Kementerian Keuangan proyeksikan ekonomi nonmigas TL tumbuh 4,6 persen pada 2027

DILI, 14 Oktober 2026 (TATOLI) – Kementerian Keuangan Timor-Leste memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nonmigas mencapai 4,6 persen pada 2027, didorong oleh peningkatan investasi, konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, serta aktivitas ekspor. Namun, pelaksanaan pemilihan umum pada 2027 dan 2028 berpotensi memengaruhi kegiatan investasi serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Keuangan, Regina de Jesus de Sousa, menyampaikan proyeksi tersebut dalam Seminar Panorama Orçamental 2027 yang diselenggarakan Komisi C Parlemen Nasional di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan, Dili, Rabu ini.
Regina mengatakan prospek ekonomi nonmigas Timor-Leste pada 2027 menunjukkan perkembangan positif dibandingkan pertumbuhan sebesar 4,3 persen yang tercatat pada 2025 dan diproyeksikan kembali mencapai tingkat yang sama pada 2026.
“Pada 2027, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil nonmigas sebesar 4,6 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh investasi, konsumsi rumah tangga, konsumsi publik, dan ekspor,” kata Regina dalam presentasinya.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, investasi diperkirakan meningkat 6,5 persen pada 2027, sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 3,0 persen, konsumsi publik 3,6 persen, dan ekspor 9,3 persen.
Menurut Regina, pertumbuhan tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kegiatan bisnis, serta memperkuat pendapatan masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perekonomian Timor-Leste masih sangat bergantung pada pengeluaran pemerintah. Oleh karena itu, peningkatan pertumbuhan ekonomi harus disertai penguatan kapasitas produksi nasional dan penciptaan kesempatan kerja yang berkelanjutan.
“Tantangan kita bukan hanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi selama satu atau dua tahun, tetapi membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, mampu menghasilkan produk, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.
Regina mengatakan Pemerintah akan terus mendorong investasi produktif, khususnya dalam sektor pertanian, perikanan, pariwisata, infrastruktur, serta pengembangan sektor swasta.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan pemilihan umum berpotensi menimbulkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 2027 dan 2028.
Menurutnya, kegiatan pemilihan dapat memengaruhi proses administrasi publik, pengadaan barang dan jasa, persetujuan kontrak, serta keputusan investasi.
Selain itu, ketidakpastian politik yang mungkin terjadi selama proses pemilihan dapat menyebabkan sebagian pengusaha menunda ekspansi bisnis maupun perekrutan tenaga kerja hingga terdapat kepastian mengenai arah kebijakan pemerintah.
“Kegiatan pemilihan dapat memengaruhi keputusan administrasi dan investasi. Para pengusaha mungkin menunggu situasi politik yang lebih jelas sebelum memutuskan untuk berinvestasi atau memperluas usaha,” ujarnya.
Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi nonmigas dapat melambat menjadi 4,4 persen pada 2028 sebelum kembali meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Regina menegaskan bahwa Pemerintah perlu memastikan keberlanjutan pelayanan publik, pelaksanaan investasi sesuai rencana, disiplin fiskal, serta stabilitas kelembagaan selama periode pemilihan.
Ia berharap proses demokrasi tidak menjadi hambatan bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi, sehingga pertumbuhan yang dicapai benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Berdasarkan dokumen Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi nonmigas Timor-Leste diproyeksikan meningkat secara bertahap hingga mencapai 5,0 persen pada 2031.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

