DILI, 16 Desember 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, José Ramos-Horta, mengatakan bahwa Pengadilan Banding yang yang berwenang untuk mengambil keputusan mengenai tentang konstitusionalitas Undang-Undang (UU) Tunjangan Pensiun Seumur Hidup.
“Ini terserah Pengadilan untuk memutuskan. Tetapi Pengadilan masih meminta waktu, jadi kita masih memberikan waktu. Untuk itu, saya minta para mahasiswa untuk menunggu dan duduk tenang hingga Pengadilan membuat keputusannya,” kata Presiden Ramos-Horta kepada wartawan usai acara penganugerahan penghargaan ‘Colar Ordem Timor-Leste’ kepada Duta Besar Timor-Leste di Jepang, Kimura Tetsuya di Istana Kepresidenan, Dili, Selasa ini.
Menurut Kepala Negara, Undang-Undang Tunjangan Pensiun Seumur Hidup melanggar konstitusi RDTL, dimana undang-undang tersebut harus dihapuskan, tetapi keputusan akhir ada di Pengadilan yang akan memutuskan.
“Hukum yang telah dibuat tersebut melanggar konstitusi, hukum yang dibuat bertentangan dengan konstitusi, hukum tersebut tidak dapat diberlakukan,” kata Presiden Ramos-Horta.
Berita terkait : Presiden Republik sahkan Undang-undang pencabutan tunjungan pensiun seumur hidup
Kepala Negara mengatakan, undang-undang ini hanya memberikan hak istimewa kepada kelompok kecil khususnya anggota Parlemen Nasional, dan anggota Pemerintah yang telah mengabdi selama empat (4) atau lima (5) tahun. Dan setelah menyelesaikan tugas jabatannya maka setiap bulan masih menerima uang tunjangan pensiun.
“Hukum undang-undang itu tidak baik, anggota Parlemen Nasional dan anggota Pemerintah yang baru bekerja lima tahun sudah menerima pensiun setiap bulan, sementara pegawai negeri sipil biasa, guru, anggota Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL), bekerja hingga 30 tahun baru bisa menerima uang tunjangan pensiun. Ini tidak adil bagi saya, hukum undang-undang itu harus dihapuskan,” tegas Presiden Ramos-Horta.
Sebelumnya, pada 26 september 2025 lalu, Parlemen Nasional (PN), melalui sidang paripurna luar biasa, telah menyetujui rancangan undang-undang nomor 11/VI (3a) tentang Pencabutan Tunjungan Pensiun Seumur Hidup (Pensão mensal vitalícia) bagi Anggota Parlemen Nasional, dan Mantan Pejabat Badan Kedaulatan negara dan beserta langkah-langkah lainnya yang disetujui dengan 62 suara mendukung, dan tidak ada suara yang menolak dan abstain.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




