DILI, 22 Juni 2026 (TATOLI) – Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai penjuru dunia setelah wafatnya mantan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, Francisco Guterres “Lú Olo”. Dari kepala negara, organisasi internasional, hingga aktivis lingkungan muda yang dikenal di panggung global, semuanya menyampaikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenang sebagai pejuang kemerdekaan, negarawan, dan pemimpin yang mengabdikan hidupnya untuk rakyat Timor-Leste.
Salah satu ungkapan duka yang menyentuh datang dari aktivis lingkungan global asal India, Licypriya Kangujam. Melalui laman resminya, aktivis muda yang dikenal sebagai salah satu suara terdepan dalam isu perubahan iklim itu mengenang pertemuannya dengan Lú Olo pada tahun 2022.
Menurut Licypriya, Timor-Leste telah kehilangan seorang negarawan besar, putra terbaik bangsa, serta salah satu pemimpin terbaik yang pernah dimiliki negara tersebut.
“Saya merasa sangat diberkati dan terhormat pernah bertemu beliau pada tahun 2022. Kebaikan hati, kebijaksanaan, dan dedikasinya kepada rakyat meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Hari ini hati saya turut berduka bersama rakyat Timor-Leste dan semua orang yang pernah disentuh oleh kebaikannya,” tulis Licypriya.
Ia menambahkan bahwa meskipun Lú Olo telah berpulang, semangat dan warisan perjuangannya akan terus menginspirasi generasi mendatang.
“Selamat jalan Yang Mulia. Kehidupan Anda adalah anugerah bagi bangsa dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Duka cita juga disampaikan Presiden Portugal, José Luís Carneiro, yang mengirimkan pesan belasungkawa kepada keluarga, sahabat, dan seluruh rakyat Timor-Leste.
Dalam pesannya, Presiden Portugal mengenang Lú Olo sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Timor-Leste yang turut membangun fondasi demokrasi negara setelah meraih kemerdekaan.
Ia juga menyoroti masa kepemimpinan Lú Olo sebagai Presiden Republik periode 2017–2022 yang dinilai memainkan peran penting dalam perjalanan politik negara. Selain itu, Lú Olo dikenang sebagai figur yang selalu mendorong dialog, rekonsiliasi nasional, perdamaian, dan persatuan bangsa.
Di akhir pesannya, Presiden Portugal menyampaikan solidaritas kepada rakyat Timor-Leste yang sedang menjalani masa berkabung nasional.
Sementara itu, Delegasi Uni Eropa di Timor-Leste turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, kolega, sahabat, serta seluruh rakyat Timor-Leste.
Dalam pernyataan resminya, Uni Eropa mengenang Lú Olo sebagai mantan Presiden Republik, Presiden pertama Parlemen Nasional, sekaligus seorang putra Timor-Leste yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk perjuangan kemerdekaan, penentuan nasib sendiri, dan pembangunan bangsa.
“Beliau adalah tokoh yang mengabdikan hidupnya bagi kebebasan dan pembangunan Timor-Leste. Kami turut berduka bersama rakyat Timor-Leste,” tulis Delegasi Uni Eropa.
Dari Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili juga menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya mantan Presiden Timor-Leste tersebut.
“Seluruh jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili menyampaikan duka cita atas wafatnya Yang Mulia Francisco Guterres ‘Lú Olo’, Presiden Republik Demokratik Timor-Leste periode 2017–2022. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa berduka ini,” demikian pernyataan KBRI Dili.
KBRI juga menyampaikan solidaritas dan doa bagi keluarga yang berduka agar diberikan kekuatan dan keberanian menghadapi kehilangan tersebut.
Ucapan belasungkawa serupa datang dari Kedutaan Besar Australia di Timor-Leste. Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Australia menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga, kolega, sahabat, dan seluruh rakyat Timor-Leste atas wafatnya mantan Kepala Negara itu.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga, kolega, dan sahabat Dr. Francisco Guterres Lú Olo yang wafat pada 21 Juni, serta kepada seluruh rakyat Timor-Leste. Beristirahatlah dalam damai,” tulis Kedutaan Australia.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




