iklan

PENDIDIKAN

Resmi disepakati, Perpustakaan Nasional mulai dibangun Maret 2026  

Resmi disepakati, Perpustakaan Nasional mulai dibangun Maret 2026   

Ketua ANP, Gualdino do Carmo da Silva, merayakan kesepakatan dengan perusahaan pemenang untuk pembangunan Perpustakaan Nasional Timor-Leste yang akan dibangun di Hudilaran- Dili. Foto Tatoli /Francisco Sony

DILI, 19 Desember 2025 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste bersama para mitra resmi menyepakati dimulainya Pembangunan Perpustakaan Nasional  (PerpusNas) Timor-Leste pada Maret 2026. Kesepakatan tersebut ditandai melalui acara Perayaan Kontrak Proyek Pembangunan Perpustakaan Nasional Timor-Leste yang diselenggarakan di City8, Jumat (19/11).

Dalam acara tersebut, ditandatangani empat dokumen penting, yakni Perjanjian Pendanaan antara Otoritas Perminyakan Nasional (ANP) dan Eni Timor-Leste, Nota Kesepahaman antara ANP dan Sekretariat Negara Bidang Seni dan Kebudayaan (SEAK), kontrak Konsultan Pengawasan Proyek Perpustakaan Nasional Timor-Leste antara ANP dan CHL-KHAIRI Joint Venture (JV), serta kontrak Desain dan Pembangunan Proyek Perpustakaan Nasional Timor-Leste antara ANP dan CGCOC-ASUC JV.

Sekretaris Negara Bidang Seni dan Kebudayaan, Jorge Soares Cristovão, dalam wawancara mengatakan bahwa penandatanganan empat nota kesepahaman tersebut merupakan hasil kerja dan persiapan selama beberapa bulan terakhir bersama perusahaan pengawas dan konsultan.

“Saya pikir seluruh proses akan berjalan lancar. Perusahaan akan meninjau dan mempersiapkan seluruh desain, dan proses ini akan berlangsung hingga Maret 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa acara peletakan batu pertama direncanakan berlangsung pada Maret 2026, setelah tahapan persiapan dan desain diselesaikan. Proyek pembangunan Perpustakaan Nasional tersebut diperkirakan berlangsung selama 18 hingga 20 bulan.

Dalam kesempatan itu, Jorge Cristovão menyampaikan apresiasi kepada ENI atas komitmen kuatnya dalam mendukung proyek pembangunan Perpustakaan Nasional Timor-Leste. Ia juga menyebutkan bahwa SEAK telah menyediakan anggaran sebesar $2 juta dolar AS untuk berkontribusi pada pekerjaan pembangunan.

“Kepada perusahaan pengawas dan pelaksana, hari ini kita bersama-sama menyaksikan penandatanganan empat dokumen. Saya meminta para pemenang kontrak agar bertanggung jawab penuh, sehingga setelah peletakan batu pertama proyek ini benar-benar berjalan sampai selesai dan tidak berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua ANP, Gualdino do Carmo da Silva, dalam sambutannya mengatakan bahwa penandatanganan empat dokumen tersebut menjadi dasar penting bagi pelaksanaan proyek Perpustakaan Nasional Timor-Leste.

“Hari ini kita merayakan penandatanganan kontrak desain terperinci dan pembangunan Perpustakaan Nasional, perjanjian pendanaan antara ANP dan ENI yang mengatur mekanisme pembayaran secara transparan, kontrak pengawasan konsultan yang dipercayakan kepada mitra dari Malaysia, serta Nota Kesepahaman antara ANP dan SEAK,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan ENI di Timor-Leste, Angelina Baptisa Branco, mengatakan bahwa komitmen ENI untuk memberikan kontribusi keuangan bagi pembangunan Perpustakaan Nasional telah ada sejak proyek Kitan pada periode 2010–2011 dan diperkuat kembali sejak 2017.

“Dana tersebut telah kami siapkan sejak saat itu dan hingga sekarang kami tetap berkomitmen. Perjanjian pendanaan yang ditandatangani hari ini dengan ANP mengatur proses dan struktur yang transparan terkait pembayaran kontribusi untuk pembangunan perpustakaan,” katanya.

Menurut Angelina, pembayaran kontribusi ENI akan dilakukan berdasarkan penyelesaian pekerjaan kontraktor utama, dimulai dari penyusunan desain detail yang ditargetkan selesai pada bulan Maret. ENI bersama perusahaan mitranya mempertahankan kontribusi hingga maksimal $10 juta dolar AS sesuai kewajiban konten aktivitas lokal.

“Jika terdapat peningkatan biaya akibat inflasi harga, maka hal tersebut akan menjadi kontribusi dari SEAK,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa proyek Perpustakaan Nasional merupakan bagian dari inisiatif sosial dan konten lokal ENI, yang bertujuan agar manfaat dari sektor minyak dan gas dapat dirasakan oleh sektor lain, khususnya sektor pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan CGCOC-ASUC JV, Li Dong, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya. Ia menegaskan komitmen CGCOC-ASUC untuk mematuhi seluruh standar konstruksi dan menghasilkan proyek dengan kualitas tinggi.

“Selama periode pelaksanaan, kami akan menjaga komunikasi yang konstan dengan pemilik proyek, pengawas, dan semua pihak yang terlibat. Kami yakin Perpustakaan Nasional Timor-Leste akan menjadi bangunan ikonik bagi negara ini,” ujarnya.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!