Top

Dubes Selandia Baru : Tragedi Balibo tidak boleh dilupakan  

Duta Besar Selandia untuk Timor-Leste, Helen Jane Tunnah. Foto Tatoli/Francisco Sony

BOBONARO, 16 Oktober 2025 (TATOLI) – Duta Besar Selandia Baru untuk Timor-Leste, Helen Jane Tunnah, menyampaikan penghormatan mendalam dalam peringatan 50 tahun tragedi Balibo Five, yang digelar di Balibo, Kotamadya Bobonaro.

Dalam pidatonya, ia menyerukan pentingnya pembelaan terhadap kebebasan dan keamanan pers, serta mengingatkan bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi pada tahun 1975 tidak boleh dilupakan.

“Tragedi Balibo Five, dimana  terjadi pembunuhan, karena mereka berusaha mengungkapkan kebenaran tentang apa yang terjadi di Timor Portugis pada tahun 1975. Tragedi itu seharusnya tidak pernah terjadi dan tidak akan pernah terhapus atau diredakan oleh waktu,” ujar Helen di hadapan para tamu undangan dan keluarga korban.

Dalam kesempatan tersebut, Helen juga mengenang nama-nama jurnalis yang gugur, yakni Greg Shackleton, Tony Stewart, Gary Cunningham, Brian Peters, dan Malcolm Rennie, serta Roger East dan jurnalis lainnya yang kehilangan nyawa selama masa perjuangan kemerdekaan dan pasca-Jajak Pendapat tahun 1999.

Duta Besar Tunnah menegaskan bahwa kebebasan pers dan keselamatan jurnalis tetap menjadi isu penting secara global.

Ia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya jumlah jurnalis yang ditahan dan diserang di berbagai belahan dunia, dan menyampaikan apresiasi terhadap Dewan Pers Timor-Leste atas komitmen mereka terhadap jurnalisme yang etis dan aman.

“Saya memuji Dewan Pers Timor-Leste, termasuk atas Deklarasi Dili tentang Kebebasan Pers yang juga didukung oleh Selandia Baru dan Australia,” katanya.

Selain mengenang, Duta Besar Helen juga memberikan penghargaan kepada Balibo House Trust, termasuk mantan Perdana Menteri Victoria, Steve Bracks, dan istrinya Terry Bracks, atas dedikasi mereka dalam menjaga warisan sejarah Balibo Five serta kontribusi nyata mereka dalam mendukung kesejahteraan masyarakat lokal melalui fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Selandia Baru, menurutnya, tetap menjadi mitra aktif di Bobonaro, bekerja sama dengan masyarakat lokal melalui program-program seperti kepolisian masyarakat, pendidikan anak usia dini, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya, termasuk melalui kemitraan dengan World Vision dan pemuda lokal Balibo.

Menutup pidatonya, Helen membagikan refleksi pribadi sebagai mantan jurnalis. Ia mengenang masa mudanya sebagai siswi yang bercita-cita menjadi wartawan, dan bagaimana peristiwa Balibo Five menginspirasi banyak jurnalis muda untuk memperjuangkan kebenaran.

“Lima puluh tahun yang lalu saya masih siswi di Selandia Baru. Ketika saya menjadi jurnalis, saya bekerja bersama rekan-rekan yang memastikan Balibo Five tidak pernah dilupakan,” kenangnya dengan haru.

Sebagai penutup, ia mengutip pepatah Māori: “Dia rā hou tēnei i muri i te pō roa” — yang berarti, “Ini adalah hari baru setelah malam yang panjang,” sebagai simbol harapan dan komitmen untuk masa depan yang lebih adil dan damai. 

Reporter : Sergio da Cruz

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!