iklan

KESEHATAN, HEADLINE

INSP – TL dan UNFPA beri pelatihan pada 12 tenaga kesehatan tentang perawatan EmONC

INSP – TL dan UNFPA beri pelatihan pada 12 tenaga kesehatan tentang perawatan EmONC

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang di Timor Leste bersama UNFPA memberikan pelatihan kepada pelatih untuk Program Perawatan Obstetri dan Neonatal Gawat Darurat di INSP – TL, Comoro, pada 23 Juli 2025. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 23 Juni 2025 (TATOLI)—Kementerian Kesehatan melalui Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Timor-Leste (INSP – TL) bersama dengan UNFPA (Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan Pemerintah Jepang memberikan pelatihan kepada 12 tenaga kesehatan  tentang perawatan EmONC (Perawatan Obstetri dan Neonatal Darurat) untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Timor-Leste.

“Kami bersama dengan UNFPA memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan tentang perawatan obstetri dan neonatal darurat untuk memperkuat kapasitas semua tim medis kita dalam sistem kesehatan nasional untuk masa depan sehingga dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi di negara kita,” kata Direktur Jenderal INSP – TL, Nevio Sarmento, pada wartawan di kantor INSP – TL, Comoro Dili, senin ini.

Dikatakan, pelatihan itu sendiri diberikan kepada tim medis spesialis di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Rumah Sakit Rujukan Baucau, Maliana (Bobonaro), RAEOA (Daerah Spesial Oecusse Ambeno), dan pusat kesehatan di Dili, Viqueuqe, Same, Ermera, Manatuto, Covalima dan Atauro. Pelatihan akan berjalan selama 10 hari.

Ditegaskan, pelatihan ini untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, dimana hal itu merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan untuk menambah pengetahuan para tenaga kesehatan sehingga dapat mengurangi angka kematian.

Dilain pihak, Perwakilan UNFPA di Timor-Leste, Navchaa Suren mengucapkan terima kasih kepada Kemenkes dan INSP-TL atas kepemimpinan dan komitmen berkelanjutan mereka untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir di Timor-Leste. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mitra pembangunan, khususnya Pemerintah Jepang, atas dukungan mereka yang berharga.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari perjalanan panjang. Sejak 2018, didanai oleh Pemerintah Australia melalui DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) dan bekerja erat dengan Kemenkes, serta UNFPA telah mendukung 14 sesi pelatihan emONC untuk keadaan darurat ibu dan bayi baru lahi,” ujar Navchaa Suren.

Ditempat yang sama, Duta Besar Jepang di Timor-Leste, Tetsuya Kimura mengatakan UNFPA dan INSP-TL bersama menyelenggarakan pelatihan penting ini, dan semua peserta yang telah mengambil bagian dalam inisiatif penting ini sejak tahun lalu. Dimana, Pemerintah dan masyarakat Jepang telah mendukung proyek peningkatan fasilitas perawatan darurat dasar, kebidanan, dan pusat kesehatan masyarakat yang dilaksanakan oleh UNFPA.

Dalam proyek tersebut, Jepang telah memberikan hibah sebesar U$7 juta untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Timor-Leste.

“Seperti yang Anda ketahui, kesehatan ibu dan perinatal tetap menjadi salah satu tantangan paling mendesak di negara ini, yang sering kali disebabkan oleh keterlambatan intervensi medis yang disebabkan oleh infrastruktur yang tidak memadai dan kurangnya tenaga kesehatan yang berkualifikasi,” katanya.

Jadi, katanya untuk mengatasi masalah ini, Jepang mendukung pembangunan Fasilitas Perawatan Darurat dan Rehabilitasi Obstetri dan Neonatologi (EmONC) yang memiliki dua puluh (20) pusat kesehatan masyarakat, menyediakan peralatan medis penting, meningkatkan kesadaran di antara masyarakat, dan menawarkan program pelatihan seperti yang kami buka hari ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebagai negara yang menempatkan keamanan manusia dan cakupan kesehatan universal di pusat kebijakan kerja sama pembangunan, Jepang percaya bahwa tidak seorang pun boleh tertinggal,  terutama ibu dan bayi baru lahir yang berisiko selama kehamilan dan proses persalinan.

EmONC atau Perawatan Obstetri dan Neonatal Darurat itu sendiri adalah serangkaian intervensi penyelamatan jiwa yang bertujuan untuk mengatasi komplikasi kehamilan dan persalinan yang mengancam jiwa, baik bagi ibu maupun bayi baru lahir. EmONC sangat penting untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas.

Dimana, lebih detailnya, EmONC melibatkan, Perawatan Obstetri Darurat (EmOC) yang  mencakup berbagai intervensi untuk mengatasi komplikasi kehamilan dan persalinan, seperti perdarahan, infeksi, eklampsia, dan persalinan macet. Sedangkan, Perawatan Neonatal Darurat, berfokus pada perawatan bayi baru lahir yang mengalami masalah, seperti kesulitan bernapas, infeksi, dan berat badan lahir rendah.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor    : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!