Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, Presiden Ramos-Horta sampaikan solidaritas

DILI, 14 Oktober 2026 (TATOLI) – Presiden Republik (PR), José Ramos-Horta, menyampaikan solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia yang tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, yang berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, termasuk penyebaran asap yang telah mencapai sebagian wilayah Timor-Leste.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara melalui akun Facebook resminya, menyusul hasil pemantauan otoritas lingkungan terkait yang mengonfirmasi bahwa asap kebakaran hutan dari Indonesia telah memasuki sebagian wilayah Timor-Leste dan memengaruhi kualitas udara.
“Timor-Leste berdiri dalam solidaritas penuh bersama Indonesia pada masa sulit ini. Kami menghargai upaya berani tim tanggap darurat, petugas pemadam kebakaran, dan otoritas Indonesia yang bekerja tanpa henti untuk memadamkan kebakaran dan memulihkan udara bersih,” demikian pesan Presiden Ramos-Horta melalui laman Facebook-nya.
Kepala Negara menegaskan bahwa sebagai negara tetangga yang memiliki kedekatan geografis, Timor-Leste tetap berkomitmen memperkuat kerja sama regional dan memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan lingkungan yang berdampak terhadap kedua negara.
Sementara itu, berdasarkan data sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan Indonesia yang dipublikasikan pada Rabu (14/10), sebanyak 20.334 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir. Jumlah tersebut meningkat 9.297 titik dibandingkan periode sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, Kalimantan Tengah mencatat titik panas terbanyak, yakni 11.166 titik, diikuti Sumatera Selatan sebanyak 2.404 titik, Kalimantan Selatan 1.156 titik, Kalimantan Barat 1.007 titik, serta Papua Selatan dengan 835 titik.
Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Kalimantan Timur sebanyak 707 titik dan Sulawesi Tengah sebanyak 361 titik. Data tersebut diperoleh melalui pengamatan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA pada 14 Oktober 2026.
Meski demikian, titik panas tidak selalu menunjukkan lokasi kebakaran aktif, melainkan indikasi suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan terjadinya kebakaran.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui pengerahan petugas serta operasi pemadaman di wilayah terdampak.
Selain menyampaikan solidaritas kepada Indonesia, Presiden Ramos-Horta juga mengingatkan masyarakat Timor-Leste agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara yang kurang baik akibat penyebaran asap kebakaran hutan.
Menurut Presiden Republik, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit jantung.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Kepala Negara mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan fisik berat, serta menggunakan masker pelindung seperti N95 apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Presiden Ramos-Horta juga menganjurkan masyarakat mengonsumsi air putih yang cukup, menutup pintu dan jendela rumah ketika konsentrasi asap meningkat, serta menghindari aktivitas merokok maupun pembakaran yang dapat memperburuk kondisi udara.
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, seperti kesulitan bernapas, batuk berkepanjangan, iritasi mata, atau nyeri dada, diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara itu, berdasarkan buletin Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG) yang diterbitkan pada Rabu (14/10), asap dari wilayah Papua Barat, Indonesia, diperkirakan bergerak ke arah selatan dan berpotensi memengaruhi kualitas udara di tiga kotamadya Timor-Leste, yakni Lautém, Baucau, dan Viqueque, mulai Jumat (16/10).
DNMG juga memperingatkan bahwa penyebaran asap berpotensi berlangsung hingga Sabtu (17/10) dan dapat meluas ke wilayah lainnya, bergantung pada arah angin serta kondisi atmosfer.
Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa Timor-Leste tetap siap berkontribusi dalam kerja sama regional untuk menghadapi tantangan lingkungan bersama, sekaligus memperkuat solidaritas dengan Indonesia dalam upaya melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat kedua negara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

