaminan sosial, kelautan, perubahan iklim, kesehatan masyarakat, bahasa Portugis serta tata kelola kelembagaan dan keuangan organisasi.
Sejumlah agenda utama yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut meliputi Agenda Strategis CPLP 2027–2033, kerja sama ekonomi dan bisnis, perlindungan sosial dan mobilitas, Negara Hukum Demokratis serta situasi di Guinea-Bissau.
“Salah satu tema penting adalah Agenda Strategis CPLP 2027–2033,” kata Joaquim Fernandes.
Ia menjelaskan, seiring berakhirnya masa berlaku instrumen strategis saat ini, Timor-Leste kembali mengambil peran koordinasi dalam penyusunan agenda baru yang akan menjadi pedoman bagi CPLP selama periode 2027 hingga 2033.
Selain itu, kerja sama ekonomi dan bisnis juga menjadi salah satu agenda penting. Dalam bidang tersebut, Timor-Leste akan mengoordinasikan penyusunan Agenda Strategis Baru untuk Konsolidasi Kerja Sama Ekonomi CPLP periode 2028–2032.
Menurut Joaquim, inisiatif tersebut akan melanjutkan dorongan terhadap kerja sama ekonomi dan bisnis yang telah diberikan selama Kepresidenan Pro Tempore Timor-Leste sebelumnya.
Perkuat perlindungan sosial dan mobilitas
Perlindungan sosial dan mobilitas warga negara CPLP juga menjadi perhatian dalam pertemuan kali ini. Negara-negara anggota dijadwalkan menandatangani Perjanjian Administratif untuk Penerapan Konvensi Multilateral Jaminan Sosial CPLP.
Perjanjian tersebut diharapkan dapat mengoperasionalkan konvensi sekaligus memperkuat perlindungan sosial dan portabilitas hak jaminan sosial bagi warga negara dari negara-negara anggota CPLP.
Sementara itu, Negara Hukum Demokratis yang menjadi tema Kepresidenan Pro Tempore Timor-Leste juga akan menjadi salah satu pembahasan utama.
“Dalam tema ini, sejalan dengan tema Kepresidenan Timor-Leste, akan dibahas sebuah deklarasi mengenai konsolidasi Negara Hukum Demokratis dan tantangan bagi CPLP,” jelas Joaquim.
Deklarasi tersebut diharapkan menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota terhadap prinsip demokrasi, supremasi hukum serta penguatan konsultasi politik dan diplomatik.
Pertemuan juga akan membahas situasi di Guinea-Bissau melalui rancangan resolusi mengenai negara tersebut sebagai bagian dari komitmen CPLP terhadap stabilitas, tatanan konstitusional dan prinsip-prinsip demokrasi.
Pertemuan teknis digelar sebelum Dewan Menteri
Sebelum Pertemuan Dewan Menteri pada 19 Agustus, Timor-Leste akan menjadi tuan rumah sejumlah pertemuan persiapan.
Pada 13 dan 14 Agustus akan digelar Seminar Titik Fokus Sektoral Nasional Timor-Leste edisi kedua untuk memperkuat koordinasi antarlembaga nasional serta partisipasi Timor-Leste dalam kerja sama CPLP.
Selanjutnya, pada 15 dan 16 Agustus akan berlangsung Pertemuan Titik Fokus Kerja Sama CPLP ke-52 untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai proyek kerja sama, hasil yang telah dicapai serta membahas usulan baru.
Pada 17 Agustus akan berlangsung pertemuan Kelompok Kerja untuk Komite Konsultasi Tetap (Comité de Concertação Permanente/CCP), dilanjutkan dengan Pertemuan Biasa CCP ke-294 pada 18 Agustus.
Rangkaian pertemuan tersebut akan mempersiapkan berbagai dokumen dan materi yang selanjutnya diajukan untuk dibahas dalam Pertemuan Dewan Menteri CPLP pada 19 Agustus.
Pertemuan tingkat menteri akan dihadiri perwakilan negara-negara anggota CPLP dan Sekretariat Eksekutif organisasi tersebut.
Sejumlah delegasi yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Luar Negeri Angola Téte António; Sekretaris Afrika dan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Brasil Carlos Sérgio Duarte; Menteri Luar Negeri, Komunitas dan Pertahanan Nasional Cabo Verde Manuel Augusto Lima Amante da Rosa; serta Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Kerja Sama Internasional dan Diaspora Guinea Khatulistiwa Siméon Oyono Esono Angue.
Selain itu, hadir Sekretaris Negara Urusan Luar Negeri dan Komunitas Mozambik di Luar Negeri Maria de Fátima Manso; Menteri Negara dan Luar Negeri Portugal Paulo Rangel; Menteri Kehakiman, Administrasi Publik dan Hak Asasi Manusia São Tomé dan Príncipe Vera Maria Gomes Cravid; serta Sekretaris Eksekutif CPLP Maria de Fátima Jardim.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas, dan Sekretaris Eksekutif CPLP, Maria de Fátima Jardim, untuk menyampaikan hasil utama Pertemuan Dewan Menteri.
Kepresidenan Pro Tempore CPLP yang dipegang Timor-Leste mengusung tema “Konsolidasi Negara Hukum Demokratis: Tantangan bagi CPLP” dan berlangsung bertepatan dengan peringatan 30 tahun berdirinya CPLP.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

