iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

PN sampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Pastor João Felgueiras

PN sampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Pastor João Felgueiras

Pastor João Vasconcelos Baptista Felgueiras. Foto spesial

DILI, 06 Juli 2026 (TATOLI) – Anggota Parlemen Nasional, Senin ini menyampaikan ucapan  belasungkawa atas wafatnya Pastor João Vasconcelos Baptista Felgueiras.

Anggota Parlemen dari Fraksi  FRETILIN, Lídia Norberta dos Santos, menyampaikan belasungkawa kepada para imam Kongregasi Jesuit yang kehilangan sosok Pastor João Felgueiras.

Ia mengenang kembali masa ketika ia masih menjadi siswa di sekolah Esternato dan senantiasa mendapatkan pendampingan dari mendiang hingga Timor-Leste merestorasikan kemerdekaan. Di tengah situasi sulit saat itu, sosok mendiang  senantiasa bermurah hati dalam membantu banyak orang yang menghadapi kesulitan serta penindasan oleh militer Indonesia selama masa perjuangan.

“Pastor menjadi tempat perlindungan yang damai bagi seluruh rakyat Timor yang berjuang demi kemerdekaan. Dengan kehilangan yang besar ini, kami semua merasa sangat sedih,” ujarnya saat menyampaikan pernyataan belasungkawa dalam sidang pleno Parlemen hari ini.

Berita terkait : Dedikasikan hidupnya di Timor-Leste, Pastor João Felgueiras tutup usia di 105 tahun  

Di tempat yang sama, anggota parlemen dari Fraksi FRETILIN, Antoninho Doutel Sarmento, merasa kehilangan sosok gembala yang baik yang telah melayani umat Katolik selama bertahun-tahun di Timor-Leste.

“Pastor selalu berpesan bahwa siapa pun yang ingin terjun ke dunia politik harus memiliki moralitas. Beristirahatlah dengan tenang, Pastor João Felgueiras, di dalam kerajaan abadi,” ujarnya.

Demikian juga, Anggota parlemen dari Fraksi  CNRT, Maria Gorumali Barreto, juga mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian seorang sosok yang mengasihi seluruh rakyat Timor. Selama masa perlawanan, beliau senantiasa hadir untuk membantu dan mendukung para perempuan yang menghadapi kesulitan besar serta ancaman dari militer Indonesia, khususnya mereka yang menjadi korban kekerasan seksual maupun yang menjadi tahanan.

Anggota parlemen itu berharap bahwa meskipun Pastor João Felgueiras telah tiada secara fisik, semangat beliau akan tetap hidup bersama rakyat Timor-Leste.

Hal senada juga diutarakan, Anggota Parlemen dari Fraksi  PLP, Maria Angelina Sarmento Lopes, yang meminta kepada  Parlemen untuk menyetujui pernyataan belasungkawa atas wafatnya Pastor João Felgueiras, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi beliau.

Pastor Jesuit asal Portugal yang dikenal karena dedikasinya kepada rakyat Timor-Leste, Pastor João Vasconcelos Baptista Felgueiras, meninggal dunia pada usia 105 tahun di Dili Medical Center (DMC), Jumat (03/07), sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

Pastor João Felgueiras lahir di Caldas das Taipas, Portugal, pada 9 Juni 1921. Ia masuk Serikat Yesus pada usia 21 tahun dan ditahbiskan sebagai imam pada usia 29 tahun.

Pada 1971, ia diutus ke Timor-Leste  menjabat sebagai Wakil Rektor Seminari Keuskupan Dili. Selain itu, ia mengajar bahasa Portugis di Externato São José dan mendidik banyak intelektual Timor-Leste, termasuk mantan Perdana Menteri Rui Maria de Araújo.

Setelah invasi Indonesia pada 1975, Pastor João memutuskan untuk tetap tinggal di Timor-Leste pun berada di bawah pengawasan otoritas Indonesia. Selama masa pendudukan, ia dikenal sebagai salah satu tokoh Gereja yang mengabdikan hidupnya untuk mendampingi masyarakat Timor-Leste.

Pada 2006, bersama José Alves Martins, ia menerbitkan buku Nossas Memórias de Vida em Timor yang mengisahkan berbagai peristiwa penting di Timor-Leste sejak 1975 hingga masa setelah kemerdekaan.

Sepanjang hidupnya, Pastor João menerima sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Grande-Oficial da Ordem da Liberdade dari Portugal pada 2002, Insignia Orde Timor-Leste pada 2009, serta Grã-Cruz da Ordem de Camões dari Portugal pada 2022.

Pastor João Felgueiras selama bertahun-tahun menetap di Timor-Leste dan pernah menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hidup di negeri yang telah ia layani selama lebih dari lima dekade. Keinginan tersebut akhirnya terwujud ketika ia mengembuskan napas terakhir di Dili pada usia 105 tahun.

Tim TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!