DILI, 24 Mei 2025 (TATOLI)—Sebanyak 18 pelajar asal Timor-Leste mengikuti tes seleksi yang diadakan oleh Pusat Budaya Indonesia (PBI), Sabtu ini, untuk menjaring 10 calon penerima beasiswa yang akan melanjutkan studi di Universitas Politeknik Ben Mboi di Belu dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia di Bogor, Indonesia.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Ikhfan Haris, menyampaikan bahwa 18 peserta yang mengikuti tes telah lulus tahap pertama, yakni seleksi berkas dan administrasi program beasiswa Politeknik Ben Mboi, yang sebelumnya tercatat sebanyak 28 orang yang mendaftar pada program tersebut.
“Kami, Pusat Budaya Indonesia KBRI Dili, bekerja sama dengan Atase Pertahanan dan Kementerian Pertahanan, mengadakan seleksi tahap kedua yang dimulai sejak 12 Mei lalu. Seleksi ini bertujuan untuk menguji potensi akademik peserta yang telah lolos seleksi berkas dan administrasi. Sebanyak 28 orang mendaftar, namun hanya 22 yang lolos dan diinformasikan untuk mengikuti tes. Beberapa peserta mengundurkan diri, sehingga hari ini terdapat 18 orang yang mengikuti seleksi tes potensi akademik. Setelah tes ini, mereka yang lulus akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu wawancara,” ujar Atase Pendidikan dan Budaya KBRI Dili, Ikhfan Haris, kepada wartawan di PBI, Mascarenhas.
Berita terkait : Bertemu Menteri Bendito, Dubes Selandia Baru diskusikan beasiswa bagi pelajar TL
Dijelaskan bahwa Politeknik Ben Mboi Kabupaten Belu dan Universitas Pertahanan memberikan kesempatan beasiswa kepada 10 pelajar terbaik asal Timor-Leste di berbagai jurusan, seperti Permesinan Kapal, Pertanian, Peternakan, hingga Perikanan.
“Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh, bebas biaya pendaftaran, makan tiga kali sehari, seragam, uang saku, dan asuransi. Kami melakukan seleksi siswa terbaik melalui tiga tahapan, yaitu administrasi, tes potensi akademik, dan wawancara. Mereka yang terpilih akan mengikuti pendidikan selama tiga tahun dan setelah lulus, mereka diharapkan kembali mengabdi di Timor-Leste. Perlu dicatat, ini adalah program D3, bukan program sarjana,” kata Ikhfan Haris.
Selain itu, program studi Permesinan Kapal menjadi salah satu program studi pertama yang ditawarkan oleh PBI untuk pelajar Timor-Leste.
Di kesempatan yang sama, Atase Pertahanan KBRI Dili, Henqhy Sweeto, menginformasikan bahwa kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Timor-Leste telah terjalin sejak negara Timor-Leste berdiri pada tahun 2000.
“Kementerian Pertahanan Indonesia berkomitmen untuk membantu meningkatkan kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) warga Timor-Leste. Salah satu contoh kerjasama yang telah berjalan adalah kursus spesialisasi militer, dengan empat warga Timor-Leste yang saat ini melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata RI. Selain itu, Universitas Pertahanan Indonesia baru-baru ini menawarkan beasiswa untuk melanjutkan studi di universitas pertahanan,” tambahnya.
Atase Pendidikan berharap beasiswa ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kapasitas generasi muda di Timor-Leste, dan pada akhirnya dapat berkontribusi untuk pembangunan negara tersebut.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




