Peringati Hari Mangrove Sedunia : 5.000 bibit pohon Mangrove di tanam di Bee Malae

BOBONARU, 28 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan (MAPPF) dan Sekretariat Negara urusan Kehutanan (SEF) memobilisasi lebih dari 5.000 bibit pohon Mangrove ditanam di Kawasan Bee Malae, Desa Sanirin, Pos Administratif Balibó, Kotamadya Bobonaru. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia ke- IV yang diperingati di Timor-Leste.
Tema peringatan hari tersebut adalah “Solusi berbasis alam—melindungi ekosistem Mangrove berdasarkan pengetahuan ekologis lokal demi kehidupan yang berkelanjutan”. Dimana, inisiatif menanam bibit pohon itu dirancang untuk menarik perhatian masyarakat agar turut mengurangi risiko iklim dan melindungi kawasan pesisir.
Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan, Marcos da Cruz, Sekretaris Negara bidang Kehutanan, Fernandino da Costa, serta anggota jajaran pemerintah lainnya, diplomat, mitra nasional dan internasional, aparat keamanan dan militer, pejabat pemerintah kotamadya Bobonaro, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Wakil PM Assanami mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memulihkan dan merawat hutan, karena air dan laut memberikan kehidupan bagi manusia dan hewan. Selain itu, jika dikelola dengan baik, tempat ini dapat meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat setempat dengan menarik pengunjung untuk menikmati alam serta produk-produk lokal yang tersedia.
“Saya meminta kementerian untuk bekerja sama dengan masyarakat, tidak hanya dalam perayaan ini, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat nyata,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Dilain pihak, Sekretaris Negara bidang Kehutanan, Fernandino Vieira da Costa, menyatakan bahwa acara hari ini merupakan kesempatan untuk menegaskan kembali komitmen nasional dalam melestarikan alam dan membangun masa depan yang berkelanjutan bagi Timor-Leste.

Penanaman bibit pohon Mangrove untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia ke- IV yang diperingati di Timor-Leste. Foto TATOLI/ Nelson de Sousa
Ia mengatakan bahwa peringatan ini juga mencerminkan prioritas strategis, sehingga Pemerintah Konstitusional ke-IX turut memprioritaskan kelestarian hutan, transformasi ekonomi, dan ketahanan iklim sebagai pilar penting bagi pembangunan nasional.
Dari sudut pandang ilmiah, hutan mangrove dianggap sebagai salah satu ekosistem pesisir paling produktif di dunia, hutan ini melindungi pesisir dari abrasi serta memiliki kapasitas tinggi untuk menyerap dan menyimpan karbon.
“Hutan ini menjadi habitat bagi ikan, kepiting, udang, dan berbagai organisme laut, sehingga melindungi masyarakat pesisir dari dampak perubahan iklim, badai, serta kenaikan permukaan air laut yang terus terjadi,” ujarnya.
Pepohonan ini juga menyediakan infrastruktur alami yang mendukung ketahanan lingkungan sekaligus memberikan stabilitas ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Ia juga mengatakan bahwa di Timor-Leste, khususnya di Bobonaro, pos administratif Atabae dan Balibó, pohon mangrove memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang besar, karena masyarakat setempat bergantung pada ekosistem ini untuk menopang perikanan, melindungi kesejahteraan masyarakat setempat, dan memastikan produktivitas sumber daya laut serta menghasilkan masa depan.
Ia menegaskan bahwa SEF akan terus melaksanakan program-program prioritas seperti reboisasi nasional, rehabilitasi pohon mangrove di daerah pesisir, promosi agroforestri untuk masyarakat pedesaan, dan penguatan ekonomi hijau.

Penanaman bibit pohon Mangrove untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia ke- IV yang diperingati di Timor-Leste. Foto TATOLI/ Nelson de Sousa
“Melalui program-program ini, tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan tutupan hutan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta berkontribusi pada diversifikasi ekonomi nasional,” tegasnya.
Ia menyatakan bahwa di tingkat internasional, Timor-Leste memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan konservasi keanekaragaman hayati.
Sementara itu, mewakili Ketua Otoritas Kotamadya Bobonaro, Sekretaris Administrasi Keuangan, Domingos da Costa, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan mitra internasional yang telah melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Bee Malae.
Ia meminta pihak otoritas tingkat pos administratif dan desa bersama dengan masyarakat, untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam karena hal tersebut akan mendatangkan banyak manfaat.
Kepala Desa Sanirin, Francisco Reis Tavares, merekomendasikan kepada pemerintah untuk terus mendukung kelompok-kelompok masyarakat yang telah dibentuk guna merawat pohon-pohon yang telah ditanam serta kawasan lindung Bee Malae.
Bee Malae (lagoa Bee Malae/ Danau Bee Malae) merupakan objek wisata dan tempat menarik yang terletak di sub-distrik Sanirin, wilayah administratif Balibó. Tempat ini memiliki nilai penting serta karakteristik alami, dan berfungsi sebagai kawasan rekreasi atau budaya di wilayah tersebut.
Untuk diketahui bahwa, Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap tanggal 26 Juli untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya ekosistem Mangrove, melindungi garis pantai dari abrasi, serta mendukung pengelolaan dan konservasi alam secara berkelanjutan.Tujuan ditanam pohon Mangrove, untuk menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta melindungi habitat berbagai jenis hewan dan tumbuhan.
Reporter : Nelson de Sousa (Penerjemah : Tim TATOLI)

