Top

Pendapatan domestik Timor-Leste diproyeksikan naik 10 persen pada 2027

Wakil Menteri Keuangan, Regina de Jesus de Sousa. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 14 Oktober 2026 (TATOLI) – Kementerian Keuangan Timor-Leste memproyeksikan pendapatan domestik negara meningkat sebesar 10 persen pada 2027 menjadi US$298,6 juta, dibandingkan US$271,4 juta dalam anggaran perubahan 2026. Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah memperkuat penerimaan negara dan mengurangi ketergantungan terhadap Dana Perminyakan.

Wakil Menteri Keuangan, Regina de Jesus de Sousa, menyampaikan bahwa meskipun pendapatan domestik menunjukkan tren positif, jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan belanja negara yang terus meningkat.

“Pada 2027, pendapatan domestik Pemerintah Pusat dan RAEOA (Daerah Administratif Spesial Oecusse Ambeno) diproyeksikan meningkat 10 persen menjadi US$298,6 juta. Namun, angka tersebut baru mampu menutupi sekitar 12 persen dari total pengeluaran,” kata Regina dalam Seminar Panorama Orçamental 2027 di Dili, Rabu ini.

Menurutnya, peningkatan pendapatan domestik mencerminkan upaya Pemerintah memperkuat mobilisasi penerimaan negara melalui perbaikan administrasi perpajakan, peningkatan efisiensi pemungutan pajak dan retribusi, serta penguatan kepatuhan wajib pajak.

Ia mengatakan reformasi penerimaan domestik sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan negara membiayai pelayanan publik dan program pembangunan dalam jangka panjang.

Namun, Regina mengakui bahwa kemampuan pendapatan dalam negeri masih terbatas dan belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan belanja pemerintah.

Karena itu, Pemerintah terus berupaya memperluas basis penerimaan domestik sekaligus membangun sistem perpajakan yang lebih efisien, transparan, dan adil.

Berdasarkan dokumen Kementerian Keuangan, penerimaan domestik Timor-Leste tercatat sebesar US$273,2 juta pada 2025, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan US$233,8 juta pada 2024.

Dari total pendapatan pada 2025 tersebut, pajak tidak langsung menyumbang US$127 juta atau sekitar 46 persen, sementara pajak langsung mencapai US$78,7 juta atau 29 persen.

Adapun penerimaan bukan pajak tercatat sebesar US$67,5 juta atau sekitar 25 persen dari total pendapatan domestik.

Regina mengatakan Pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai penerimaan, tetapi juga memperbaiki mekanisme pemungutan agar lebih efisien serta mampu menjamin kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah pengenalan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), atau Imposto sobre Valor Acrescentado (IVA), yang direncanakan secara indikatif mulai diterapkan pada 2028.

Namun, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih bergantung pada persetujuan peraturan perundang-undangan terkait serta kesiapan administrasi perpajakan nasional.

“Penerapan IVA harus didasarkan pada persiapan teknis, konsultasi dengan sektor swasta, edukasi kepada wajib pajak, dan langkah-langkah yang mempertimbangkan dampaknya terhadap keluarga berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Regina mengatakan Pemerintah juga perlu mempertimbangkan perlindungan terhadap barang-barang kebutuhan esensial agar reformasi perpajakan tidak menimbulkan beban berlebihan bagi masyarakat rentan.

Menurutnya, tujuan utama reformasi fiskal bukan semata-mata meningkatkan penerimaan pajak, tetapi menciptakan sistem yang transparan, dapat diprediksi, serta berkeadilan.

Kementerian Keuangan juga sedang mendorong digitalisasi administrasi perpajakan dan proses pemungutan penerimaan negara untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan kepatuhan wajib pajak.

Berdasarkan proyeksi dalam dokumen APBN 2027, pendapatan domestik Timor-Leste diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun berikutnya, mencapai US$315 juta pada 2028 dan US$365,8 juta pada 2031.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!