Top

Pemerintah ungkap perbedaan antara BNCTL dan BNDTL

Seminar Konsep Bank Pembangunan Nasional Timor-Leste (BNDTL) di Kementerian Keuangan, jumat ini. Foto MJDAC

DILI, 01 Agustus 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi (MKAE –tetum) mengungkapkan perbedaan antara Bank Perdagangan Nasional Timor-Leste (BNCTL) dan Bank Pembangunan Nasional Timor-Leste (BNDTL) yang baru dirancang sebagai lembaga baru yang sedang dipersiapkan untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Francisco Kalbuadi Lay, menyampaikan bahwa pembentukan BNDTL merupakan bagian dari visi strategis pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Timor-Leste. Ia menegaskan bahwa ide pembentukan bank pembangunan sudah dimulai sejak masa Pemerintahan IV dan kini telah memasuki tahap implementasi nyata.

“Ini adalah komitmen yang dimulai sejak Pemerintah IV, karena kami menyadari bahwa Timor-Leste membutuhkan lembaga keuangan yang secara khusus memberikan dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Tujuannya adalah untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor-sektor produktif seperti pertanian,” ujar Menteri Francisco kepada wartawan disela-sela  Seminar Konsep Bank Pembangunan Nasional di Kementerian Keuangan, jumat ini.

Ia menambahkan bahwa pendirian BNDTL tidak hanya didorong oleh kepentingan ekonomi semata, tetapi juga oleh kebutuhan sosial untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih adil dan merata. Prosesnya melibatkan kerja lintas sektor antara Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi (MCAE), Kementerian Keuangan, serta dukungan dari legislatif.

Dilain pihak, penjelasan teknis mengenai perbedaan BNCTL dan BNDTL disampaikan oleh Penasihat di MPIE (Kementerian Perencanaan Investasi Strategis), Maria Gonçalves. Menurutnya, BNDTL adalah lembaga keuangan pembangunan, bukan bank komersial seperti BNCTL.

“BNCTL adalah bank komersial yang menerima simpanan masyarakat dan memberikan layanan keuangan perbankan seperti tabungan, pinjaman pribadi, dan layanan transaksi lainnya. Sementara BNDTL adalah lembaga keuangan pembangunan. Ia tidak akan menerima simpanan dari masyarakat umum dan tidak akan bersaing dengan bank komersial. Fokusnya adalah pada pembiayaan sektor-sektor strategis dan membantu pembangunan ekonomi,” jelas Maria.

Ia menekankan bahwa BNDTL akan menjadi “perekat” perekonomian nasional, dengan memberikan dukungan pembiayaan kepada proyek-proyek pembangunan yang selama ini sulit mendapatkan akses dari bank-bank komersial.

Bank ini, menurut Maria, akan memfasilitasi pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi usaha kecil dan menengah, khususnya mereka yang belum memiliki akses perbankan atau sistem akuntansi yang memadai.

“Banyak pelaku usaha kecil di Timor-Leste belum memiliki struktur akuntansi atau kapasitas manajerial yang baik. BNDTL akan membantu menciptakan jalan agar mereka dapat berkembang, tidak hanya melalui akses kredit, tetapi juga melalui pendampingan teknis untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek mereka,” tambahnya.

Maria juga menyoroti bahwa kehadiran BNDTL akan membawa manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi negara secara keseluruhan. Bank ini diharapkan menjadi cikal bakal integrasi Timor-Leste ke dalam pasar keuangan internasional dengan membangun sistem pembiayaan yang lebih terstruktur dan kredibel.

“Akses terhadap lembaga keuangan pembangunan seperti BNDTL akan membantu menciptakan sumber pendapatan baru bagi negara. Dengan mekanisme yang terarah, kita bisa mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas nasional,” jelasnya.

Dalam tahap selanjutnya, pemerintah akan menyusun dan menyampaikan rancangan undang-undang yang mengatur pendirian BNDTL kepada Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) untuk disahkan secara resmi. Seminar ini menjadi bagian dari proses konsultasi publik untuk memastikan bahwa semua pemangku kepentingan memahami peran, fungsi, dan batasan dari bank pembangunan ini.

Sementara, Gubernur BCTL, Helder Lopes, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah dalam mendirikan BNDTL yang dinilai sebagai langkah strategis untuk membuka akses modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Helder menegaskan bahwa BCTL, sebagai lembaga pengatur dan pengawas independen, siap meninjau permohonan pembentukan BNDTL dengan tetap menjaga prinsip-prinsip stabilitas dan pertumbuhan sektor keuangan. Ia menekankan pentingnya mengikuti standar internasional dalam pembentukan bank pembangunan nasional, namun tetap disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan domestik.

“Pembentukan BNDTL harus mengikuti standar internasional, tetapi disesuaikan dengan konteks Timor-Leste. Ini sangat penting agar keberhasilan bank pembangunan di negara lain dapat direplikasi secara efektif di sini,” jelasnya.

Gubernur BCTL juga menyoroti tantangan akses terhadap modal yang masih menjadi hambatan bagi sektor swasta di Timor-Leste. Menurutnya, keberadaan BNDTL diharapkan dapat menjembatani kebutuhan tersebut melalui mekanisme pasar yang terstruktur dan terkoordinasi, dengan tetap memastikan bahwa inisiatif ini tidak menggantikan peran sektor swasta, tetapi justru mendorong lebih banyak investasi dari pihak swasta.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!