Top

Delapan Instruktur Timor-Leste raih Sertifikat Welder Internasional  

Delapan instruktur dari sejumlah pusat pelatihan dan sekolah teknik kejuruan di Timor-Leste berhasil meraih Sertifikat International Welding Inspector – Basic (IWI-B) di bidang Juru Las atau Welder. Foto TATOLI/ Egas Cristóvão

DILI, 13 Agustus 2026 (TATOLI) – Delapan instruktur dari sejumlah pusat pelatihan dan sekolah teknik kejuruan di Timor-Leste berhasil meraih Sertifikat International Welding Inspector – Basic (IWI-B) di bidang Juru Las atau Welder setelah mengikuti program pelatihan selama enam bulan yang didukung Otoritas Nasional Perminyakan (ANP) dan Pemerintah Australia.

Sertifikat International Welding Inspector – Basic (IWI-B) diberikan kepada para instruktur dalam sebuah seremoni yang diselenggarakan ANP setelah mereka menyelesaikan rangkaian pelatihan di Pusat Nasional Ketenagakerjaan dan Pelatihan Profesional (CNEFP) Tibar, Kotamadya Liquiçá.

Wakil Ketua ANP, Quintino Pereira, mengatakan sertifikasi IWI-B merupakan kualifikasi profesional yang penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar di bidang pengelasan sekaligus mendukung penerapan standar industri internasional di Timor-Leste.

Menurutnya, para penerima sertifikat dipersiapkan untuk menjadi instruktur profesional yang nantinya dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada para siswa di pusat pelatihan maupun sekolah teknik kejuruan masing-masing.

“Para instruktur ini kita persiapkan untuk menjadi instruktur profesional di bidang pengelasan di Timor-Leste, di pusat pelatihan atau sekolah kejuruan masing-masing. Dengan demikian, ketika ada siswa baru yang ingin mengikuti pelatihan pengelasan, mereka sudah memiliki pengalaman untuk mengajar karena telah memiliki sertifikat,” kata Quintino Pereira.

Ia menjelaskan, program Training of Trainers (ToT) tersebut awalnya diikuti 10 instruktur dari berbagai pusat pelatihan dan sekolah teknik kejuruan yang telah terakreditasi Institut Pengembangan Tenaga Kerja (INDIMO). Dari jumlah tersebut, delapan instruktur berhasil menyelesaikan persyaratan dan memperoleh sertifikasi internasional.

Pelatihan menggunakan modul serta tenaga pelatih dari Australia dengan mengombinasikan pembelajaran teori dan praktik. Program tersebut dirancang agar para instruktur memiliki kemampuan pengelasan dan inspeksi yang sesuai dengan standar internasional.

Quintino mengatakan program tersebut terlaksana melalui Timor-Leste Australia Energy Partnership (TLAEP) yang melibatkan ANP Timor-Leste dan Department of Industry, Science and Resources (DISR) Australia.

Kemitraan Energi Timor-Leste–Australia dibentuk pada 2022 untuk memperdalam hubungan kedua negara dalam bidang pengetahuan, perdagangan dan investasi di sektor sumber daya.

Kemitraan tersebut juga mendukung pertukaran pengetahuan antara pemerintah, institusi, dunia usaha dan akademisi kedua negara, sekaligus memperkuat hubungan industri dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja Timor-Leste.

Kerja sama tersebut memiliki empat jalur utama, yakni antarpemerintah, pelatihan bagi instruktur, bisnis dan akademik.

Salah satu penerima sertifikat, Duarte da Costa dari Sekolah Menengah Teknik Kejuruan (ESTV) Becora, mengapresiasi kesempatan mengikuti program tersebut dan mengatakan pengetahuan yang diperoleh selama enam bulan akan diterapkan kepada para siswa.

“Ini merupakan kesempatan yang baik, kami benar-benar memanfaatkannya dan setelah kembali kami akan menerapkannya kepada para siswa, terutama modul-modul yang telah kami pelajari dari para instruktur asal Australia,” ujarnya.

Menurut Duarte, selama mengikuti program, peserta memperoleh pelatihan praktik mengenai prosedur pengelasan dan persyaratan penilaian yang diselaraskan dengan standar AS/NZS/ISO 9606, serta pelatihan intensif yang menggabungkan aspek teori dan praktik inspeksi pengelasan.

Delapan instruktur yang memperoleh sertifikat tersebut terdiri atas José Amaral dari CNEFP Tibar, Liquiçá; Jacinta Correia dari CNEFP Bansone, Oecusse; Francisco José Gusmão dari CNEFP Becora; Nelson Soares Maco dari Dom Bosco Comoro, Dili; Vitoriano de Sousa dari Dom Bosco Fatumaka, Baucau; Simão Maia dari ESTV 1 Lospalos; Duarte da Costa dari ESTV Becora, Dili; dan Suizilio de Castro dari Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL).

Melalui sertifikasi tersebut, para instruktur diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan dan pelatihan pengelasan di Timor-Leste serta mempersiapkan tenaga kerja nasional yang memiliki keterampilan sesuai standar dan kebutuhan industri.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!