DILI, 02 Juni 2026 (TATOLI) – Timor-Leste terus memperkuat reformasi pelayanan publik melalui peringatan Hari Nasional Aparatur Publik 2026 yang secara resmi digelar oleh Ombudsman Hak Asasi Manusia dan Keadilan (PDHJ) bersama Komisi Aparatur Publik (KFP) dan Komisi Anti Korupsi (KAK) dengan mengusung tema “Pelayanan Publik yang Sensitif, Responsif, Transparan, Adil dan Efektif”.
Ketua Komite Penyelengara Hari Nasional Aparatur Publik 2026, Auréo José António Savio mengatakan, peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelayanan publik yang modern, transparan, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Perayaan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama terhadap pengembangan pelayanan yang modern, transparan, responsif dan berorientasi pada kebutuhan rakyat,” kata Auréo José António Savio dalam acara pembukaan di Lecidere Dili.
Ia menjelaskan, panitia telah menyiapkan berbagai program dan kegiatan yang melibatkan lembaga publik, kementerian, kalangan akademisi serta masyarakat umum.
Kegiatan utama meliputi kompetisi olahraga seperti mini soccer, futsal, bola voli dan basket dengan anggaran sebesar US$37.915 untuk mempererat persahabatan, solidaritas dan disiplin di kalangan pegawai negeri.
Selain itu, program seni dan budaya dengan anggaran US$11.000 akan menghadirkan lomba paduan suara, pameran makanan tradisional dan pameran budaya guna mempromosikan warisan nasional dan identitas budaya Timor-Leste.
Panitia juga menyiapkan program pendidikan dan sosialisasi dengan anggaran US$7.775 berupa seminar nasional dan lomba pidato publik untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pelayanan publik.
Sementara itu, program konvoi rakyat dengan anggaran US$44.700 akan digelar untuk memperkuat persatuan dan hubungan baik antara pegawai negeri dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan upacara puncak Hari Nasional Aparatur Publik 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026 di Gleno, Munisipiu Ermera.
Pada kesempatan yang sama, Ombudsman Hak Asasi Manusia dan Keadilan, Virgílio da Silva Guterres “Lamukan” menegaskan bahwa seluruh kegiatan dalam perayaan Hari Nasional Aparatur Publik tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh aparatur negara mengenai pentingnya fungsi pelayanan publik.
“Kami ingin tema ini menjadi pusat refleksi selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, sehingga setelah perayaan berakhir pada 4 September di Gleno, setiap pegawai kembali ke kementerian masing-masing dengan semangat dan pemikiran baru untuk terus menjalankan komitmen pelayanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi berdasarkan ras, agama maupun orientasi politik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Negara Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes yang mewakili Presidensial Dewan Menteri saat membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran pegawai negeri dalam proses pembangunan negara dan bangsa.
Menurutnya, tema Hari Nasional Aparatur Publik 2026 sangat relevan dengan tantangan pembangunan Timor-Leste saat ini, terutama dalam memastikan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
“Pelayanan publik tidak hanya untuk masyarakat di perkotaan, tetapi juga harus menjangkau warga di daerah terpencil. Di era digitalisasi saat ini, teknologi harus dimanfaatkan untuk mengurangi jarak pelayanan dan memangkas birokrasi yang panjang,” kata Expedito Dias Ximenes.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang responsif dan cepat agar masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh layanan yang seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Menurutnya, birokrasi yang panjang sering kali menyebabkan masyarakat kehilangan waktu dan kepercayaan terhadap pelayanan negara.
Selain itu, transparansi disebut sebagai elemen utama dalam mencegah praktik korupsi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Perayaan Hari Nasional Aparatur Publik 2026 diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian para aparatur sipil negara untuk terus menghadirkan pelayanan yang sensitif, transparan dan responsif kepada masyarakat Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




