iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL

Temui Presiden Horta, PM Xanana bahas masalah pengangguran

Temui Presiden Horta, PM Xanana bahas masalah pengangguran

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, bertemu Presiden Republik, Jose Ramos Horta di Istana Negara Presiden Nicolau Lobato, Dili, kamis (22/05). Foto GPM

DILI, 22 Mei 2025 (TATOLI)–  Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, bertemu Presiden Republik, Jose Ramos Horta. Dalam pertemuan, PM Xanana membahas masalah pengangguran yang terus meningkat di Timor-Leste  dengan Kepala Negara.

“Persoalan terbesar yang kita bicarakan hari ini adalah masalah pengangguran, dan saya sampaikan kepada Bapak Presiden agar bagaimana caranya kita bisa mendorong sektor ekonomi negara dalam mencegah jumlah pengangguran,” kata PM Xanana   di Istana Negara Presiden Nicolau Lobato, Dili, usai bertemu Presiden Republik Horta, kamis ini.

Selain berbicara mengenai pengangguran di Timor-Leste, Kepala Pemerintahan juga prihatin terhadap para generasi muda saat ini yang hanya memegang telepon tanpa melakukan pekerjaan.

“Susah sekali sekarang semua orang hanya memegang handphone, anak-anak yang belum bisa bicara juga memegangnya. Maka susah, mereka tidak mau kerja, maunya kerja di depan computer. Itu masalah besar, tapi kita lihat ini untuk mencari solusinya,” tutur PM Xanana.

PM Xanana tegaskan Pemerintah saat ini memberikan perhatian kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak mencari kerja di tempat yang bersih tetapi harus memiliki pikiran, dan berpartisipasi  dalam pengembangan diri sendiri.

Menurut PM Xanana, Pemerintah bermaksud mengurangi impor, namun harus memperhatikan para generasi muda untuk menyadari bahwa lapangan kerja tidak diberikan oleh Negara tetapi harus menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri. Sehingga, suatu saat ekonomi dalam negeri dapat mengurangi barang impor.

“Kita lihat tahun depan akan dibentuk Bank Pembangunan Nasional untuk memberikan pinjaman dengan bunga lebih rendah agar mendorong usaha mikro kecil, dan menengah,” jelas PM Xanana.

Dikatakan, ketika Bank Pembangunan Nasional berjalan, maka adanya tekanan dari kaum muda untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan memberikan layanan kepada orang lain.

Sementara itu, terkait upah minimum, Kepala Pemerintahan menggarisbawahi bahwa dalam melakukan perubahan sistem, akan dipertimbangkan secara matang oleh semua pihak. Namun PM Xanana meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Pemerintah akan memperbaiki semua hal dalam Pemerintahannya agar dapat memajukan negara Timor-Leste dan rakyatnya.

“Bukan berarti di Timor-Leste tidak ada lapangan pekerjaan. Yang jadi masalah kita adalah tidak ada kesempatan bagi generasi muda untuk memberdayakan diri, atau berbuat sesuatu, tetapi generasi muda sekarang ini, tidak mau bekerja sebagai petani, karena mereka mau berpakaian bersih, tidak mau kotor. Itu masalah besar, secara mental,” papar PM Xanana.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!