Top

Presiden Republik anugerahi Medali pada 36 mantan personil pasukan INTERFET

Presiden Republik, José Ramos-Horta, menganugerahi ‘Medalha de Solidariedade’ (Medali Solidaritas) kepada mantan personel INTERFET periode 1999-2016. Foto TATOLI/Egas Cristovão

DILI, 17 Agustus 2026 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos-Horta, pada Senin ini, di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Bairru Pite, Dili, menganugerahi ‘Medalha de Solidariedade’ (Medali Solidaritas) kepada mantan  personel International Force East Timor (INTERFET) periode 1999-2016.

Presiden Ramos-Horta menyatakan bahwa penganugerahan ini merupakan yang pertama kalinya bagi kelompok tersebut, mengingat mereka belum mendapatkan pengakuan selama bertahun-tahun.

“Saya memberikan penghargaan kepada pasukan INTERFET periode 1999-2001 ini karena saat itulah mereka pertama kali datang ke Timor-Leste. Ketika pertama kali saya mengidentifikasi mereka, mereka bertanya apakah saya bisa memberikan penghargaan berupa medali sederhana—sebuah medali solidaritas yang pernah diberikan kepada personel militer PBB pada masa mandat pertama saya, yang melibatkan ribuan orang,” ujar Presiden Ramos-Horta.

Ia menjelaskan bahwa pada masa itu, personil pasukan tersebut bertugas di Timor-Leste selama enam bulan dan hingga kini belum pernah menerima penghargaan apa pun.

“Selama bertahun-tahun, kontribusi mereka tidak pernah mendapat pengakuan. Bagi mereka, ini adalah kenang-kenangan, sebuah medali solidaritas. Sebab, sebagian dari mereka pernah bertugas di sini selama enam bulan,” ujarnya.

Presiden Ramos-Horta juga menyatakan bahwa kelompok ini akan menjadi bagian dari kelompok besar veteran yang bertugas antara tahun 1999 hingga 2012. Periode ini mencakup misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta misi militer Australia dan Selandia Baru yang kembali bertugas pada tahun 2006 hingga 2012.

“Kelompok ini akan menjadi bagian dari kelompok besar veteran periode 1999 hingga 2012, karena setelah INTERFET, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta militer Australia dan Selandia Baru kembali ke sini pada tahun 2006 hingga 2012,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat ribuan personel dari Australia dan Selandia Baru yang bertugas di Timor-Leste pada masa itu. Hingga kini, mereka mengunjungi Timor-Leste tiga atau empat kali setahun dalam kelompok kecil yang terdiri dari 30 orang.

Mereka berkeliling ke berbagai wilayah di Timor-Leste serta membantu membangun sekolah dan rumah warga, sembari menggalang dana dari Australia.

“Mereka memiliki pengaruh besar melalui media sosial, sehingga ribuan orang mengikuti kabar tentang Timor-Leste. Saya ucapkan terima kasih kepada mereka dan para pemimpin mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hal yang paling mereka sukai adalah sikap simpatik dari anak-anak dan penduduk Timor-Leste.

“Satu hal yang mereka sampaikan adalah, meskipun mereka telah mengunjungi banyak negara, di Timor mereka melihat anak-anak selalu tersenyum serta penduduknya selalu simpatik dan ramah; mereka sangat senang datang ke sini,” ungkap Kepala Negara.

Oleh karena itu, ujarnya, masyarakat, kaum muda, dan anak-anak di Timor-Leste menjadi sarana promosi yang lebih baik bagi Timor-Leste karena mereka semua kembali dengan membawa rasa simpati terhadap anak-anak dan penduduk setempat.

“Jadi, masyarakat, kaum muda, dan anak-anak kita menjadi sarana promosi yang lebih baik bagi Timor, karena mereka semua kembali dengan rasa simpati terhadap anak-anak dan penduduk setempat; semua orang selalu tersenyum,” katanya.

Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa medali tersebut bukanlah medali emas atau perak, melainkan sebuah tanda penghargaan dan kenang-kenangan.

‘Medalha de Solidariedade’ Timor-Leste adalah tanda kehormatan negara yang bergengsi, yang dianugerahkan oleh Presiden Republik sebagai bentuk ungkapan terima kasih bangsa kepada warga negara maupun warga negara asing.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!