iklan

HEADLINE, OLAHRAGA

Penutupan meriah Pertandingan CPLP XII 2025 : Xanana serukan semangat solidaritas

Penutupan meriah Pertandingan CPLP XII 2025 : Xanana serukan semangat solidaritas

Perdana Menteri, Xanana Gusmao dan Presiden Republik, Jose Ramos Horta saat menyerahkan medali kepada tim pemenang Sepakbola dari Cavo Verde yang menjadi pemenang di final melawan Angola dalam pertandingan CPLP, di Stadion Dili, Sabtu (26/07/ 2025). Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 26 Juli 2025 (TATOLI)— Pertandingan Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) ke-XII tahun 2025 resmi ditutup dalam sebuah upacara meriah dan penuh semangat di Stadion Dili, Sabtu (26/07) malam.

Penutupan yang dihadiri para pemimpin negara, pejabat tinggi pemerintahan, korps diplomatik, dan ratusan atlet muda dari negara-negara anggota CPLP ini menjadi momen emosional yang meneguhkan semangat solidaritas dan persatuan antarbangsa.

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dalam pidato resminya, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas keberhasilan Timor-Leste menjadi tuan rumah pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Pertandingan CPLP.

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Timor-Leste, dengan penuh kebanggaan dan emosi yang mendalam, saya menyampaikan kata-kata ini kepada Anda sekalian pada upacara penutupan Pertandingan CPLP XII,” ujar Xanana Gusmão di hadapan seluruh delegasi dan tamu undangan.

Para suporter yang menonton Pertandingan CPLP di Stadion Dili. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

Mengusung moto “Bersatu, Kita Satu!”, acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pertemuan budaya dan perayaan persahabatan antarnegara yang terhubung oleh bahasa dan sejarah bersama.

“Para atlet muda telah menunjukkan lebih dari sekadar kemampuan kompetitif. Mereka menunjukkan nilai-nilai sportivitas, kerja sama tim, dan rasa hormat yang menjadi teladan bagi kita semua,” lanjutnya.

Selama sepekan penyelenggaraan, Kota Dili berubah menjadi pusat interaksi dan kolaborasi pemuda CPLP. Menurut Xanana Gusmão, Dili tidak hanya menjadi ibu kota negara, tetapi juga menjadi simbol dari semangat komunitas lusofonia.

“Kami melewati hari-hari yang ditandai dengan antusiasme dan kegembiraan yang menular, serta semangat persatuan yang luar biasa. Bagi kami, ini adalah masa persaudaraan dan juga kesempatan belajar yang tak ternilai,” kata PM Xanana.

Ia menyampaikan apresiasi kepada semua negara peserta, yakni Angola, Cabo Verde, Mozambik, Portugal, São Tomé e Príncipe, serta tentu saja Timor-Leste sebagai tuan rumah.

PM Xanana Gusmão menegaskan bahwa hasil terbesar dari Pesta Olahraga ini bukan hanya kemenangan atau medali, tetapi nilai-nilai yang dibawa pulang oleh para atlet muda.

“Mereka membuktikan bahwa olahraga adalah sekolah perdamaian dan toleransi, tempat di mana semua orang memiliki ruang, dan sumber inspirasi, terutama bagi generasi muda kita. Jika bahasa menyatukan kita, maka olahraga memperkuat persatuan itu!,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi besar semua pihak yang terlibat, termasuk panitia pelaksana, relawan, tenaga medis, keamanan, mitra lembaga, serta masyarakat umum Timor-Leste yang menyambut hangat tamu dari luar negeri.

Selain pertandingan olahraga, ajang tahun ini juga menjadi tuan rumah kegiatan strategis seperti Forum Pemuda CPLP dan Pertemuan Direktur Jenderal Pemuda dan Olahraga, yang menghadirkan ruang diskusi untuk isu-isu pembangunan pemuda dan kolaborasi regional.

Para suporter yang menonton Pertandingan CPLP di Stadion Dili. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

Keesokan harinya, Konferensi Menteri Pemuda dan Olahraga CPLP dijadwalkan berlangsung di Dili untuk merumuskan langkah-langkah lanjutan bagi pengembangan pemuda dan olahraga di seluruh komunitas CPLP.

Dalam penutup pidatonya, Xanana Gusmão menyampaikan pesan menyentuh kepada para atlet muda.

“Anak-anak muda, kalian adalah masa kini dan masa depan. Saya berharap kalian terus membawa semangat persatuan dan solidaritas ini ke dalam kehidupan kalian dan kegiatan olahraga di masa depan. Timor-Leste akan selalu terbuka dan siap menyambut kalian kapan pun kalian ingin kembali,” tutupnya.

Sementara, Menteri Pemuda dan Olahraga Angola, Rui Luís Falcão Pinto de Andrade, selaku Ketua Konferensi Menteri Pemuda dan Olahraga CPLP menyampaikan penghargaan tinggi atas kerja keras Timor-Leste sebagai tuan rumah, serta dedikasi dan semangat sportivitas dari seluruh atlet yang hadir.

“Hari ini kita merayakan lebih dari sekadar kompetisi. Kita merayakan nilai-nilai, persahabatan, dan persatuan yang mengikat kita sebagai komunitas berbahasa Portugis,” ungkap Rui Falcão.

” Bersatu, Kita Satu! Hidup Timor-Leste!” serunya menutup pidato yang disambut tepuk tangan dan sorak sorai dari stadion.

Setelah sukses penyelenggaraan di Dili, Brasil ditunjuk sebagai tuan rumah Pertandingan CPLP ke-13 yang akan dilangsungkan pada tahun 2027 mendatang. Para delegasi dan atlet pun berpamitan dengan semangat penuh harapan akan pertemuan kembali dalam semangat yang sama dua tahun mendatang. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!