Top

Kapal perpustakaan Doulos kembali ke Dili, Ramos-Horta ajak generasi muda manfaatkan kesempatan

Presiden Republik, José Ramos-Horta, sedang melihat Buku-buku di Kapal Perpustakaan Internasional Doulos Hope. Foto Tatoli/Arminda Fonseca

DILI, 17 Agustus 2026 (TATOLI) – Kapal perpustakaan internasional Doulos Hope kembali berlabuh di Dili dengan membawa ribuan koleksi buku dan berbagai kegiatan edukatif. Presiden Republik, José Ramos-Horta, mengajak generasi muda Timor-Leste memanfaatkan kehadiran kapal tersebut untuk memperluas pengetahuan dan menumbuhkan budaya membaca.

Presiden Ramos-Horta, Senin ini, secara resmi membuka pameran buku Doulos Hope yang mulai dapat dikunjungi masyarakat umum pada 18 Agustus hingga 01 September 2026.

Kepala Negara menilai kehadiran Doulos Hope penting karena tidak sekadar memberikan akses terhadap berbagai jenis buku, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan budaya membaca, pendidikan, ilmu pengetahuan dan literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.

“Terima kasih atas waktu kalian untuk datang ke sini. Saya selalu memberikan perhatian penting terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kami telah melakukan berbagai inisiatif di kantor saya, termasuk menyelenggarakan Pameran Sains dan Teknologi,” kata Ramos-Horta.

Menurut Presiden Republik, peningkatan pengetahuan generasi muda perlu terus didukung melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk diskusi mengenai teknologi kesehatan bergerak, telemedisin, teknologi pendidikan serta inovasi.

Karena itu, kunjungan Doulos Hope dinilai menjadi kesempatan bagi anak-anak dan kaum muda Timor-Leste untuk mendekatkan diri dengan buku serta memperoleh pengetahuan baru dari berbagai koleksi yang tersedia di kapal tersebut.

Pameran buku Doulos Hope kali ini menyediakan lebih dari 2.000 buku dengan beragam tema, mulai dari motivasi kehidupan, cerita anak hingga berbagai bacaan lainnya. Buku-buku tersebut ditawarkan dengan harga mulai US$0,63 hingga US$25.

Direktur Doulos Hope, Trizinia September, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Timor-Leste atas kerja sama dan kemitraan yang memungkinkan kapal perpustakaan internasional tersebut kembali mengunjungi Dili.

“Sekarang secara resmi saya dapat mengatakan bahwa ini merupakan kunjungan ketiga saya ke Timor-Leste. Saya masih mengingat kunjungan pada 2008, ketika saya juga berada di kapal kami sebelumnya, Doulos. Saya memiliki kenangan yang sangat indah dari kunjungan pertama tersebut,” kata Trizinia.

Doulos Hope terakhir mengunjungi Timor-Leste pada Januari 2026. Kunjungan tersebut merupakan pelayaran perdana Doulos Hope ke Dili dan mendapat sambutan dari masyarakat, terutama generasi muda.

Trizinia mengatakan antusiasme masyarakat dalam kunjungan sebelumnya menjadi salah satu kenangan bagi kru Doulos Hope. Banyak anak muda datang untuk menjelajahi pameran buku, bertemu para relawan dan berinteraksi dengan kru dari berbagai negara.

“Kami terutama mengingat banyaknya anak muda yang datang ke kapal untuk menjelajahi pameran buku, bertemu dengan kru dan menciptakan kenangan bersama melalui begitu banyak foto,” ujarnya.

Selain menerima masyarakat di atas kapal, para relawan Doulos Hope juga turun ke daratan untuk berinteraksi dan mengenal kehidupan masyarakat Timor-Leste secara lebih dekat.

“Karena pertemuan-pertemuan yang bermakna dan persahabatan yang hangat itu, kami sangat senang bisa kembali,” katanya.

Lebih 100 relawan dari 37 negara

Trizinia menjelaskan, Doulos Hope memiliki arti “Pelayan Harapan” dan merupakan kapal terbaru dalam armada global organisasi tersebut.

Kapal itu membawa lebih dari 100 relawan dari lebih 37 negara dengan latar belakang budaya yang berbeda. Para relawan dipersatukan oleh misi untuk berbagi pengetahuan, bantuan dan harapan kepada masyarakat di setiap pelabuhan yang mereka kunjungi.

Misi tersebut dijalankan melalui pameran buku terapung, program pertukaran budaya, kegiatan pendidikan serta keterlibatan langsung dengan komunitas lokal.

“Kami melakukan ini melalui pameran buku terapung, program pertukaran budaya, inisiatif pendidikan dan keterlibatan masyarakat yang bermakna,” jelas Trizinia.

Menurutnya, inti dari misi Doulos Hope adalah keyakinan bahwa harapan dapat dibagikan melalui tindakan sederhana dan interaksi antarmanusia yang mampu memberikan dampak positif.

“Di jantung misi kami adalah keyakinan bahwa harapan bukan sesuatu yang jauh. Harapan adalah sesuatu yang dapat kita pilih untuk dibagikan setiap hari melalui cara-cara kecil dan penuh tujuan,” katanya.

Ia menilai Timor-Leste memiliki kekayaan alam, sejarah dan budaya serta masyarakat yang tangguh. Selama kunjungan pada Januari lalu, kru Doulos Hope memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih jauh sejarah, ketekunan dan kekayaan budaya masyarakat Timor-Leste.

Pada kunjungan kali ini, Doulos Hope berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman dan persahabatan.

Pameran buku Doulos Hope dibuka untuk masyarakat umum mulai 18 Agustus hingga 01 September 2026, setiap hari pukul 10.00 hingga 17.00 Waktu Timor-Leste.

Kehadiran kali ini melanjutkan kunjungan Doulos Hope ke Dili pada Januari 2026. Saat itu, Presiden Ramos-Horta juga meluncurkan pameran buku kapal perpustakaan terapung tersebut, yang menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong budaya literasi di Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!