DILI, 01 Agustus 2025 (TATOLI)— Dalam Seminar Nasional bertajuk “Konsep Bank Pembangunan Nasional Timor-Leste (BNDTL)”, ekonom senior João Mariano Saldanha menyampaikan paparan bertema “Peran Strategis Bank Pembangunan dalam Transformasi Ekonomi Jangka Panjang”.
Dalam presentasinya, Ia menekankan pentingnya visi jangka panjang untuk pembangunan ekonomi Timor-Leste hingga tahun 2050.
“Kita harus berani berpikir 25 tahun ke depan, bukan hanya menyelesaikan hal-hal teknis dalam 1–2 tahun ke depan. Pembangunan harus diarahkan dengan visi yang besar dan berkelanjutan,” ujar João Mariano Saldanha saat membuka paparannya di kantor Kementerian Keuangan, Jumat ini.
Ia menekankan bahwa pembentukan BNDTL sangat penting untuk mengisi kesenjangan pembiayaan yang tidak dijangkau sektor perbankan komersial.
Berita terkait : PM Xanana : Kehadiran BNDTL akan dorong kedaulatan ekonomi Timor-Leste
Bank pembangunan, katanya, mampu menyediakan pendanaan jangka panjang untuk sektor-sektor strategis dan membantu mengurangi risiko investasi tahap awal agar sektor swasta dapat masuk di fase selanjutnya.
Mengacu pada pengalaman negara-negara industri baru di Asia Timur, Ia mengusulkan agar BNDTL memprioritaskan pendanaan pada lima sektor utama seperti Pertanian, Manufaktur, Jasa dan ekonomi digital, Transisi energi ke energi hijau serta Teknologi dan inovasi.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan wilayah tertinggal dan pembentukan Zona Ekonomi Khusus untuk mendukung pertumbuhan berbasis lokasi.
Salah satu isu krusial yang diangkat João Saldanha adalah tingginya likuiditas yang belum dimanfaatkan untuk pembangunan dalam negeri.
Ia mencatat bahwa dana perminyakan mencapai $18,3 miliar dengan total aset perbankan $2,98 miliar khususnya di lima bank, namun kredit yang tersalurkan hanya sekitar $583 juta.
“Ada dana lebih dari $1 miliar yang menganggur dan tidak terserap oleh ekonomi domestik. Ini adalah peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Dalam kerangka yang lebih luas, Ia menekankan peran bank pembangunan sebagai jembatan antara dana publik dan sektor swasta, serta sebagai katalis integrasi sistem keuangan nasional dan menyebut bahwa BNDTL harus mampu menarik investasi domestik dan asing, serta bersinergi dengan bank komersial dan kebijakan fiskal yang mendukung.
Berita terkait : ADB apresiasi langkah Timor-Leste dirikan BNDTL dukung integrasi ASEAN
Menjelaskan posisi geografis dan geopolitik Timor-Leste, Ekonom Timor-Leste itu pun menyoroti potensi kemitraan investasi dengan Australia dan Singapura.
“Australia memiliki dana pensiun dan investasi lebih dari $1,4 triliun. Singapura adalah pusat dana terbesar di Asia Tenggara. Kita perlu membangun hubungan strategis, tidak hanya diplomatik, tapi juga finansial,” ujarnya.
Namun, agar semua itu bisa terealisasi, ia menegaskan perlunya reformasi kebijakan, antara lain kepastian hukum atas kepemilikan tanah, digitalisasi sektor keuangan, insentif fiskal untuk zona ekonomi khusus dan model kemitraan publik-swasta yang terukur.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




