Inflasi Timor-Leste tetap bertahan di 0,2% pada Juni 2026

DILI, 21 Juli 2026 (TATOLI) – Tingkat inflasi bulanan di Timor-Leste pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,2%. Persen tersebut tetap sama seperti yang terjadi pada Mei 2026. Kenaikan harga terutama dipicu oleh meningkatnya harga bahan makanan dan minuman non-alkohol, komunikasi, serta transportasi.
Berdasarkan data Intitut Nasional Statistik Timor-Leste (INE-TL) yang diperoleh Tatoli pada Selasa, inflasi bulan Juni didorong oleh kenaikan harga kelompok makanan dan minuman non-alkohol sebesar 0,3%, komunikasi 0,4%, dan transportasi 0,1%.
Dalam kelompok makanan dan minuman non-alkohol, kenaikan harga tertinggi terjadi pada minyak dan lemak sebesar 2,5%, diikuti buah-buahan 0,6%, sayuran 0,5%, gula, selai, madu, cokelat, dan makanan manis 0,3%, serta beras 0,2%.
Di sisi lain, INE-TL mencatat penurunan harga pada kelompok peralatan pemeliharaan dan perabot rumah tangga sebesar 0,4%, serta alkohol dan tembakau sebesar 0,1%.
Selain itu, harga kopi, teh, dan kakao turun 2%, disusul susu, keju, dan telur sebesar 1%, serta roti sebesar 0,1%.
Secara tahunan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 meningkat 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan inflasi tahunan tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga makanan dan minuman non-alkohol sebesar 0,8%, transportasi 7%, perumahan 0,5%, pendidikan 0,3%, dan komunikasi 0,1%.
Sebaliknya, sejumlah kelompok mengalami penurunan harga, yakni minuman beralkohol dan tembakau sebesar 2,8%, peralatan pemeliharaan dan perabot rumah tangga sebesar 1,6%, rekreasi dan budaya sebesar 0,6%, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,2%.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun tekanan inflasi di Timor-Leste masih relatif rendah, fluktuasi harga pangan dan biaya transportasi tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga barang dan jasa di dalam negeri.
TATOLI

