Presiden Ramos-Horta resmikan pabrik produksi beton Timor Qing-Kun di Tibar

LIQUISA, 20 Juli 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta, Senin ini meresmikan pabrik produksi beton milik perusahaan China, Timor Qing-Kun Building Material & Engineering, di Tibar, Liquisa.
Perusahaan produksi beton itu didirikan dalam kerangka kerja sama antara Timor-Leste dan China, dan nilai investasinya telah melampaui delapan juta dolar AS.
Presiden Ramos-Horta dalam acara peresmian itu menilai perusahaan tersebut sejalan dengan strategi pemerintah untuk diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada impor.
“Ini merupakan peningkatan kesiapan teknis dan profesional masyarakat Timor-Leste, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan biaya impor. Lebih jauh lagi, ini mempercepat pelaksanaan proyek, karena tidak perlu lagi menunggu semua material tiba dari luar negeri,” ujarnya.
Ramos-Horta menambahkan bahwa sebagai Kepala Negara terus mendorong para investor dari China, Indonesia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lain untuk memanfaatkan peluang yang tersedia di Timor-Leste, serta menjalin kemitraan dengan negara, pemerintah, dan pelaku usaha Timor-Leste demi memajukan pembangunan nasional.
Sementara itu, Direktur perusahaan Timor Qing-Kun Building Material & Engineering Lda., Lin Kun, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Liquisa atas dukungan mereka dalam mewujudkan proyek ini, yang ia nilai sebagai kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi negara.
Menurut Lin Kun, perusahaan ini didirikan dalam kerangka kerja sama antara Timor-Leste dan Tiongkok, dan nilai investasinya telah melampaui delapan juta dolar AS.
“Kami telah menyelesaikan pendaftaran perusahaan, pembangunan gedung administrasi, penetapan batas area tambang batu (quarry), serta pemasangan lengkap lini produksi beton. Persiapan untuk pabrik pengolahan pasir dan batu pecah, maupun unit komponen pracetak, juga telah rampung,” ujar Lin Kun.
Perusahaan berencana untuk memulai operasional secara resmi pada akhir bulan ini. Saat ini, perusahaan mengoperasikan dua lini produksi beton yang memiliki salah satu kapasitas produksi tertinggi di Timor-Leste dan kawasan ASEAN.
Dikatakan, kapasitas produksinya mencapai sekitar lima ribu meter kubik per hari, yang memungkinkan dukungan bagi proyek-proyek infrastruktur nasional, termasuk jalan, jembatan, dan berbagai pekerjaan penting lainnya bagi masyarakat.
Menurutnya, perusahaan akan mampu memasok beton berkualitas tinggi dengan tingkat kekuatan mulai dari 10 hingga 80 MPa, yang cocok untuk proyek konstruksi berskala kecil, menengah, maupun besar.
Lin Kun lebih lanjut menyampaikan bahwa perusahaan berencana untuk secara bertahap memperkenalkan produk-produk baru, seperti komponen pracetak, panel dinding beton, dan tiang pancang prategang. Rencana tersebut juga mencakup pendirian pabrik semen lokal, fasilitas produksi baja, serta infrastruktur industri lainnya yang terkait dengan sektor konstruksi.
Ia juga mengungkapkan rencana perusahaan untuk menginvestasikan lebih dari US$100 juta dalam proyek pengembangan real estat dan pembentukan rantai industri bahan bangunan yang dirancang untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Menurut Lin Kun, setelah proyek beroperasi penuh, proyek ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja langsung dan lebih dari 100 lapangan kerja tidak langsung di sektor bahan bangunan, logistik, dan jasa. “Lapangan kerja ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti pesatnya perkembangan proyek ini, dengan mencatat bahwa hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu bulan antara persetujuan awal dan pencairan dana. Konstruksi utama rampung dalam waktu enam bulan, dan uji coba produksi telah dilaksanakan.
Lin Kun menegaskan bahwa perusahaan tidak menerima subsidi pemerintah, seluruh investasi didanai melalui modal sendiri, tanpa menggunakan pembiayaan eksternal.
Ia juga menegaskan bahwa proyek ini dilaksanakan sesuai dengan hukum dan peraturan Timor-Leste. Seluruh material yang digunakan telah disetujui oleh laboratorium nasional, formula beton telah divalidasi, serta peralatan pengukuran telah terdaftar dan bersertifikasi sebagaimana mestinya.
Menurut Lin Kun, kepatuhan pajak merupakan prinsip dasar perusahaan, yang memastikan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan perpajakan nasional serta pembayaran pajak tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
“Perusahaan tetap berkomitmen pada keunggulan kualitas, integritas bisnis, penciptaan lapangan kerja, dan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan kami adalah berkontribusi terhadap manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan di Timor-Leste serta menjadi perusahaan acuan dalam industri beton nasional,” ujarnya.
Perusahaan juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus berinvestasi di negara ini serta berkontribusi pada modernisasi industri, pertumbuhan ekonomi, dan penguatan hubungan persahabatan antara Timor-Leste dan China.
Tim TATOLI

