DILI, 24 Februari 2026 (TATOLI)— Presiden Republik Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, dan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Dr. Volker Türk, menyoroti peran pentingnya negara dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Keduanya menyoroti hal tersebut dalam pertemuan yang dilakukan disela-sela Sesi ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Palais des Nations, Jenewa, Swiss, pada Senin (23/02).
Berdasarkan Laman resmi Kepresidenan Republik yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa pertemuan itu berfokus pada kemajuan demokrasi Timor-Leste yang kuat serta keberhasilan pengelolaan krisis kesehatan dan iklim.
Dalam pertemuan itu, Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, dan Presiden Republik menyoroti peran penting negara tersebut dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara dan menekankan pentingnya kerja sama internasional dan multilateralisme, memperkuat partisipasi aktif Timor-Leste dalam inisiatif hak asasi manusia global dan operasi pemeliharaan perdamaian.
Kedua pemimpin itu juga menekankan perlunya mobilisasi sumber daya dari pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra global untuk mendukung proyek-proyek yang didedikasikan bagi perlindungan hak asasi manusia dan penguatan ketahanan ekonomi.
Pertemuan diplomatik ini menegaskan kembali posisi internasional Timor-Leste sebagai model demokrasi dan stabilitas. Melalui dialog ini, Presiden Republik terus menunjukkan komitmen teguh Timor-Leste dalam membela martabat manusia dan membina aliansi global guna menjamin tatanan internasional yang damai dan adil.
TATOLI




