Delapan negara akan ambil bagian dalam Kompetisi Ketrampilan Internasional di Timor-Leste

DILI, 29 Juni 2026 (TATOLI)–Delapan negara di Asia Pasifik dan asia Tenggara akan ambil bagian dalam Kompetisi Ketrampilan Internasional yang akan digelar oleh Institut Nasional Pengembangan Tenaga Kerja (INDMO, I.P) pada 7 hingga 8 Juli 2026 di Timor-Leste.
Institut Nasional Pengembangan Tenaga Kerja (INDMO, I.P.) akan menyelenggarakan Kompetisi Keterampilan Nasional (National Skills Competition) ke-9 dan Timor-Leste International Friendly Skills Competition ke-2 pada 7–9 Juli 2026, sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi, meningkatkan daya saing tenaga kerja, serta memperluas kerja sama regional di bidang pengembangan keterampilan.
Direktur INDMO, Isabel Fernandes de Lima, mengatakan kegiatan yang mengusung tema “Mastering Skills, Building the Future” itu akan dibuka secara resmi pada 6 Juli dan ditutup pada 9 Juli 2026.
“Kompetisi tahun ini diikuti oleh delapan negara peserta, yakni Timor-Leste, Fiji, Nauru, Papua Nugini, Samoa, Tonga, Vanuatu, Indonesia, dan Malaysia. Sementara itu, Kepulauan Solomon dan Tuvalu akan hadir sebagai negara pengamat,” jelas Direktur Isabel kepada wartawan melalui konferensi pers yang di gelar di kantor INDMO, senin ini.
Panitia memperkirakan sekitar 60 delegasi internasional, 36 peserta lomba yang terdiri atas 22 peserta nasional dan 14 peserta internasional, serta 41 juri dan ahli akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, lebih dari 1.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri diperkirakan menghadiri rangkaian acara ini.
Kompetisi akan mempertandingkan empat bidang keterampilan yaitu instalasi listrik, tata boga, pelayanan restoran, dan pengelasan. Perlombaan akan berlangsung di Centro Formação Dom Bosco Comoro untuk tiga kategori pertama, sedangkan kategori pengelasan akan dilaksanakan di CNEFP Tibar, Liquiça.
Selain kompetisi, penyelenggara juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung seperti pertemuan bilateral, forum kerja sama strategis, pameran institusi dan industri, konferensi teknis, lokakarya tematik, hingga kunjungan pendidikan dan budaya.
Isabel mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah bagi Timor-Leste, negara-negara Pasifik, ASEAN, WorldSkills Asia, mitra pembangunan, lembaga pelatihan, dan sektor swasta untuk bertukar pengalaman serta membahas isu-isu strategis, termasuk peningkatan mutu pendidikan vokasi, pengakuan kualifikasi, mobilitas tenaga kerja, inovasi teknologi, dan kemitraan publik-swasta.
“Melalui kompetisi ini kami ingin mendorong keunggulan pendidikan dan pelatihan vokasi, mengakui kompetensi generasi muda Timor-Leste, memperkuat hubungan antara lembaga pelatihan dan kebutuhan pasar kerja, sekaligus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Pasifik dan ASEAN,” ujar Isabel.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Timor-Leste untuk berpartisipasi lebih aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk WorldSkills Asia.
Dalam kesempatan itu, Isabel mengungkapkan bahwa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah mengalokasikan $150.000 untuk program promosi keterampilan. Dari jumlah tersebut, $90.000 digunakan untuk penyelenggaraan kompetisi, sedangkan $60.000 dialokasikan untuk pelaksanaan Sidang Umum WorldSkills Asia yang akan diselenggarakan di Timor-Leste pada November 2026.
Menurut INDMO, penyelenggaraan kompetisi nasional dan internasional ini merupakan langkah strategis Pemerintah Timor-Leste dalam memperkuat sistem pelatihan vokasi nasional, mengembangkan talenta generasi muda, serta meningkatkan pengakuan kompetensi tenaga kerja Timor-Leste di tingkat regional dan internasional.
Sejak pertama kali digelar pada 2014 dengan dukungan berbagai mitra pembangunan, termasuk Asian Development Bank (ADB), Kompetisi Keterampilan Nasional telah menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelatihan berbasis kompetensi di Timor-Leste. Sementara itu, kompetisi internasional pertama yang diselenggarakan pada 2023 melibatkan Timor-Leste, Australia, dan Indonesia, dengan Tiongkok serta Malaysia sebagai negara pengamat.
Menurut Isabel, ajang tersebut akan dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Vanuatu Simil Johnson Youse, Chief Executive Officer WorldSkills Asia Fahar Al Suwaidi, serta berbagai perwakilan nasional dan internasional dari sektor pendidikan vokasi, industri, sertifikasi profesi, dan pengembangan keterampilan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editór : Cancio Ximenes

