iklan

SOSIAL INKLUSIF

UNE-TL paparkan program prioritas tahun 2026 kepada Presiden Republik

UNE-TL paparkan program prioritas tahun 2026 kepada Presiden Republik

Persatuan Pramuka Nasional Timor-Leste (UNE-TL) bertemu Presiden Republik, José Ramos-Horta, di Istana Kepresidenan, Bairu Pité, Dili, Selasa (21/07). Foto TATOLI/Egas Cristovão

DILI, 21 Juli 2026 (TATOLI) – Persatuan Pramuka Nasional Timor-Leste (UNE-TL) bertemu dengan Presiden Republik, José Ramos-Horta, untuk memaparkan program-program prioritas UNE-TL selama tahun 2026.

Ketua Umum UNE-TL, Mariano Assanami Sabino, menyampaikan bahwa kegiatan penting yang akan diselenggarakan oleh UNE-TL tahun ini adalah Jambore Tingkat Kotamadya yang akan berlangsung di Bobonaro pada tanggal 27 Juli hingga 02 Agustus 2026.

“Anda semua tahu bahwa Gerakan Pramuka Nasional menggerakkan kaum muda, sehingga Jambore Kotamadya menjadi prioritas utama dalam pembentukan karakter—yaitu karakter yang disiplin, pekerja keras, serta mencintai lingkungan dan hewan, sekaligus menjunjung tinggi semangat persaudaraan, kemanusiaan, dan solidaritas,” kata Mariano Assanami Sabino kepada wartawan usai bertemu Presiden Republik di Istana Kepresidenan, Bairu Pité, Dili, Selasa ini.

Ia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Republik juga membahas situasi terkini, seperti fenomena El Niño atau perubahan iklim.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara juga menyiapkan sejumlah program terkait perubahan iklim dan pelaksanaan Jambore Kotamadya. Tujuannya adalah membentuk generasi baru yang disiplin, berwawasan luas, dan penuh kepedulian, serta menyelenggarakan pendidikan kewarganegaraan yang melibatkan peserta dalam pelatihan praktis mengenai alam dan kegiatan sukarela.

“Khususnya bagi generasi muda, kami ingin mengajarkan bagaimana menjaga kelestarian lahan dan air. Kami berharap para mahasiswa—yang juga mencintai gerakan kepanduan nasional—dapat bersama-sama menjadi generasi muda yang lebih bermanfaat bagi negara, mencintai lingkungan, serta memegang teguh nilai-nilai dan prinsip yang mendapat dukungan masyarakat. Dan, hari ini, kita menanamkan nilai-nilai tersebut dalam gerakan kepanduan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, ketika generasi muda bersatu dalam kecintaan terhadap lingkungan, mereka turut menciptakan perdamaian. Hal ini sangatlah penting, karena perdamaian merupakan satu-satunya jalan untuk membangun negara dan mewujudkan kemajuan bagi semua pihak.

“Saat tercipta perdamaian, kita dapat mewujudkan pembangunan ekonomi dan berbagai sektor lainnya dapat berjalan. Itulah sebabnya, setelah meraih kemerdekaan, negara kita menyatakan diri sedang dalam proses pembangunan di empat bidang: perdamaian, negara, bangsa, dan karakter,” ujarnya.

Berbicara mengenai perdamaian, Assanami yang saat ini menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II dan  Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat,  mengatakan,  bahwa pengorbanan nyawa 300 ribu orang yang wafat pada masa penjajahan telah menebus kebebasan, perdamaian, martabat, dan peradaban. Oleh karena itu, nilai-nilai ini harus ditanamkan kembali. Perdamaian bukan berarti ketiadaan konflik, dialog, ataupun kritik, melainkan yang terpenting adalah adanya keadilan sosial.

“Sistem kami lahir dari ketulusan hati. Kami ingin saling berkontribusi dengan pemikiran yang sehat dan positif. Meskipun kami berasal dari partai dan organisasi yang berbeda, kita semua adalah orang Timor,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Presiden Republik menyoroti pentingnya kepedulian semua pihak terhadap lingkungan—seperti menghindari praktik pembakaran lahan, dan sebagainya.

Tim TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!