DILI, 16 Januari 2026 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos-Horta, didampingi Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, secara resmi meluncurkan pameran buku dari Kapal Perpustakaan Terapung Internasional Doulos Hope, yang berlabuh di Pelabuhan Dili.
Pameran buku tersebut dibuka untuk kunjungan publik mulai 16 hingga 28 Januari 2026 dan diselenggarakan oleh Perpustakaan Terapung Internasional Doulos Hope sebagai bagian dari misi berbagi pengetahuan dan literasi kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden Ramos-Horta menilai pameran buku ini sangat penting karena menyediakan beragam bacaan yang bermanfaat bagi pengunjung, khususnya anak-anak.
“Pameran buku ini sangat bagus karena berfungsi sebagai pusat perpustakaan yang memfasilitasi berbagai buku bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk belajar dan membaca. Saya berharap banyak anak dapat datang berkunjung selama sekitar dua minggu ke depan,” kata Ramos-Horta di Pelabuhan Dili, Jumat ini.
Kepala Negara juga berharap para guru dari berbagai sekolah dapat mengajak siswa-siswi mereka mengunjungi pameran tersebut guna memotivasi minat baca dan memperluas wawasan anak-anak.
Menurut Presiden Republik, budaya membaca perlu terus ditanamkan secara berkelanjutan, mengingat masih terbatasnya akses terhadap buku, baik bagi anak-anak sekolah maupun mahasiswa yang membutuhkan referensi akademik. Oleh karena itu, kehadiran pameran buku terapung ini dinilai sangat membantu dalam mendorong semangat membaca di kalangan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Ramos-Horta juga menyampaikan kepada para pengunjung bahwa Timor-Leste merupakan negara demokratis yang aman dan bebas dari konflik.
“Saya selalu menjelaskan kepada dunia bahwa Timor-Leste tidak memiliki kekerasan politik, pemerkosaan, atau diskriminasi ras, etnis, dan agama. Kami juga menjunjung tinggi kebebasan pers. Sebagai Presiden, saya bangga akan hal ini,” ujarnya.
Ia pun mengajak para pengunjung untuk menikmati seluruh kegiatan selama berada di Timor-Leste dalam dua pekan ke depan.
Sementara itu, Kapten Kapal Doulos Hope, Gilbert Garcia, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Timor-Leste atas izin berlabuh serta dukungan yang diberikan selama operasional kapal di Pelabuhan Dili.
“Merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa bagi kami untuk disambut di Timor-Leste,” katanya.
Ia mengenang kunjungan pertama kapal Doulos ke Timor-Leste pada tahun 2008 yang berlangsung selama satu minggu dan berhasil menarik lebih dari 33.000 pengunjung.
“Sebagian besar pengunjung saat itu adalah anak-anak. Tujuh belas tahun kemudian, saya membayangkan mereka kini telah menjadi generasi pemimpin masa depan yang mendorong negara menuju ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.
Kapten Garcia menegaskan bahwa misi Doulos Hope di setiap pelabuhan adalah berbagi pengetahuan, bantuan, dan harapan, terutama bagi kaum muda yang merupakan bagian terbesar dari populasi Timor-Leste.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menginspirasi anak-anak untuk menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam terhadap membaca dan belajar,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Direktur Pelaksana Doulos Hope, Nidhin Sebastian, mengatakan bahwa pameran buku terapung ini juga mencakup program pertukaran budaya, inisiatif pendidikan, serta keterlibatan komunitas yang bermakna.
Menurutnya, kembalinya Doulos Hope ke Timor-Leste tidak terlepas dari kebijakan luar negeri negara ini yang menjunjung tinggi persahabatan dan hubungan baik dengan negara lain.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat ini. Selama berada di sini, mari kita belajar bersama dan saling berbagi harapan,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




