Ditemukan tiga rembesan minyak bumi di Viqueque, Sampel akan diuji di Kanada

DILI, 11 Agustus 2026 (TATOLI) – Institut Geosains Timor-Leste (IGTL) menemukan tiga lokasi rembesan minyak bumi alami atau oil seep di Daerah Administratif Uatulari, Kotamadya Viqueque dan telah diambil sampelnya untuk dianalisis di laboratorium di Kanada.
Ketua IGTL, Job Brites dos Santos, mengatakan tiga lokasi tersebut berada di wilayah Abafala, Desa Abafala; Hulusou, Desa Mataoi; serta Laiolo, Nahareka, yang seluruhnya berada di Daerah Administratif Uatulari.
Ia menjelaskan, penemuan tersebut berkaitan dengan informasi dari masyarakat Nahareka mengenai munculnya rembesan minyak di wilayah itu. Tim IGTL yang juga sedang melakukan studi terkait potensi minyak dan gas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan observasi umum dan mengambil sampel.
Dalam observasi tersebut, tim IGTL juga menemukan oil seep baru di wilayah Abafala. Berdasarkan pengamatan awal, rembesan tersebut memiliki karakteristik minyak berat atau heavy oil karena berwarna sangat hitam menyerupai minyak.
Temuan serupa juga diperoleh di wilayah Hulusou, Desa Mataoi. Material yang keluar di lokasi tersebut berwarna sangat hitam dan secara visual menunjukkan karakteristik yang menyerupai heavy oil.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan awal terhadap warna rembesan di lokasi lainnya, tim IGTL memperkirakan adanya karakteristik yang menyerupai light oil. Namun, kepastian mengenai jenis dan kandungan minyak tersebut masih memerlukan analisis laboratorium.
“Dari observasi umum, tim melihat dari warna minyak dan mempertimbangkannya seperti light oil. Karena itu, tim telah mengambil sampel dari tiga lokasi tersebut. Bulan ini akan dikirim ke Kanada untuk dilakukan analisis kimia guna mengetahui kandungan kimianya sekaligus mengetahui sumber minyak tersebut berasal dari mana,” kata Job Brites dos Santos kepada TATOLI di kantornya, Selasa ini.
Menurutnya, pengiriman sampel ke luar negeri diperlukan karena IGTL saat ini belum memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan analisis tersebut di Timor-Leste.
Hasil analisis diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Setelah hasil laboratorium diterima, IGTL akan melakukan interpretasi lebih lanjut terhadap data yang diperoleh.
Gempa diduga membuka rekahan di Nahareka
Job mengungkapkan, IGTL memiliki dugaan awal bahwa kemunculan rembesan minyak di Nahareka kemungkinan berkaitan dengan aktivitas gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di kawasan Gunung Builó, Viqueque.
Aktivitas tersebut diduga menciptakan sejumlah rekahan pada lapisan batuan yang kemudian membuka jalur bagi minyak untuk keluar menuju permukaan.
“Di Nahareka kami menduga gempa yang baru-baru ini terjadi di Viqueque, di Gunung Builó, menyebabkan terbentuknya banyak rekahan yang memberikan jalan bagi minyak tersebut untuk keluar. Karena di sana selain minyak, juga terdapat lumpur dan air yang keluar,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan teknis, indikasi oil seep di Abafala dan Hulusou, Mataoi diperkirakan telah berada di lokasi tersebut sejak lama, tetapi baru ditemukan oleh tim.
Job menegaskan, berdasarkan observasi megaskopis atau pengamatan langsung di lapangan, rembesan di Nahareka untuk sementara dapat diidentifikasi sebagai minyak. Namun, IGTL belum dapat memastikan jenis maupun komposisi kimianya sebelum memperoleh hasil analisis laboratorium.
Berada dalam Blok Eksplorasi B
Job menjelaskan, lokasi oil seep yang ditemukan IGTL di Viqueque berada dalam kawasan Blok Eksplorasi B, yang saat ini termasuk dalam kontrak Production Sharing Contract (PSC) TL-OT-22-21 yang diberikan kepada perusahaan ETO, S.A.
Menurutnya, perusahaan tersebut telah melakukan pendekatan dengan IGTL terkait kemungkinan pelaksanaan eksplorasi awal dan pemetaan geologi.
“Mereka sudah melakukan pendekatan dengan IGTL untuk melakukan eksplorasi awal berupa pemetaan geologi. Tetapi kami belum mencapai kesepakatan. Jika mereka menggunakan IGTL untuk pekerjaan ini, saya yakin akan sangat baik karena kita sudah memiliki banyak informasi,” ujarnya.
Job menilai berbagai temuan yang diperoleh sejauh ini menunjukkan adanya indikasi keberadaan minyak di kawasan tersebut dan membuka peluang untuk penelitian lebih mendalam mengenai potensi minyak maupun gas.
Meski demikian, temuan oil seep di permukaan belum secara langsung membuktikan keberadaan cadangan minyak yang dapat dieksploitasi secara komersial. Karena itu, penelitian geosains dan kegiatan eksplorasi lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui potensi sumber daya di bawah permukaan.
“Ini merupakan indikasi yang sangat baik bagi proses studi geosains maupun eksplorasi minyak dan gas. Ini sangat penting karena sudah memberikan petunjuk bahwa di kawasan tersebut terdapat minyak, sehingga kita dapat memperdalam lagi studi di wilayah itu,” pungkas Job.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

