iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Pantau proyek pembangunan RS Militer, Dewan Menteri setujui bentuk Komisi Antar-Kementerian  

Pantau proyek pembangunan RS Militer, Dewan Menteri setujui bentuk Komisi Antar-Kementerian  

Menteri Pertahanan, Donaciano do Rosário Gomes. Foto TATOLI

DILI, 08 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah menyetujui pembentukan Komisi Antar-Kementerian untuk memantau proyek pembangunan Rumah Sakit Militer (Timor-Leste – China Friendship Hospital / Rumah Sakit Persahabatan Timor-Leste-China).

Berdasarkan hasil rapat Dewan Menteri, Rabu ini,  menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah yang diajukan Menteri Pertahanan, Donaciano do Rosário Gomes, mengenai proyek pembangunan Rumah Sakit Militer.

Penyetujuan itu, menyusul pemaparan Menteri Pertahanan, Donaciano do Rosário Gomes, dalam rapat Dewan Menteri pada tanggal 01 Juli mengenai proyek pembangunan Rumah Sakit Militer  yang dilaksanakan dalam kerangka kerja sama bilateral antara Timor-Leste dan Republik Rakyat China. Sehingga, Dewan Menteri hari ini menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah tentang pembentukan Komisi Antar-Kementerian untuk memantau  Proyek Pembangunan Rumah Sakit Militer.

Menteri Pertahanan, Donaciano do Rosário Gomes, menjelaskan bahwa proyek pembangunan Rumah Sakit Militer untuk Angkatan Pertahanan FALINTIL-Timor-Leste (F-FDTL) yang dikembangkan dalam kerangka kerja sama bilateral antara China dan Republik Demokratik Timor-Leste telah disetujui adanya pembentukkan Komisi Pemantau Antar-Kementerian setelah sebelumnya dipresentasikan dalam sidang Dewan Menteri pada tanggal 01 Juli lalu.

Ia mengatakan bahwa komisi tersebut, dengan sifat teknis dan konsultatifnya, akan memastikan koordinasi antara entitas publik yang terlibat, memantau semua fase proyek, memantau kepatuhan terhadap tenggat waktu dan persyaratan teknis dan hukum, serta mengidentifikasi hambatan apa pun, untuk mendorong solusi yang terkoordinasi.

Menurutnya, resolusi Pemerintah menetapkan bahwa komisi tersebut menjalankan fungsinya melalui dua kelompok kerja, satu untuk koordinasi eksekutif, yang terdiri dari anggota Pemerintah dan perwakilan mereka.

Fungsi kedua adalah pemantauan teknis atas pekerjaan tersebut, yang melibatkan perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga publik, dan para ahli. Tujuannya adalah untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan baik serta terkoordinasi dengan sistem kesehatan nasional dan prioritas strategis negara.

Pembentukan komite ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan tepat, dengan mengedepankan standar kualitas, transparansi, dan efisiensi yang tinggi.

Rumah Sakit tersebut akan memperkuat kapasitas operasional F-FDTL, melengkapi layanan kesehatan nasional, meningkatkan respons darurat, serta berkontribusi pada penguatan kapasitas nasional di bidang kesehatan, demi kepentingan Angkatan Pertahanan dan masyarakat umum.

Untuk diketahui bahwa, proyek tersebut merupakan sumbangan langsung dari Pemerintah China sebagai wujud kemitraan bilateral yang erat di bidang pertahanan dan keamanan. Rumah sakit yang akan dibangun berlokasi strategis di belakang markas F-FDTL di Fatuhada, Dili.

Disebutkan bangunan tersebut akan memiliki delapan lantai dan direncanakan memiliki kapasitas 100 tempat tidur dan dilengkapi dengan fasilitas layanan kesehatan modern, termasuk bangsal khusus untuk VIP, pasien reguler, ruang gawat darurat, serta layanan spesialis seperti onkologi, neurologi, dan kardiologi.

RS Militer ini tidak hanya melayani personel militer, tetapi juga keluarga mereka serta para veteran, dan memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi komunitas militer dan masyarakat luas.

Tim TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!