DILI, 02 Juni 2025 (TATOLI)—Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa- Bangsa (UNFPA), mendukung Kementerian Kesehatan melalui Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Timor – Leste (INSPTL) bekerja sama dengan Hamutuk Nasaun Saudavel (HAMNASA- Tetun), memperkuat sektor kesehatan untuk menanggapi Kekerasaan Berbasis Gender (GBV) di Timor Leste.
Dukungan tersebut dengan mengadakan pelatihan selama seminggu mulai 02 hingga 07 juni yang diikuti oleh 30 bidan dari Kotamadya Dili, Ermera dan Oecusse. Pelatihan diadakan di INSPTL, Comoro Dili. Pelatihan itu juga mendapatkan dukungan keuangan dari Partnership for Human Development Australia (PHD).
Perwakilan UNFPA, Delcio Francisco Fatima Ximenes menekankan GBV sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan masalah kesehatan masyarakat dengan konsekuensi multidimensi, dengan sepertiga perempuan berusia 15-49 tahun telah mengalami kekerasan fisik sejak berusia 15 tahun.
“Tempat perawatan kesehatan adalah satu-satunya institusi yang berinteraksi dengan hampir setiap perempuan di beberapa titik dalam hidupnya dan perempuan yang terpapar kekerasan mengunjungi layanan kesehatan lebih sering daripada perempuan yang tidak mengalami kekerasan. Penyedia layanan kesehatan, khususnya bidan, memiliki peran penting dalam memberikan perawatan dan layanan yang berpusat pada penyintas bagi perempuan yang mengalami kekerasan,” kata Perwakilan UNFPA Delcio Francisco Fatima Ximenes dalam sambutannya.
Ditambahkan, UNFPA Timor-Leste melaksanakan program GBV dengan bekerja sama dengan asisten teknis yang mendukung Kemenkes untuk memastikan bahwa semua perempuan dan anak perempuan di Timor-Leste menikmati hak mereka untuk hidup bebas dari kekerasan berbasis gender, dan mengakses layanan penting yang berkualitas dengan meningkatkan dan menyempurnakan kapasitas sektor kesehatan untuk menyediakan layanan yang berkualitas bagi penyintas GBV.
Ditempat yang sama, Direktur Departemen Kesehatan Ibu dan Anak di Kementerian Kesehatan, Madalena Fatima Gomes, menginformasikan tujuan utama pelatihan GBV di Timor-Leste adalah untuk memberdayakan individu dan organisasi untuk mencegah dan menanggapi kekerasan berbasis gender secara efektif. Hal ini termasuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang terkait dengan pencegahan, deteksi, dan tanggapan GBV, yang pada akhirnya berkontribusi pada masyarakat yang lebih aman dan lebih adil bagi perempuan dan anak perempuan.
Dia menyoroti bahwa program GBV kini telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam agenda kesehatan nasional.
“Kementerian Kesehatan, bersama dengan UNFPA, telah melatih penyedia layanan kesehatan, termasuk bidan dan dokter, di seluruh negeri. Kami akan terus bekerja sama dengan mitra untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menanggapi GBV, dengan tujuan akhir mengakhiri Kekerasan Berbasis Gender di Timor-Leste,” tuturnya,
Pada kesempatan tersebut, Direktur Nasional INSPTL Anabela Concecao de Andrade, berterima kasih kepada PHD, UNFPA, HAMNASA dan Kementerian Kesehatan yang terus memberikan pelatihan kepada bidan di Timor-Leste untuk membekali penyedia layanan kesehatan dengan keterampilan dalam menangani kasus GBV di Timor-Leste.
“Atas nama INSPTL saya berterima kasih kepada UNFPA, HAMNASA dan Kementerian Kesehatan atas dukungan pelatihan dan terus meminta untuk memperluas program ini untuk memfasilitasi semua tenaga medis di semua Kotamadya di Timor-Leste, saya minta juga peserta untuk fokus pada pelatihan materi yang diberikan,” pungkasnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




